Friday, April 15, 2022

8 Teknik Pengawetan Ikan


Pengawetan pada ikan segar bisa membuat ikan lebih tahan lama dari biasanya. Ada banyak ikan yang diawetkan dengan menggunakan bahan kimia, namun tentu saja itu kurang baik bagi kesehatan. Pastikan Anda bisa mengawetkan ikan dengan cara yang alami dan hindari pengawetan menggunakan bahan kimia seperti formalin. 

Ikan adalah jenis makanan yang memiliki protein dan kandungan vitamin yang sangat baik bagi tubuh manusia. Ikan juga bisa diolah menjadi banyak masakan yang lezat serta menyehatkan. Sayangnya, ikan seringkali mudah membusuk dalam hitungan hari dan butuh pengawetan yang tepat. Melalui pengawetan tentunya ikan akan bisa dikonsumsi dan disimpan dalam waktu yang lama. Saat ini ternyata ada banyak cara dan bahan yang dapat digunakan untuk proses mengawetkan ikan secara alami. 

Pengawetan sendiri diartikan sebagai suatu teknik atau tindakan yang lakukan oleh manusia pada suatu bahan pangan dengan cara yang sedemikian rupa, sehingga hasilnya bahan tersebut tidak mudah rusak (mundur mutu atau mengalami pembusukan). Proses pengawetan ikan dan pengolahan ikan yang baik dan benar akan membuat ikan menjadi awet serta dapat didistribusikan ke berbagai daerah dengan jangkauan lebih luas dan waktu tempuh yang lebih panjang. Anda dapat mempelajari macam-macam cara mengawetkan ikan dengan mengikuti 8 (delapan) teknik seperti berikut :

1. Penggaraman

Garam bisa mengeringkan mikroba melalui proses osmosis atau menyerap air dari ikan. Cara pengawetan ini bisa mencegah timbulnya jamur, menghambat tumbuhnya bakteri yang ada pada tubuh ikan, serta mencegah munculnya bau yang tidak sedap. Pembusukan makanan akan menjadi lebih lambat jika seluruh bagian tubuh ikan dilumuri dan ditutupi dengan garam. Ikan yang diawetkan dengan teknik seperti ini bisa bertahan hingga berminggu-minggu. Proses pengawetan dengan garam tidak hanya membuat ikan tahan lebih lama, tetapi juga bisa sekaligus menambah cita rasa ikan. Usai digarami, ikan biasanya akan diproses pengeringan menggunakan perlengkapan khusus atau dijemur di bawah sinar matahari hingga kering.

2. Pendinginan

Air adalah salah satu faktor rusaknya kualitas makanan. Oleh karena itu, Anda bisa menggunakan salah satu teknik ini agar mencegah tumbuhnya bakteri dan jamur pada air. Pendinginan ikan bisa menggunakan bahan es. Biasanya, teknik yang satu ini membutuhkan tempat yang dingin seperti kulkas atau freezer agar ikan dan air yang ada di dalamnya bisa membeku. Semua mikroorganisme tidak dapat bertahan di tempat yang beku. Dengan menggunakan teknik pendinginan, ikan tidak akan membusuk dan kabar baiknya ialah kualitas ikan tidak mengalami perubahan secara signifikan. Teknik yang satu ini cukup sering digunakan oleh banyