Sunday, May 23, 2021

Mengenal Ikan Gabus dan Manfaatnya





I. PENDAHULUAN

Ikan gabus (Channa striata) atau yang lebih dikenal dengan ikan haruan, merupakan salah satu ikan yang banyak ditemukan di perairan rawa.  Dengan bentuk badan yang memanjang dan berwana kehitaman, ikan jenis ini tergolong carnivor atau pemakan daging terutama jenis ikan-ikan kecil.

Bagian tubuh ikan gabus ditutupi sisik yang berpola seperti sisik ular.  Secara sistematik, ikan gabus diklasifikasikan ke dalam :

Kingdom : Animalia

Fillum : Chordata

Subfillum          : Vertebrata

Klas         : Pisces

Sub klas         : Actinopterygii

Infra Class : Teleostei

Super Ordo : Ostariophysi

Ordo : Perciformes

Family : Channidae

Genus : Channa

Spesies          : Channa Striata Bloch



Secara ekonomi dan nilai gizi, ikan gabus tergolong ikan yang harganya cenderung makin tinggi dari waktu ke waktu.  Hal ini seiring dengan “terbongkarnya” kandungan gizi dan manfaat lebih yang didapatkan dari mengkonsumsi ikan gabus.

Mulai dari pemanfaatan dalam bentuk segar, diolah menjadi ikan asin, ikan salai, abon ikan, kerupuk ikan dan yang paling akhir ekstrak albumin ikan gabus yang sangat diperlukan didunia kesehatan.

Dengan berbagai kelebihan yang dimiliki oleh ikan gabus, rugi kiranya jika para nelayan hanya menangkap dan menjualnya saja namun tidak turut menyisihkan untuk konsumsi keluarga.

 


II. MASAKAN BERBAHAN IKAN GABUS

Untuk bisa mengambil manfaat dari kandungan gizi ikan gabus, banyak ragam masakan yang dapat dibuat dengan bahan baku ikan gabus segar. Mulai cara digoreng, dipanggang, dikukus sampai direbus, ikan gabus menawarkan citarasa variatif sesuai dengan selera konsumennya. 

Sebagai sumber protein hewani, ikan gabus menjadi bahan makanan yang baik untuk dikonsumsi semua usia. Menurut Rizka (2020), ikan gabus dapat dijadikan sejumlah sajian makanan seperti :

1. Ikan asin gabus sambal ijo








2. Gulai gabus dan sayuran

3. Ikan gabus bakar

4. Asem-asem ikan gabus

5. Pindang ikan gabus

6. Oseng ikan gabus

7. Sup ikan gabus

8. Haruan masak kecap

9. Gabus pucung

10. Ikan gabus asin balado 

Dengan berbagai sajian di atas, konsumen dapat lebih bebas memilih menu sesuai seleranya dan yang terpenting manfaat besar kandungan gizi yang ada pada ikan gabus bisa didapatkan.



III. PENGOLAHAN IKAN GABUS

Selain dijadikan sajian sejumlah masakan, ikan gabus juga dapat diolah menjadi bentuk olahan lain yang mana bentuk fisik ikan gabusnya tidak terlihat lagi.  Misalnya dijadikan amplang ikan gabus, kaki naga ikan gabus, somay ikan gabus, kerupuk tulang ikan gabus, abon ikan gabus, bakso ikan gabus, nugget ikan gabus dan masih banyak lagi.

Dengan adanya produk olahan berbahan ikan gabus, manfaat gizi yang ada dalam ikan gabus dapat dinikmati orang-orang yang tidak biasa makan ikan. Apa karena paranoid dengan bentuk ikan gabus yang sepintas kepalanya seperti ular, atau karena alasan lain.  Munculnya berbagai produk olahan berbahan baku ikan gabus dinilai  dapat jadi solusi. 


Menurut Mulyadi (2011), produk olahan ikan gabus dapat berupa : 

1. Kerupuk Tulang Ikan

Untuk meminimalisir limbah ikan gabus hasil pengolahan filtrat ikan atau produk olahan lain, tulang ikan dapat diolah lagi menjadi kerupuk tulang ikan. Berikut ini adalah bahan dan cara pembuatan kerupuk tulang ikan gabus.


Bahan-bahan :

Daging ikan 200 gram

Tulang ikan 300 gram

Tepung tapioka 1 kg

Telur bebek 6 butir

Garam 1,5 ons

Soda 0,25 ons

Gula 500 gram


Cara Pembuatan :

a. Cuci ikan dan buatlah fillet

b. Ambil daging ikan dengan cara dikerupuk menggunakan sendok kemudian sisihkan

c. Tulang ikan yang tersisa direbus dengan panci tekan (pressure cooker) sampai tekturnya lunak

d. Campur  daging  dan  tulang  ikan  kemudian  blender  atau  giling  sampai  halus  dan bercampur rata. 

e. Campurkan  daging  dan  tulang  ikan  dengan  garam,  gula,  soda  dan  telur  sambil diremas-remas.   Kemudian masukkan  tepung  tapioka  sedikit  demi   sedikit  sambil diaduk   hingga adonan   rata   dan   tidak   lengket   di   tangan   (bila   perlu   dapat diberi air).

f. Adonan    yang    telah    lumat    dicetak    atau    dibentuk    silinder    yang    besarnya menurut kebutuhan dan keinginan.

g. Kemudian dibungkus dengan daun pisang atau plastik. Adonan dapat juga dapat dicetak menggunakan cetakan dari kaleng.

h. Pengukusan    dilakukan    selama    1    –    2    jam    sampai    adonan    matang.    Untuk mengetahui   adonan   tersebut   matang   dapat   dilakukan   dengan   memasukkan   lidi pada adonan   tersebut.   Bila   adonan   tidak   lengket   pada   lidi   berarti   adonan tersebut sudah matang.

i. Adonan    yang    sudah    matang    dibiarkan    dingin    (diangin-anginkan    semalam). Kemudian dipotong / diiris tipis-tipis ( ketebalan 1 – 2 mm)

j. Irisan kerupuk diatur diatas rak / para-para penjemuran dan dijemur sampai kering. 


2.  Abon Ikan

Pada  prinsipnya  abon  ikan  merupakan  suatu metode  pengawetan dengan kombinasi  antara perebusan / pengukusan dan penggorengan serta penambahan bumbu-bumbu tertentu. Produk yang dihasilkan mempunyai tekstur yang lembut, rasa dan aroma yang khas.


Bahan-bahan :

Daging ikan 500 gram

Garam secukupnya

Gula merah 150 gram

Ketumbar 10 gram

Bawang merah 75 gram

Laos 5 gram

Jahe 10 gram

Sereh 3 tangkai

Bawang putih 10 gram


Cara Pembuatan :

a. Ikan disiangi yaitu pada bagian isi perut dan kepala, bila perlu dipotong-potong untuk memudahkan pengukusan kemudian dicuci sampai bersih.

b. Ikan dikukus sampai matang untuk memudahkan pengambilan daging dan memisahkan dari tulang dan duri, kemudian ditumbuk / dimemarkan hingga menjadi suwiran-suwiran/serpihan daging ikan.

c. Bumbu-bumbu  yang  dihaluskan,  kemudian  dicampurkan  dengan  daging  yang  telah disuwir-suwir hingga merata.

d. Daging ikan yang telah dicampur dengan bumbu kemudian digoreng dengan minyak, bisa juga menggunakan santan kelapa yang kental. Aduk-aduk sampai kering (terasa ringan bila daging diaduk-aduk) dan berwarna kuning kecokelatan.

e. Abon yang sudah matang dimasukkan ke alat pengepres abon sampai minyaknya tuntas, kemudian diambil dengan menggunakan garpu.


3.  Nugget Ikan

Nugget merupakan salah satu produk olahan daging beku. Produk ini mempunyai daya simpan yang cukup lama, dengan penyimpanan dalam freezer bisa mencapai 2 minggu. Daging yang digunakan sebelumnya harus digiling, sehingga memudahkan untuk dibentuk pada tahapan berikutnya. Bahan utama yang digunakan adalah ikan, yang akan memberikan tekstur produk yang diinginkan, karena mempunyai kandungan protein miofibril.

Bahan pendukung lain, yaitu garam, air, bahan pengisi (filler), emulsifier, dan bumbu-bumbu. Garam berfungsi meningkatkan kelarutan, karena protein miofibril yang ada pada daging hanya larut pada larutan garam. Air berguna untuk memberikan sifat berair dan juga meningkatkan rendemen.

Bahan pengisi dan emulsifier yang digunakan pada produk ini adalah tepung tapioka dan kuning telur  yang  berfungsi  untuk  mengikat  air  maupun  lemak.  Bumbu-bumbu  berupa merica  dan bawang putih selain memberikan bau dan rasa yang khas, juga mampu memperpanjang umur simpan.


Bahan-bahan :

Ikan giling 500 g

Tepung tapioka 75 g

Tepung bumbu 25 g

Bawang putih (halus) 5 – 7,5 g

Merica halus 4 – 5 g

Garam 5 – 7,5 g

Telur 3 butir

Air / susu cair 100g

Tepung panir


Cara Pembuatan :

a. Ikan dicuci dengan air bersih kemudian disiangi dengan cara membuang sisik, isi perut dan insangnya.

b. Ikan dicuci bersih dengan air dingin Ambil bagian daging ikan dengan cara memfilet ikan.

c. Letakkan ikan pada posisi miring, dengan pisau tajam potonglah daging ikan dari pangkal insang sampai ke tulang. Kemudian daging ikan disayat sampai ke ekor hingga daging terlepas dari tulang (agar  tidak  banyak daging yang  terbuang, pisau agak ditekan) . Balikkan ikan dan kemudian sayat dagingnya dari pangkal ekor ke arah kepala.

d. Sisa daging pada pangkal tulang belakang dapat dikerok dengan pisau atau sendok.

e. Pisahkan kulit dan bagian daging yang berwarna hitam dari daging ikan.

f. Daging ikan digiling hingga halus

g. Gilingan ikan yang telah halus dicampur dengan tepung dan bumbu-bumbu yang juga telah dihaluskan.

h. Adonan yang telah tercampur rata ditempatkan pada loyang setebal 1 cm, yang telah dialasi plastik, adonan diratakan dan ditutup dengan plastik kemudian dikukus 30 – 45 menit, untuk memungkinkan terjadinya gelatinisasi dan mematangkan adonan.

i. Adonan  yang  telah  dikukus  didinginkan  kemudian  dipotong-potong  sesuai  dengan ukuran yang diinginkan.

j. Adonan yang telah dipotong-potong dimasukkan pada putih telur kemudian digulirkan pada tepung panir, hal ini untuk membentuk suatu permukaan adonan yang lebih baik. 

k. Nugget yang telah dihasilkan dapat disimpan pada freezer apabila tidak segera digoreng supaya lebih awet dan teksturnya menjadi lebih renyah.

l. Penggorengan dilakukan untuk mematangkan adonan.




IV. EKSTRAK ALBUMIN IKAN GABUS

Ikan gabus memiliki kandungan albumin yang tinggi. Albumin merupakan protein utama dalam darah yang diproduksi oleh hati. Albumin memiliki peran yang sangai penting bagi tubuh, sehingga kekurangan albumin dapat menyebabkan berbagai masalah bagi tubuh. Kandungan lainnya yang terkandung dalam ikan gabus adalah omega-3, zat besi, fosfor, kalsium, vitamin A, vitamin B1, dan juga air.


Ikan gabus bisa dikonsumsi secara langsung atau pun setelah diekstrak dan dikemas dalam bentuk kapsul. Manfaat ekstrak ikan gabus juga tidak kalah dengan khasiat ikan gabus ketika dikonsumsi secara langsung. Berikut adalah manfaat ekstrak ikan gabus dan manfaat ikan gabus yang sudah banyak terbukti berkat kandungan albumin yang ada pada tubuhnya :

1. Mempercepat penyembuhan luka

Manfaat ikan gabus untuk menyembuhkan luka memang dapat dikatakan sebagai manfaat paling utama. Hal ini tentunya berkat kadar albumin yang tinggi dalam ikan gabus. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, albumin merupakan protein utama dalam darah. Albumin memiliki peran yang sangat penting dalam penyembuhan luka.

Sebuah penelitian telah membuktikan bahwa pemberian ekstrak ikan gabus pada pasien pasca operasi terbukti dapat memicu proses penyembuhan luka lebih cepat. Tentunya konsumsi ikan gabus tidak hanya baik untuk pasien yang menjalani operasi, tapi juga bisa Anda gunakan untuk membantu proses penyembuhan luka yang disebabkan oleh berbagai faktor lainnya.

2. Mengatasi kurang gizi

Menjaga keseimbangan gizi memang bukan merupakan hal yang mudah, terutama pada anak-anak yang memiliki kebiasaan susah makan. Hal ini lah yang menyebabkan sering kali anak-anak kekurangan gizi pada masa pertumbuhannya.

Konsumsi ikan gabus maupun ekstrak ikan gabus secara rutin dapat mengatasi kekurangan gizi tersebut, karena kandungan nutrisi dalam ikan gabus hampir memenuhi keseluruhan kebutuhan gizi harian, terutama untuk anak-anak.

3. Memelihara otot

Manfaat ikan gabus selanjutnya adalah dapat memelihara otot. Anda tentunya sudah pernah mendengar bahwa protein adalah nutrisi yang sangat penting dalam pembentukan otot. Ikan merupakan salah satu sumber protein terbaik untuk tubuh.

Kandungan protein dalam ikan gabus mengalahkan ayam, daging sapi, dan ikan air tawar dan bahkan beberapa jenis ikan laut. Kandungan protein dalam ikan gabus memang masih di bawah ikan salmon, tapi ikan gabus bisa menjadi pilihan ikan air tawar terbaik untuk memenuhi kebutuhan protein Anda.

4. Menjaga cairan dalam tubuh seimbang

Ikan gabus tidak hanya akan memenuhi kebutuhan protein, tetapi juga mampu untuk menjaga keseimbangan carian dalam tubuh. Manfaat ikan gabus yang satu ini juga didapatkan dari kadar albumin yang ada di dalamnya.

Keseimbangan cairan dalam tubuh merupakan hal yang sangat penting untuk menjaga tubuh agar dapat bekerja dengan baik. Kadar cairan yang tidak seimbang dapat menyebabkan berbagai masalah bagi tubuh, termasuk mengganggu proses penyerapan protein dalam tubuh.

5. Baik untuk pencernaan

Manfaat ikan gabus ternyata sangat baik untuk pencernaan. Ikan gabus memiliki kadar protein yang tidak kalah dengan daging, tapi ikan gabus memiliki keunggulan yaitu lebih mudah dicerna dalam pencernaan. Hal ini tentunya sangat penting karena jika kita mencerna makanan yang mudah dicerna, maka pencernaan tidak perlu bekerja terlalu keras hingga dapat membuat fungsinya terganggu.

6. Nutrisi untuk pertumbuhan

Manfaat ikan gabus ternyata bisa juga menjadi nutrisi pendukung pertumbuhan. Ikan gabus sangat baik untuk dikonsumsi oleh ibu hamil, ibu menyusui, dan anak-anak. Kondisi ini merupakan kondisi di mana tubuh membutuhkan nutrisi ekstrak bagi tubuh untuk membantu proses pertumbuhan

Jika sebelumnya ikan gabus digunakan untuk mengatasi kekurangan gizi, maka langkah yang satu ini dikatakan sebagai langkah pencegahan. Selain untuk membantu pertumbuhan, ikan gabus juga baik untuk menmenuhi kebutuhan nutrisi untuk lansia.

7. Mengatasi hipoalbuminemia

Kekurangan albumin dalam tubuh tidak bisa dianggap sepele karena dapat memicu berbagai masalah lain bagi kesehatan.

Gejala hipoalbuminemia antara lain adalah seperti edema, nafsu makan berkurang, diare, mual, hipotens, penyakit kuning, dan masih banyak lagi. Penyebab hipoalbuminemia juga ternyata bermacam-macam mulai dari hipertiroidisme, diabetes, sirosis hati, gagal jantung, hingga penyakit lupus.

Pengobatan yang dilakukan tentunya harus menyesuaikan dengan penyakit penyebabnya. Di samping melakukan pengobatan untuk penyakit utamanya, penggunaan ikan gabus juga bisa dilakukan untuk mengatasi gejala dari rendahnya kada albumin tersebut.

8. Bagus untuk ibu hamil

Biasanya ibu yang sedang hamil disarankan untuk mengonsumsi banyak protein hewani seperti ati ayam, telur, dan ikan. Seperti yang kita tahu, banyak jenis ikan air tawar, seperti ikan gabus yang lebih banyak memiliki manfaatnya. Kandungan protein pada ikan ini cukup tinggi dan dipercaya sangat bagus untuk pertumbuhan rahim ibu hamil dan juga janin.

9. Menambah berat badan

Selain banyak makan untuk menambah berat badan, Anda bisa mengonsumi protein hewani yang dipercaya sangat baik untuk menambah berat badan. Mengombinasikan karbohidrat dan protein seperti nasi dan ikan gabus, dapat memicu pembentukan sel.

Bagi Anda yang kurus, cocok untuk makan ikan gabus!

10. Bagus untuk penderita diabetes

Manfaat ikan gabus untuk kesehatan berikutnya adalah baik untuk penderita diabetes. Mereka yang menderita diabetes tidak diperbolehkan makan nasi putih karena berisiko menaikkan kadar gula darah. Kini, penderita diabetes tak usah bingung lagi untuk memenuhi kalori harian, karena khasiat ikan gabus dapat memenuhi kebutuhan kalori harian.

11. Menjaga kesehatan mata

Jika ingin memiliki mata yang sehat, maka konsumsilah vitamin A secara rutin. Salah satu makanan yang mengandung vitamin A yang cukup tinggi adalah ikan gabus. Ikan ini mengandung 150 G vitamin, yang sangat manjur untuk menjaga kesehatan mata Anda.



V. PENUTUP

Ikan gabus (Channa striata) atau yang lebih dikenal dengan ikan haruan, merupakan salah satu ikan yang banyak ditemukan di perairan rawa.  Dengan bentuk badan yang memanjang dan berwana kehitaman, ikan jenis ini tergolong carnivor atau pemakan daging terutama jenis ikan-ikan kecil. 

Untuk bisa mengambil manfaat dari kandungan gizi ikan gabus, banyak ragam masakan yang dapat dibuat dengan bahan baku ikan gabus segar. Mulai cara digoreng, dipanggang, dikukus sampai direbus, ikan gabus menawarkan citarasa variatif sesuai dengan selera konsumennya. 

Selain dijadikan sajian sejumlah masakan, ikan gabus juga dapat diolah menjadi bentuk olahan lain yang mana bentuk fisik ikan gabusnya tidak terlihat lagi.  Misalnya dijadikan amplang ikan gabus, kaki naga ikan gabus, somay ikan gabus, kerupuk tulang ikan gabus, abon ikan gabus, bakso ikan gabus, nugget ikan gabus dan masih banyak lagi. 

Di sisi lain ikan gabus juga bisa diekstrak dan dikemas dalam bentuk kapsul. Manfaat ekstrak ikan gabus diperlukan di dunia kesehatan seperti dalam upaya mempercepat penyembuhan luka. Manfaat ekstrak ikan gabus ini sudah banyak terbukti berkat kandungan albumin yang ada pada tubuhnya



DAFTAR PUSTAKA

Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Kalimantan Selatan. 2015. Budidaya Ikan Gabus (Channa striata). Diskanlut Provinsi Kalsel, Banjarbaru.

Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan Dan Perikanan. 2020. Diversifikasi Produk Ikan Gabus. Didownload dari laman https://kkp.go.id/djpdspkp/artikel/26286-diversifikasi-produk-ikan-gabus

https://brebestegal.com/11-manfaat-ikan-gabus-untuk-kesehatan-sumber-albumin-bagi-tubuh

Mulyadi, Arie Febrianto, dkk. 2011. Modul teknologi pengolahan ikan gabus. Fakultas teknologi pertanian universitas brawijaya, malang. Di download dari laman http://maharajay. lecture.ub.ac.id/files/2013/06/Modul-Abdimas-Ikan-Gabus-2011.pdf

Mifta, Rizka. 2020. 10 Resep olahan ikan gabus, mudah dibuat dan maknyus. Didownload dari laman https://brilicious.brilio.net/masak-yuk/10-resep-olahan-ikan-gabus-mudah-dibuat-dan-maknyus-2008197.html 






Tuesday, February 16, 2021

Menyusun Rencana Usaha Perikanan



I. LATAR BELAKANG


Perencanaan atau yang biasa diistilahkan dengan planning merupakan tahap untuk berfikir sebelum bertindak. Secara sederhana perencanaan merupakan usaha menetapkan kegiatan yang akan dilakukan tentang :

Apa yang akan dilakukan atau apa yang hendak dilakukan?
Bagaimana melaksanakannya atau apa yang harus dikerjakan?
Kapan melaksanakannya?
–  Siapa yang akan melaksanakannya?

Mengapa Ada Rencana Usaha?

Pertanyaan tersebut diatas muncul mengingat bahwa banyak alasan yang mengatakan bahwa rencana akan usang setelah dituliskan, tidak ada seorangpun yang tahu masa datang, peluang lebih baik atau bencana, hal yang berbahaya bila memberikan komitmen pada sesuatu yang tidak menentu, masa datang tidak dapat ditebak.

Namun kendati demikian ada beberapa hal penting dari rencana yaitu : Terdapat kaitan yang erat antara wirausahawan yang sukses dan penentuan gol serta proses perencanaan. Salah satu karakteristik penting dari mereka yaitu perilaku mereka dalam penentuan gol.

Penentuan gol membantu anda untuk bekerja “lebih cerdik” dari pada bekerja “lebih keras”. Rencana membantu anda memperoleh jalan yang lebih baik dengan mempertimbangkan berbagai alternatif. Rencana membantu anda memilki kerangka pikiran berorientasi kedepan. Pemikiran ini membantu anda untuk melakukan antusipasi, lebih waspada dan responsif terhadap masalah, peluang, dan perubahan yang dapat mengganggu anda. Perencanaan dapat menolong anda untuk mengembangkan dan memperbarui strategi yang lebih baik dengan cara menguji ide anda dan pendekatan orang lain.

Perencanaan gol yang tepat memberikan efek motivasi terhadap gol yang dituntut. Gol moderat merupakan gol yang dapat dicapai, namun memerlukan usaha untuk memperolehnya. Seseorang akan lebih termotivasi mengejar gol yang menantang tapi dapat dicapai bila dibandingkan dengan gol yang terlalu mudah atau terlalu sulit. Penentuan gol akan memberikan gambaran hasil, suatu perhatian terhadap pencapaian dan kemajuan. Setelah dinyatakan secara spesifik, masa waktu, gol yang terukur akan memudahkan anda dan orang lain untuk mengevaluasi kinerja anda. Ini memungkinkan anda untuk melihat seberapa dekat pencapaian sasaran, sehingga menuntut tanggung jawab atas langkah-langkah anda.

Perencanaan membantu anda untuk mengelola risiko dan ketidakpastian masa depan, meskipun tidak dapat memperkirakan masa depan.

II. MANFAAT DAN FUNGSI PERENCANAAN


Adapun manfaat perencanaan antara lain:

  1. Dipakai sebagai alat koordinasi.
  2. Dapat memberikan “kepastian” mengenai masa depan atau membatasi “ketidakpastian”.
  3. Merupakan alat ukur terhadap prestasi yang akan dicapai dan alat pengendalian (control) jalannya kegiatan/organisasi.
  4. Meningkatkan kemampuan antisipasi terhadap perubahan.
  5. Meningkatkan produktifitas (efektifitas dan efisiensi) karena memfokuskan pada sasaran.
  6. Meningkatkan dukungan dan peran serta, karena tujuan/sasaran dapat diketahui oleh pelaksananya.
  7. Dalam proses perencanaannya, “team building” (terbentuk kerjasama) merupakan hasil sampingan yang sangat bermanfaat bagi organisasi.

Dalam kegiatan usaha perikanan baik secara berkelompok maupun kegiatan usaha yang dilakukan oleh individu, diperlukan perencanaan yang matang, mengingat kegiatan usaha ini memiliki risiko tersendiri, terutama yang berhubungan dengan kondisi alam (iklim/musim), keterampilan sumberdaya manusia, teknologi maupun modal usaha.

Sebuah perencanaan usaha memiliki fungsi yang sangat  mendukung keberhasilan usaha.  Fungsi tersebut meliputi :

1)  Mendorong calon pelaku bisnis untuk berpikir mengenai “apa yang akan dikerjakan” :

2) Menggunakan pandangan yang obyektif

3) Bersikap kritis

4) Tidak emosional

5) Dapat digunakan untuk menilai keragaan aktual usaha (bisnis) pada jangka waktu tertentu,

6) Merupakan dokumen yang dapat dinilai oleh pemberi kredit (calon investor) untuk menilai 

     bisnis baru maupun mengembangkan bisnis yang sedang dikerjakan.


III. PERENCANAAN USAHA PERIKANAN


Sebagian besar usaha perikanan dimulai dari modal yang dibiayai wirausahawan atau investasi kecil dari keluarga atau teman. Modal yang diberikan pada umunya berdasarkan “keyakinan” dari wirausahawan dan cukup dengan deskripsi lisan dan produk perikanan serta prospeknya. Dana yang diperoleh pada umumnya dipergunakan untuk mengembangkan prototiep produk, melakukan studi pasar, dan sekedar untuk memulai usaha.

Memulai usaha baru yang kecil, tentu tidak diperlukan dana yang besar. Terkadang dana yang diperoleh dari penyandang dana berdasarkan kepercayaan saja, tidaklah memadai untuk memulai pertumbuhan yang tinggi, atau kebutuhan dana tambahan untuk mendapatkan potensi pasar dan menjadi perusahaan besar. Tambahan modal yang ekuitas sangat diperlukan bukan hanya untuk dapat membeli asset dan memenuhi modal kerja, tetapi juga untuk mendapatkan dukungan dari lembaga keuangan.

Suatu rencana usaha perikanan yang efektif akan dapat meyakinkan penyandang dana bahwa anda telah mengindikasikan peluang dari pertumbuhan usaha perikanan tinggi, serta anda memilki bakat dalam mengelola dan berwirausaha bidang perikanan, berbagai kemampuan yang lain, sehingga dapat secara efektif memanfaatkan peluang, serta anda memiliki rencana yang rasional dan kredibel. Pengembangan rencana usaha perikanan sebagaimana diuraikan diatas, memang tidak mudah dan tidak pula sukar. Ini merupakan pekerjaan yang menuntut ketelitian, kesabaran, kerja keras, apabila anda mengikuti rencana usaha.

Namun demikian, sebelum menyiapkan rencana usaha perikanan, anda harus meninjau kembali analisis awal. Jika dari analisis tersebut muncul pertanyaan mendasar tentang kelayakan usaha perikanan anda, janganlah memulai rencana usaha. Rencana usaha dapat dimulai, apabila anda telah memperoleh hasil penelitian lebih lanjut yang memberi keyakinan pada anda bahwa tidak ada cacat mendasar dari usaha perikanan anda.


 

IV. TAHAPAN PENYUSUNAN RENCANA USAHA PERIKANAN


Dalam melakukan penyusunan rencana usaha perikanan ada beberapa hal yang perlu dipahami. Hal-hal tersebut adalah sebagai berikut :

A. Detail Aspek-aspek Perencanaan Usaha Perikanan

  • Industri Perikanan, yang perlu dipahami meliputi : prospek industri perikanan, berbagai produk perikanan dan perkembangannya, pasar baru dan penggunanya, kebutuhan baru, perusahaan baru, kecenderungan dan faktor ekonomi/kondisi nasional yang mempengaruhi usaha secara positif atau negatif dan sumber informasi yang dipergunakan untuk menggambarkan kecenderungan industri perikanan.
  • Perusahaan perikanan, yang perlu dipahami meliputi : deskripsi bidang usaha perikanan, produk/jasa perikanan yang ditawarkan, pengguna utama, latar belakang dan tanggal perusahaan perikanan berdiri, deskripsi identifikasi dan pengembangan produk perikanan dan keterlibatan perusahaan perikanan dalam prosesnya.
  • Produk barang/jasa perikanan, yang perlu dipahami meliputi : deskripsi detail produk/jasa perikanan yang akan dijual, posisi kepemilikan usaha perikanan seperti paten, rahasia dagang atau aspek kepemilikan lain, deskripsi potensi/kelebihan produk/jasa perikanan  yang membuatnya unggul dalam persaingan.
  • Riset pasar dan analisis usaha perikanan, hal ini memerlukan data yang meyakinkan bahwa produk perikanan yang dijual memiliki pasar yang substansial dalam industri yang tumbuh dan dapat memenuhi target penjualan.
  • Deskripsi aspek-aspek usaha perikanan, hal ini meliputi : apa yang anda kerjakan atau akan dikerjakan, produk yang ditawarkan, keadaan industri sekarang, peluang yang tersedia untuk memasarkan produk.

B. Aspek pemasaran

  • Pelanggan (pelanggan potensial dalam segmen pasar yang utama, siapa dan dimana pembeli utama dari produk dalam setiap segmen pasar?)
  • Ukuran pasar dan kecenderungannya (cari data dari distributor, dealer, salesman, pelanggan)
  • Persaingan (cari data untuk menentukan tingkat persaingan yang terjadi. Bandingkan produk yang bersaing dalam basis harga, kinerja, pelayanan, jaminan dan kelebihan lainnya. Tunjukkan kelebihan dan kekurangan produk pesaing dan jelaskan mengapa masih belum memuaskan pelanggan,
  • Perkiraan pangsa pasar dan penjualan (identifikasi pelanggan utama yang bersedia membeli, perkiraan penjualan dalam rupiah dan unit 3 tahun mendatang
  • Evaluasi pasar (jelaskan cara mengevaluasi secara berkesinambungan : terget pasar dalam rangka mengkaji kebutuhan pelanggan dan tuntutan dalam program, peningkatan produk dan program produk baru, rencana ekspansi dari fasilitas produksi, serta tuntunan dalam penentuan harga

Rencana Pemasaran (memberikan gambaran detail dari strategi pemasaran, kebijakan penjualan dan pelayanan, penentuan harga, distribusi dan strategi iklan untuk mencapai pangsa pasar yang diproyeksikan)

  1. Strategi pemasaran secara keseluruhan (kelompok pelanggan yang menjadi target awal, cara mengenali dan menghubungi pelanggan potensial, apa yang akan ditekankan dari kelebihan produk (kualitas, harga, pengiriman, jaminan) dalam penjualan?
  2. Penentuan harga (buat sejumlah strategi harga sebelum memutuskan. Bahaslah harga yang ditetapkan dan bandingkan dengan pesaing utama,
  3. Taktik penjualan (deskripsikan metoda yang akan digunakan untuk melakukan penjualan dan mendistribusikan produk, rencana awal dan rencana jangka panjang untuk tenaga penjualan. Bahaslah margin  untuk agen ritel, grosir, tenaga penjualan dan bandingkan dengan pesaing. Jika menggunakan distributor, deskripsikan cara memilih, kapan mereka akan mulai menjual dan area yang dilayani)
  4. Kebijakan jasa pelayanan dan jaminan
  5. Iklan dan promosi


Desain dan pengembangan Usaha Perikanan

Dalam hal desain dan pengembangan ada beberapa hal yang perlu dipahami untuk menyusun perencanaan usaha perikanan.  Beberapa hal tersebut adalah :

  1. Status dan tugas pengembangan (deskripsikan status produk  saat ini, apa yang akan dikerjakan agar dapat dipasarkan. Deskripsikan kompetensi dan keahlian dari perusahaan dalam pengembangan
  2. Kesulitan dan resiko (identifikasi langkah-langkah antisipasi adanya masalah dalam desain dan pengembangan serta pendekatan yang dilakukan dalam solusi. Bahaslah efek yang mungkin terjadi pada jadwal, biaya desain dan pengembangan dan waktu pengenalan produk ke pasar.
  3. Peningkatan produk dan produk baru (kelanjutan desain dan pengembangan yang direncanakan untuk menjaga produk tetap unggul dan langkah-langkah pengembangan produk baru yang terkait pada kelompok pelanggan yang sama)
  4. Biaya (anggaran desain dan pengembangan, termasuk biaya TK, Material, konsultan dll)
  5. Lokasi geografis (deskripsikan kekurangan dan kelebihan lokasi dari segi biaya TK, SP, ketersediaan TK, kedekatan dengan pelanggan, pemasok, jalur transportasi. Pajak, dan peraturan setempat

V. PRINSIP ANALISIS BIAYA


Usaha perikanan  merupakan suatu kegiatan ekonomi di bidang  perikanan   dimana terdapat sejumlah unsur (input)  yang digunakan dan setiap input tersebut mengandung suatu nilai yang merupakan korbanan bagi pelaku usaha perikanan, yaitu sebagai biaya usaha perikanannnya.  Input usaha perikanan yang umumnya dibutuhkan oleh pekau usaha perikanan meliputi benih, lahan, mesin (alat), tenaga kerja, modal dan pengelolaan atau manajemen.

Input produksi saling berkaitan dan kedudukannya dalam usaha perikanan  sama penting sehingga sering disebut sebagai faktor produksi.  Pemahaman faktor produksi menyangkut masalah penguasaan dan pemilikan terhadap faktor-faktor produksi tersebut, dimana pemilikan memberikan kekuatan dan kekuasaan untuk berbuat terhadap faktor-faktor produksi dalam penggunaan pada proses produksi. Seseorang yang menguasai atau memiliki faktor produksi, dapat memberikan posisi atau status sosial yang tinggi di lingkungan masyarakatnya.

Lahan merupakan faktor produksi yang relatif langka dibanding dengan faktor produksi lain, selain itu distribusi penguasaannya dimasyarakat tidak merata dan tidak dapat dipindah-pindah walaupun dapat dipindahtangankan atau diperjualbelikan. Tenaga kerja dalam usahatani terbagi atas tenaga keja manusia, tenaga kerja ternak dan tenaga kerja mesin, dimana tenaga kerja manusia terbagi menjadi tenaga kerja pria, wanita dan anak – anak. Terdapat perbedaan konversi dalam penentuan kerja, sehingga perlu diseragamkan agar memudahkan dalam penentuan kerja. Untuk menyeragamkan, maka konversi tenaga kerja yang digunakan adalah Hari Kerja Pria (HKP).

Modal adalah barang atau uang yang bersama – sama dengan faktor produksi lain yang digunakan untuk menghasilkan barang baru, yaitu produk pertanian. Modal dapat dibedakan berdasarkan sifatnya menjadi modal tetap dan modal bergerak. Modal tetap adalah modal yang tidak habis dalam satu periode, meliputi tanah dan bangunan. Sedangkan modal bergerak adalah modal yang habis dalam satu periode, meliputi uang tunai dan sarana produksi.

Manajemen atau pengelolaan merupakan unsur terakhir dalam kegiatan usaha. Manajemen dalam usaha perikanan adalah kemampuan pelaku usaha perikana dalam menentukan, mengorganisir dan mengkoordinasikan faktor – faktor  produksi yang dikuasai untuk mencapai tujuan yang diharapkan.  Manajemen merupakan unsur usaha yang tidak berbentuk fisik akan tetapi unsur yang paling menentukan dalam keberhasilan usaha.

Keberadaan dan harga input usaha perikanan sangat menentukan dalam keberlanjutan usaha perikanan, sementara ketersediaannya bergantung kepada kondisi permintaan dan penawaran di pasar.  Dengan demikian, maka pelaku usaha perikanan perlu memahami prinsip-prinsip analisis biaya dalam penyelenggaraan usaha perikanannya.

Prinsip analisis biaya sangat penting karena  pelaku usaha perikanan dapat menguasai pengaturan biaya produksi dalam usahataninya tetapi tidak mampu mengatur harga komoditi (hasil produksi)  yang dijualnya atau memberikan nilai kepada komoditi tersebut.  Harga-harga tersebut ditentukan oleh berbagai faktor di luar usaha perikanan, termasuk pula faktor-faktor di luar negeri.  Apabila keadaan lainnya tidak berubah, pelaku usaha perikanan  harus mengurangi biaya persatuan komoditi yang dihasilkan bila ia ingin meningkatkan pendapatan bersih usahanya.

Penggolongan biaya produksi dilakukan berdasarkan sifatnya, meliputi  : 1) biaya tetap (fixed cost), dan  2) biaya tidak tetap (variable cost).  Biaya tetap ialah biaya yang tidak ada kaitannya dengan jumlah barang yang diproduksi.  Petani rumput laut harus mampu membayarnya, berapapun jumlah produksi yang dihasilkan dari  usaha budidayanya.  Biaya tetap menjadi sangat penting apabila petani rumput laut memikirkan tambahan investasi  seperti mesin, perahu, bangunan dan alat-alat lainnya.  Tiap tambahan investasi hanya dapat dibenarkan apabila petani rumput laut mampu membelinya dan dalam jangka panjang dapat memberikan arus keuntungan.

Biaya tidak tetap (variable cost) ialah biaya yang berubah apabila luas usahanya berubah.  Biaya ini ada apabila ada sesuatu barang yang diproduksi.   Sebagai contoh, banyaknya tenaga  kerja yang diperlukan dalam usaha rumput laut.  Apabila pelaku utama atau nelayan juragan  mengupah tenaga kerja (buruh perikanan), maka ketika produksi dapat meningkat, kebutuhan terhadap buruh/tenaga kerja  juga meningkat.  Tetapi apabila tidak ada produksi, maka tidak ada kebutuhan terhadap tenaga kerja (buruh perikanan) tersebut.


A.  Analisis Pendapatan Usaha

Pendapatan dalam suatu kegiatan usaha  adalah balas jasa terhadap setiap faktor produksi dan merupakan ukuran keberhasilan kegiatan usaha.  Analisis pendapatan usaha perikanan  dilakukan untuk menggambarkan keadaan sekarang dari suatu kegiatan usaha perikanan  atau untuk menggambarkan keadaan yang akan datang dari perencanaan atau tindakan dalam kegiatan usaha perikanan.  Bagi pelaku usaha perikanan, analisis pendapatan dapat digunakan untuk mengukur apakah kegiatan usaha yang dilaksanakan berhasil atau tidak.  Informasi yang diperlukan dalam analisis pendapatan adalah jumlah penerimaan dan jumlah pengeluaran usaha perikanan dalam jangka waktu yang telah ditetapkan.

Pada analisis pendapatan usaha perikanan ini,  perhitungan didasarkan kepada biaya tunai dan biaya tidak tunai atau biaya yang diperhitungkan. Biaya tunai digunakan untuk melihat seberapa besar likuiditas tunai yang dibutuhkan pelaku utama perikanan untuk menjalankan kegiatan usaha di bidang perikanan.   Biaya tidak tunai digunakan untuk menghitung berapa sebenarnya pendapatan kerja pelaku utama jika bunga modal dan nilai kerja keluarga diperhitungkan.

Penerimaan total merupakan nilai produk dari suatu usaha yaitu harga produk dikalikan dengan total produksi. Total biaya atau pengeluaran dari suatu usaha agribisnis merupakan jumlah seluruh biaya yang dikeluarkan untuk melakukan kegiatan budidaya dalam memproduksi komoditi perikanan. Pendapatan total usaha merupakan selisih antara penerimaan total dengan pengeluaran total.

Umumnya pendapatan usaha (keuntungan) dihitung untuk satu tahun kegiatan usaha.    Keuntungan usaha dapat pula dihitung per musim tanam, dengan tetap menyesuaikan perhitunan besarnya beberapa jenis biaya secara proporsional, misalnya besarnya biaya penyusutan yang merupakan salah satu komponen dari biaya tetap (fixed cost).  Berarti apabila telah dilakukan perhitungan biaya penyusutan untuk satu tahun, maka jika akan dihitung besarnya keuntungan per musim tanam, harus dilakukan pembagian dengan angka 8.

Pendapatan usaha (keuntungan) dihitung dengan menggunakan rumus :


p  = TR – TC


Keterangan :

 p   = Keuntungan    (Rp)

 TR =  Total Revenue  atau Penerimaan Total (Rp)

 TC = Total Cost atau  Biaya Total (Rp)


Dalam hal ini Total Revenue  atau Penerimaan Total merupakan perkalian antara jumlah barang yang diproduksi/dipasarkan dengan harga barang tersebut; dengan asumsi bahwa semua barang yang diproduksi dapat dipasarkan seluruhnya.   Total Revenue  atau Penerimaan Total dalam bahasa perdagangan sehari-hari dikenal dengan sebutan omzet.   Total Revenue  atau Penerimaan Total dirumuskan sebagai berikut :


TR = P x Q


Keterangan :

TR =  Total Revenue  atau Penerimaan  Total (Rp)

P   =  Harga jual (Rp/Kg)

Q   =  Jumlah barang yang dijual  (Kg)

Adapun Total Cost atau Biaya Total merupakan penjumlahan dari Biaya Tetap (fixed cost) dengan biaya variabel (variable cost).  Dalam bentuk matematis Total Cost dirumuskan sebagai berikut :


TC = FC + VC


Keterangan :

TC  =  Total Cost  atau Biaya Total  (Rp)

FC  =   Fixed Cost atau Biaya Tetap (Rp)

VC  =   Variable Cost atau Biaya Variabel (Rp)

Untuk dapat menghitung besarnya keuntungan usaha, pelaku utama/usaha perikanan dituntut untuk mampu mengidentifikasi dan  melakukan pencatatan dengan baik setiap biaya investasi dan biaya-biaya total yang dikeluarkan dalam kegiatan usahanya.

Dalam menghitung keuntungan usaha,  diperlukan data biaya yang sifatnya mendukung/melengkapi total  biaya yang digunakan, yaitu berupa biaya penyusutan.  Biaya penyusutan ini mudah dihitung dan data dasarnya berasal dari data  biaya investasi.  Biaya penyusutan ini dihitung dengan menggunakan metode garis lurus, dengan rumus sebagai berikut :

Penyusutan = harga  beli – nilai sisa umur ekonomis 

(tahun)

Keterangan :

Penyusutan dalam satuan Rp/thn

Harga beli dalam satuan Rupiah

Nilai sisa dalam satuan Rupiah


B. Analisis Efisiensi Usaha

Efisiensi usaha  merupakan salah satu ukuran keberhasilan usaha perikanan. Untuk mengukur efisiensi usaha digunakan rasio imbangan penerimaan dan biaya yang dikeluarkan (R/C) yang merupakan perbandingan antara pendapatan kotor yang diterima usahatani dari setiap rupiah biaya yang dikeluarkan dalam proses produksi.  Secara teoritis R/C menunjukan bahwa setiap satu rupiah biaya yang dikeluarkan akan memperoleh penerimaan sebesar nilai R/C-nya  R/C ratio dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut :


R/C  =  TR / TC


Kriteria :

Bila R/C  >  1, maka usaha dinyatakan menguntungkan

Bila R/C  =  1, usaha mengalami impas

Bila R/C  <  1, usaha mengalami kerugian


C.   Analisis Waktu Balik Modal (Payback Period/PP)

Payback Period merupakan cara penilaian investasi yang didasarkan pada pelunasan biaya investasi oleh keuntungan atau dengan kata lain Payback Period adalah waktu yang diperlukan untuk mengembalikan modal yang telah ditanamkan.

Secara matemetis Payback Period dapat dirumuskan sebagai berikut :


PP =  I / P


Keterangan :

PP  = Payback Period (tahun)

I    = Investasi (Rp)

p     =   Keuntungan (Rp/tahun)

Dengan kriteria, semakin singkat periode tingkat pengembalian modal maka usaha tersebut layak untuk diusahakan.


D.   Analisis Harga Pokok Penjualan (HPP)

Harga pokok produksi merupakan  semua pengeluaran  yang dikeluarkan baik secara langsung maupun tidak langsung untuk menghasilkan barang atau jasa yang akan dijual.   Harga pokok produk dirumuskan sebagai berikut :


HPP =  Total  Biaya  produksi dan pemasaran -  Total  produk yang dihasilkan


Keterangan :

Biaya pokok produksi dalam satuan Rupiah

Total jumlah produksi dalam satuan Kg

HPP dalam satuan Rupiah/Kg

Dengan mengatahui HPP,  pelaku utama/usaha perikanan  dapat menghitung/ menentukan  besarnya marjin (perbedaan) antara  harga  penjualan produknya dengan biaya produksi yang telah dikeluarkannya.  Besarnya marjin harga diperoleh dengan cara mengurangkan harga jual produk  dengan HPP nya.   Apabila harga jual produk lebih besar dari HPP, maka pelaku utama/usaha perikanan dapat memperoleh keuntungan, sedangkan apabila harga jual peroduk lebih kecil dari HPP, maka pelaku utama/usaha perikanan akan mengalami kerugian.

DAFTAR PUSTAKA


Nicho. 2017. Metode Penilaian Investasi. Didownload dari laman http://nichonotes.blogspot. com/ 2017/12/ metode-penilaian-investasi.html

Razi,Fahrur. 2011. Studi Kelayakan Usaha Perikanan. Didownload dari laman http://komunitas penyuluhperikanan.blogspot.com/2012/01/studi-kelayakan-usaha-perikanan.html

Zaelani, Akbar. 2018. Analisa Usaha Perikanan Budidaya. Didownload dari laman http://penyuluhankelautan perikanan.blogspot. com/2018/01/analisa-usaha-perikanan-budidaya. html#:~:text=Analisa%20usaha% 20Perikanan% 20Budidaya%20bertujuan,tanam%20atau%20dalam%20satu%20tahun.

Monday, October 5, 2020

Budidaya Ikan Dengan Teknologi Bioflok

 



I. PENGERTIAN BIOFLOK

Bioflok berasal dari kata Bios yang artinya kehidupan dan Floc yang artinya gumpalan.  Bioflok diartikan sebagai gumpalan (sekumpulan) dari beberapa mikroorganisme yang menyatu karena adanya ikatan yang disebut biopolimer.  Bioflok juga diartikan sebagai gumpalan-gumpalan kecil yang tersusun dari sekumpulan mikroorganisme hidup yang melayang-layang di air. Bioflok terdiri dari bakteri, algae, yeast, protozoadan beberapa hewan renik lainnya seperti cacing.

Teknologi Bioflok adalah teknologi yang memanfaatkan aktivitas mikroorganisme yang membentuk flok. Aplikasi BFT (Bio Floc Technology) banyak diaplikasikan di sistem pengolahan air limbah industri dan mulai diterapkan di sistem pengolahan air media aquakultur (budidaya ikan).

Beberapa latar belakang munculnya penelitian mengenai bioflok ini diantaranya adalah :

Keterbatasan lahan dan air yang menuntut adanya kajian teknologi budidaya apa yang bisa dikembangkan di lahan sempit dan atau minim sumber air,

Sumberdaya alam / ikan hasil tangkapan yang produksinya semakin menurun, sementara kebutuhan ikan kian meningkat baik untuk konsumsi maupun sebagai bahan tepung ikan. Hal ini juga menuntut adanya kajian-kajian yang mampu memberikan alternatif pilihan sumber daya ikan selain  hasil tangkapan di alam

Kualitas air cenderung menurun karena adanya pencemaran lingkungan.  Ini juga jadi masalah serius ketika kualitas media budidaya ikan tidak mendukung maksimal bagi tumbuh kembang ikan yang dibudidayakan.

Dengan sejumlah masalah tersebut di atas, maka teknologi bioflok menawarkan solusi sebagai salah satu alternatif yang bisa memecahkan permasalahan lahan, air, sumberdaya ikan di alam dan menurunnya kualitas air media budidaya.

Biofloc terdiri atas partikel serat organik yang juga kaya akan selulosa, partikel anorganik berupa kristal garam kalsium karbonat hidrat, biopolymer (PHA), bakteri, protozoa, detritus (dead body cell), ragi, jamur serta zooplankton.

Bakteri yang bisa ikut membentuk bioflok ini, antara lain adalah sebagai berikut;

Bacillus circulans

Bacillus coagulans

Bacillus licheniformis

Bakteri yang ikut membentuk floc ini memiliki fungsi dalam siklus nutrisi didalam sistem biofloc. Bakteri ini biasa disebut sebagai bakteri siklus fungsional, misalnya Bacillus licheniformis yang berperan dalam siklus nitrogen.

Biofloc di alam umumnya terdiri dari 5 jenis bakteri atau lebih, minimal satu atau lebih adalah bakteri pembentuk flok (penghasil exopolisakarida) dan bakteri yang lain dapat merupakan bakteri siklus fungsional yang dapat berfungsi dalam siklus bioremediasi dan nutrisi.

Formasi bioflok ini bisa terbentuk tidak secara tiba-tiba, tapi terbentuk dalam kondisi lingkungan tertentu. Factor yang mempengaruhi system bioflok ialah N/P rasio dan C/N rasio. N/P rasio serta C/N rasio harus diatas 20. Semakin besar N/P rasio serta C/N rasio maka floc yang terbentuk akan semakin baik.

Untuk bisa mengatur N/P rasio jalan terbaik adalah memperbesar N atau memperkecil P, untuk bisa memperbesar N dilingkungan tambak tidak mungkin dilakukan karena menambah ammonia dalam tambak akan membahayakan udang, jalan terbaik ialah memperkecil P dengan cara mengikat phosphate.

Sedangkan untuk bisa mengatur C/N rasio dilakukan dengan cara memperbesar C dengan penambahan unsure karbon organik, misalnya yaitu molasses. Didalam pakan itu sendiri sebenarnya telah ada unsure C ialah karbohidrat dan lemak, namun rasionya tidak mencukupi untuk bisa mencapai C/N rasio diatas 20.

II.  PELUANG DAN TANTANGAN

A. Budidaya Ikan Lele

Ikan lele merupakan salah satu komoditas yang mulai digemari masyarakat, selain budidayanya relatif mudah, ikan lele juga dikenal kuat dalam beadaptasi dengan kualitas air yang rendah (minim oksigen dan tinggi amoniak). Namun dibalik peluang yang terbuka lebar tersebut, masih ada masalah yang kerap dihadapi para pembudidaya sehubungan dengan potensi pencemaran lingkungan yang turut serta dalam kegiatan budidaya lele (polusi bau)

Seiring berkembangnya teknologi bioflok, masalah polusi bau yang dihadapi para pembudidaya berangsur-angsur bisa teratasi. Dengan menggunakan teknologi bioflok pada budidaya ikan lele polusi bau berkurang, air lebih hemat dan yang lebih menguntungkan lagi produksi meningkat


B. Budidaya Ikan Patin, Betok, Nila dan Gabus

Peluang usaha budidaya ikan patin, nila, betok, dan  gabus terbuka lebar, selain banyak digemari dimasyarakat, produk ikan ini juga jadi unggulan perikanan budidaya, selain menjadi komoditas dalam negeri, ikan ini juga merupakan komoditas ekspor.  Namun permasalahan yang kerap dikeluhkan oleh para pembudidaya adalah sulitnya meningkatkan produksi dalam kondisi luasan lahan yang tetap.  Padat tebarnya tidak bisa ditambah dan apabila ditambah tingkat mortalitas ikannya menjadi tinggi. 

Seiring berkembangnya teknologi bioflok, masalah ini juga telah dicarikan jalan keluarnya, dengan menggunakan teknologi bioflok padat tebar bisa ditingkatkan dan otomatis produksi juga menjadi lebih tinggi.

III. KELEBIHAN DAN KEKUARANGAN BIOFLOK

Adapun beberapa kerugian serta kekuarangan dari metode bioflok pada budidaya ikan, antara lain adalah sebagai berikut;

Keuntungan dari Sistem Bioflok

1. Yaitu pH relatif stabil

2. pH nya cenderung rendah, sehingga kandungan amoniak (NH3) yaitu relatif kecil.

3. Tidak tergantung pada sinar matahari serta aktivitasnya akan menurun bila suhu rendah.

4. Tidak perlu ganti air (sedikit ganti air) sehingga biosecurity (keamanan) tetap terjaga.

5. Limbah tambak (kotoran, algae, sisa pakan, amonia) didaur ulang serta dijadikan makanan alami berprotein tinggi.

6. Kemudian lebih ramah lingkungan.


Kekurangan Sistem Bioflok

1. Tidak dapat diterapkan pada tambak yang bocor/rembes karena tidak ada/sedikit pergantian air.

2. Memerlukan peralatan atau aerator cukup banyak sebagai suply oksigen.

3. Aerasi harus hidup terus (24 jam per hari).

4. Pengamatan harus lebih jeli serta sering muncul kasus Nitrit dan Amonia.

5. Bila aerasi kurang, maka akan bisa terjadi pengendapan bahan organik. Resiko munculnya H2S yaitu lebih tinggi karena pH airnya lebih rendah.

6. Kurang cocok pada tanah yang mudah teraduk (erosi). Jadi dasar harus benar-benar kompak (dasar berbatu atau sirtu, semen atau plastik HDPE).

7. Bila terlalu pekat, maka bisa menyebabkan kematian bertahap karena krisis oksigen (BOD tinggi).

8. Untuk itu volume Suspended Solid dari floc harus bisa selalu diukur. Bila sudah mencapai batas tertentu, floc harus dikurangi dengan cara konsumsi pakan diturunkan.

IV. CARA KERJA BIOFLOK

Teknologi bioflok mampu mengubah kondisi lingkungan dari yang sebelumnya mencemari dan berbahaya menjadi aman dan menguntungkan.

Kondisi media budidaya pada umumnya dapat dilihat pada gambar di bawah ini :


Ketika pemberian pakan pada ikan yang dibudidayakan, pakan akan di konsumsi oleh ikan dan menjadi kotoran, sementara yang tidak termakan olehnya akan mengendap didasar kolam atau jaring. Hasil endapan sisa pakan dan kotoran yang berlangsung dari waktu ke waktu, lama kelamaan akan mengalami proses pembusukan  dan   menjadi racun bagi lingkungan perairan tempat budidaya ikan.

Jika hal ini dibiarkan, maka kandungan oksigen akan cenderung rendah, bau media air menimbulkan polusi udara, tingkat kematian ikan cenderung tinggi dan angka produksi yang dihasilkan akan tidak sesusai dengan harapan

Namun dengan penerapan teknologi bioflok, maka kondisi media budidaya akan terjadi seperti gambar di bawah ini :


Prinsip dasar bioflok adalah mengontrol sistem budidaya dengan melibatkan bakteri mirobial dan bakteri heterotrof yang mampu memunculkan keseimbangan dalam kualitas air.  Ikan tetap makan dan mengeluarkan kotoran, namun kotoran yang mengendap akan diuraikan oleh bakteri yang ada dalam sistem bioflok menjadi sesuatu yang tidak lagi membahayakan bagi lingkungan perairan atau menjadi racun.


Bioflok terbentuk melalui beberapa tahap yaitu :

Bioflok di alam umumnya terdiri dari 5 jenis bakteri atau lebih, minimal satu atau lebih merupakan bakteri pembentuk flok (penghasil exopolisakarida) dan bakteri yang lain dapat merupakan bakteri siklus fungsional yang berfungsi dalam siklus bioremediasi dan nutrisi. Formasi bioflok ini terbentuk tidak secara tiba-tiba, tapi terbentuk dalam kondisi lingkungan tertentu.

Factor yang mempengaruhi sistem bioflok adalah N/P rasio dan C/N rasio. N/P rasio dan C/N rasio harus diatas 20. Semakin besar N/P rasio dan C/N rasio maka flok yang terbentuk akan semakin baik. 

Untuk mengatur N/P rasio jalan terbaik adalah memperbesar N atau memperkecil P, untuk memperbesar N dilingkungan kolam atau tambak tidak mungkin dilakukan dengan menambah ammonia karena akan membahayakan ikan/udang, jalan terbaik adalah memperkecil P dengan cara mengikat phosphate. 

Sedangkan untuk mengatur C/N rasio dilakukan dengan cara memperbesar C dengan penambahan unsur karbon organik, misalnya molasses. Didalam pakan itu sendiri sebenarnya sudah ada unsur C yaitu karbohidrat dan lemak, namun rasionya tidak mencukupi untuk mencapai C/N rasio diatas 20.

Sistem bioflok dirancang untuk budidaya di lingkungan yang sulit untuk meminimalkan ganti air dan meminimalkan kontak dengan lingkungan luar. Keunggulan sistem bioflok ini adalah dapat menghindari masuknya bibit penyakit dari luar, parameter air lebih stabil dan efek kerja bakteri lebih muncul.

SUMBER PUSTAKA


Anonim. 2018. Teknologi Bioflok. Di Download dari laman http://shrimp-biotek.com/index.php?option=com_content& view=article&id=53&Itemid=62

Ambari, M.2007. Seperti Apa Peran Teknologi Bioflok Untuk Ketahanan Pangan Nasional. Di Download dari laman http://www.mongabay.co.id/2017/05/28/seperti-apa-peran-teknologi-bioflok-untuk-ketahanan-pangan-nasional/

Materi Pertanian. 2018. Pengertian Bioflok, Manfaat, Kelebihan, dan Kekuarangannya. Di download dari laman https://dosenpertanian.com/pengertian-bioflok/

Sunyoto. 2016. Pemanfaatan Lahan Terbatas Untuk Budidaya Ikan Dengan Teknologi Biofloc. Banjar. Balai Perikanan Budidaya Air Tawar Mandiangin Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan


Buku-Buku Administrasi Kelompok Perikanan

 


I.  PENDAHULUAN

Pencatatan sangat diperlukan untuk mengetahui perkembangan kelompok perikanan dari waktu ke waktu.  Agar pengelolaan kelompok perikanan tertata dengan baik, maka kelompok harus memiliki buku catatan kelompok yang menyangkut tentang aktifitas dan perkembangan kelompok baik jumlah aset maupun usaha perikanan.

Administrasi kelompok adalah aktivitas pencatatan segala sesuatu yang ada kaitannya dengan keadaan dan perkembangan kelompok. Dengan adanya pembukuan administrasi didalam kelompok, perkembangan kelompok dari waktu ke waktu dapat termonitor.

Administrasi berasal dari Bahasa Latin “ad = intensif” dan ministrare = melayani, membantu, memenuhi”.  Administrasi merujuk pada kegiatan atau usaha untuk membantu.

Pada umumnya masalah yang timbul dalam kelompok karena tidak beresnya pembukuan administrasi. Maka dari itu, masalah pembukuan administrasi tidak dapat diabaikan begitu saja.  Pada prinsipnya semua hal kegiatan dan kejadian yang penting dalam pengelolaan kelembagaan kelompok, harus ada administrasinya.

Buku administrasi juga berperan sebagai saksi hitam di atas putih atas segala sesuatu yang pernah terjadi dalam perjalanan sebuah kelompok.  Pada saat kemampuan mengingat otak manusia ada batasanya, buku-buku administrasilah yang akan menggantikan peran tersebut.

Pada umumnya kegiatan pencatatan diurutkan berdasarkan kronologis kejadian (tanggal terjadinya transaksi atau kegiatan).  Hal ini diperlukan untuk melihat perjalanan sejarah administrasi agar jika ditemukan kesalahan pada suatu waktu dapat ditelusuri melalui catatan-catatan yang ada di buku administrasi untuk mengetahui asal-usul kesalahan.

Bagi kelompok perikanan, buku-buku administrasi ini akan menjadi barometer kinerja kelompok pada saat mengikuti perlombaan kelompok berprestasi.  Hal pertama yang dilakukan tim penilai adalah melihat buku-buku administrasi, karena dari buku-buku inilah tim penilai dapat mengetahui aktivitas kelompok yang dinilainya.  

Kelompok yang disiplin dalam pencatatan buku administrasi akan bisa menceritakan kondisi perkembangan kelompoknya melalui catatan-catatan yang ada dalam buku administrasi kelompoknya.  Tanpa harus banyak tanya jawab, catatan-catatan dalam buku administrasi sudah mampu untuk mewakili.


II.  KEGUNAAN ADMINISTRASI KELOMPOK

Dalam kelembagaan yang bernama kelompok perikanan (pokkan) apakah itu Kelompok Pembudidaya Ikan (POKDAKAN), Kelompok Usaha Bersama (KUB) Perikanan Tangkap, Kelompok Pengolahan dan Pemasaran Ikan (POKLAHSAR), Kelompok Masyarakat Pengawas (POKMASWAS) maupun Kelompok Garam Rakyat (KUGAR),  peran buku-buku administrasi tidak dapat diabaikan. Alasan utama kenapa buku-buku tersebut menjadi teramat penting keberadaannya tidak terlepas dari kegunaan dari isi buku-buku administrasi tersebut.

Menurut Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor: KEP.14/MEN/2012 tentang Pedoman Umum Penumbuhan dan Pengembangan Kelembagaan Pelaku Utama Perikanan, kegunaan adminstrasi kelompok antara lain adalah:

1.   Sebagai alat kontrol
Pemberian sanksi pada anggota kelompok yang tidak menjalankan kewajibannya sebagaimana yang di atur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) kelompok, memerlukan pembuktian yang otentik dari aturan yang isinya telah disepakati bersama.

Ambil contoh dalam AD/ART ada pasal yang menyebutkan bagi anggota kelompok yang tidak hadir sebanyak tiga kali berturut-turut dalam pertemuan kelompok, maka yang bersangkutan dapat dikeluarkan dari keanggotaan.  Fungsi buku daftar hadir dapat menjadi alat kontrol setiap anggota dalam memonitor kehadirannya pada setiap kegiatan kelompok.

2.   Sebagai alat dokumentasi
Pendokumentasian kejadian-kejadian yang muncul dalam dinamika kelembagaan kelompok, dapat dilacak waktu dan tempat pelaksanaanya semisal buku agenda surat yang bisa mengagendakan jenis surat yang masuk dan keluar, asal dan tujuan serta isi dari surat.

3.   Sebagai alat/bahan pengambilan keputusan
Khususnya dalam hal penerapan sanksi, buku-buku administrasi dapat menjadi bukti akan kapan keputusan penerapan sanksi pada seorang anggota bisa diambil.  Tentunya melalui catatan yang ada dalam buku administrasi.

4.   Sebagai alat monitirong/evaluasi kelompok
Misalnya ada kegiatan kelompok yang dijalankan dalam sekian waktu, pencatatan di buku kegiatan usaha bisa menjadi bahan monitoring dan evaluasi akan keberhasilan sebuah program kegiatan kelompok yang dijalankan.

5.   Sebagai alat memupuk kepercayaan anggota.
Adanya catatan kondisi keuangan kelompok dari waktu ke waktu menjadi alat kontrol yang baik dan meminimalisir kecurigaaan atas penyelewengan dana yang dihimpun dalam kas kelompok.

6.   Sebagai alat ukur keberadaan kegiatan kelompok
Ini dimaksudkan bahwa buku-buku administrasi kelompok dapat dijadikan alat ukur adanya kegiatan di dalam kelompok. Adanya buku kegiatan kelompok menjadi bukti bahwa kelompok juga memiliki kegiatan usaha yang dikelola secara kelompok di samping kegiatan usaha perikanan yang dijalankan secara perseorangan.

7.   Sebagai alat ukur pengembangan kelas kelompok
Capaian-capaian yang diraih kelompok dan terdokumentasi dalam buku-buku administrasi, dapat menjadi bahan pertimbangan bagi tim penilai kenaikan kelas kelompok untuk memutuskan layak tidaknya suatu kelompok untuk naik kelas.


III.  JENIS-JENIS ADMINISTRASI


Administrasi kelompok perikanan terbagi menjadi dua yaitu administrasi keuangan dan adminitrasi non keuangan.  Dua jenis administrasi ini memerlukan buku-buku administrasi masing-masing.  Administrasi keuangan adalah segala pencatatan yang ada hubungannya dengan uang dan administrasi non keuangan kebalikannya, yaitu segala pencatatan yang tidak ada hubungannya dengan uang. 

Jenis-jenis buku yang diperlukan adalah sebagai berikut :
A. Administrasi Keuangan
-  Buku Kas Kelompok
-  Buku Simpanan Anggota
-  Buku Iuran
B. Administrasi Non Keuangan
-  Buku Data Anggota Kelompok
-  Buku Kehadiran Peserta Rapat/Kegiatan
-  Buku Notulen Rapat
-  Buku Tamu
-  Buku Agenda Surat
-  Buku Kegiatan Kelompok
-  Buku Inventaris Kelompok
-  Buku Pola Tebar / Produksi Kelompok

IV.  BUKU ADMINISTRASI KELOMPOK DAN MANFAATNYA

a.      Buku Data Anggota Kelompok

Buku Data Anggota Kelompok adalah buku yang berisi tentang semua informasi mengenai anggota kelompok, termasuk mata pencaharian utamanya serta kepemilihan sarana prasarana dan/atau lahan usahanya.
Manfaat Buku Data Anggota Kelompok antara lain adalah: (1) menggambarkan potensi sumberdaya di dalam kelompok; dan (2) memudahkan tim pembina dan pihak lain dalam mempelajari potensi sumber daya manusia kelompok.

          Contoh Format Buku Data Anggota Kelompok    


b.      Buku Tamu Kelompok

Buku Data Tamu Kelompok adalah buku yang berisi tentang data-data tamu yang mengunjungi kelompok, baik sifatnya formal, non formal maupun informal.
Manfaat Buku Tamu Kelompok, antara lain adalah: (1) mengetahui siapa, darimana dan tujuan apa dan kapan tamu yang mengunjungi kelompok;  (2) membenahi dan mengoreksi kekurangan kelompok dari saran dan kesan yang ditulis tamu guna kemajuan kelompok; dan (3) mempermudah pencarian kontak person kepada tamu kelompok, jika dikemudian hari ternyata diperlukan.

         Contoh Format Buku Data Tamu 



c.      Buku Rencana Kegiatan Kelompok

Buku RencanaKegiatanKelompok adalah buku yang berisi tentang: (1) Apa yang akan dilakukan atau apa yang hendak dilakukan? (2) Bagaimana melaksanakannya atau apa yang harus dikerjakan? (3) Kapan melaksanakannya? (4) Siapa anggota kelompok yang akan melakukannya? (5) Berapa besar usaha yang akan dilakukan?
Manfaat Buku Rencana Kegiatan Kelompok, antara lain adalah: (1) Dipakai sebagai alat koordinasi; (2) Dapat memberikan “kepastian” mengenai masa depan atau membatasi “ketidakpastian”; (3) Tersedianya alat ukur terhadap prestasi  yang akan dicapai dan alat pengendalian (control) jalannya kegiatan kelompok; (4) Peningkatan produktifitas (efektifitas dan efisiensi) karena memfokuskan pada sasaran; dan (5) Terbentuknya kerja sama, dukungan dan peran serta anggota kelompok.

         Contoh Format Buku Rencana Kegiatan Kelompok



d.      Buku Pola Tebar/Produksi Kelompok

Buku Pola Tebar/Produksi Kelompok adalah buku yang berisi tentang data-data waktu penebaran benih/induk dan estimasi panennya dalam periode waktu tertentu. Manfaat Buku Pola Tebar/Produksi Kelompok adalah untuk mengetahui pola usaha kelompok dan perkiraan panen/ produksi/ penjualan.

          Contoh Format Buku Agenda Surat Kelompok



e.      Buku Agenda Surat Kelompok

Buku Agenda Surat Kelompok adalah buku yang berisi tentang data surat-surat yang masuk atau surat-surat yang dikeluarkan oleh kelompok dalam periode waktu tertentu. Manfaat Buku Agenda Surat Kelompok adalah: (1) untuk mengetahui arus surat masuk dan keluar; (2) mempermudah pengarsipan dan penelusuran tindak lanjut surat.

         Contoh Format Buku Agenda Surat Kelompok



f.       Buku Inventaris Barang/Alat Kelompok

Buku Inventaris Barang/Alat Kelompok adalah buku yang berisi tentang data-data barang/alat yang menjadi inventaris kelompok dan/ atau barang yang dibeli bersama oleh anggota kelompok. Manfaat Inventaris Barang/Alat Kelompok adalah: (1) untuk mendata barang/alat yang dimiliki oleh kelompok; (2) memudahkan pengelolaan barang/alat yang dimiliki kelompok; dan (3) memudahkan penelusuran kepemilikan barang/alat yang ada dalam kelompok.

         Contoh Format Buku Inventaris Barang/Alat Kelompok



g.      Buku Daftar Hadir Pertemuan Kelompok


Buku Daftar Hadir Pertemuan Kelompok adalah nama dan tanda tangan anggota yang hadir pada rapat/ pertemuan/ kegiatan kelompok. Manfaat Daftar Hadir Pertemuan Kelompok adalah:(1) untuk mengetahui tingkat keaktifan anggota dalam kegiatan-kegiatan kelompok; (2) sebagai data penguat keputusan yang diambil sewaktu rapat/ pertemuan.

         Contoh Format  Buku Daftar Hadir Pertemuan Kelompok



h.      Buku Notulen Rapat/Pertemuan Kelompok

Buku Notulen Rapat/ Pertemuan Kelompok adalah buku catatan atas segala sesuatu yang terjadi dalam rapat/ pertemuan kelompok; termasuk di dalamnya kesimpulan/ keputusan yang diambil pada saat kegiatan tersebut. Manfaat Notulen Rapat/ PertemuanKelompok adalah:(1) Sebagai catatan pembahasan kegiatan rapat/ pertemuan kelompok baik yang telah dilaksanakan maupun rencana tindaklanjut; (2) memudahkan dalampembahasan masalah dan pemecahan masalah baik di lapangan maupun dalam kelompok.

          Contoh Format Buku Notulen Rapat/Pertemuan Kelompok

 

i.       Buku Kas Kelompok

Buku Kas Kelompok adalah buku catatan transaksitunai dan transaksi bank dari kelompok. Manfaat Buku Kas Kelompok adalah: mendata keluar masuk dan saldo keadaan keuangan kelompok.

          Contoh Format Buku Kas Kelompok



j.       Buku Tabungan/Iuran Kelompok

Buku  Tabungan/Iuran Kelompokadalah catatan pemasukan kas kelompok yang berasal dari iuran wajib, iuran sukarela, tabungan wajib dan tabungan sukarela anggota masing-masing anggota kelompok. Manfaat Buku Tabungan/Iuran Kelompok adalah:(1) mendata keluar masuk dan saldo keadaan keuangan kelompok; (2) mengetahui jumlah iuran dan tabungan setiap bulan dan setiap tahunnya; dan (3)memudahkan pelacakan status iuran dan tabungan anggota kelompok 

         Contoh Format Buku Tabungan/Iuran Kelompok



 k.     Buku Pinjaman Anggota Kelompok

Buku  Pinjaman Anggota Kelompok adalah catatan terhadap semua informasi pinjaman yang diberikan pada anggota, secara individu (termasuk masalah pinjaman, tujuan pinjaman, jadwal pengembalian bunga, pengembalian pinjaman, hutang yang belum lunas dan melampaui batas waktunya. Manfaat Buku Pinjaman Anggota Kelompok adalah menginventarisir besaranpinjaman anggota kelompok serta pengembalian pinjaman anggota kelompok. 

         Contoh Format Buku Pinjaman Anggota Kelompok




V. PENUTUP

Dengan adanya buku-buku administrasi kelompok, anggota kelompok khususnya pengurus harus sudah membiasakan diri untuk mengisi buku-buku administrasi tersebut secara baik dan benar.  Kedisiplinan pengurus dalam melakukan pembukuan secara berkala dapat mewujudkan kelembagaan kelompok yang tertib administrasinya.

Alasan menunda pencatatan dalam buku administrasi setelah adanya kejadian yang memerlukan pencatatan, hanyalah akan menimbulkan potensi berkurangnya kualitas informasi yang akan dibukukan.  Atas dasar itulah, kerjasama anggota satu dengan lainnya diperlukan agar tidak ada lagi penundaan dalam kegiatan pencatatan administrasi di dalam buku-buku administrasi.

SUMBER PUSTAKA

Fify, Apriani. 2019. Administrasi Kelompok Perikanan. didownload dari laman  https://apriyanispi90.blogspot.com/2019/10/administrasi-kelompok-perikanan.html

Razi F., 2011. Membangun Kelembagaan Pelaku Utama Perikanan yang Dinamis dan Mandiri. Pusat Penyuluhan Kelautan dan Perikanan BPSDMKP, Jakarta.

Rosadi, dkk. Modul Kelompok Mandiri. Bimtek Tenaga Pendamping Desa Program IFAD. 2016

Santosa S., 2004. Dinamika Kelompok Edisi Revisi. Penerbit: Bumi Aksara, Jakarta.

Tim Pusbangluh, 2008. Modul Pembinaan dan Pengembangan Kelembagaan Penyuluhan Perikanan. Pusat Pengembangan Penyuluhan BPSDMKP, Jakarta.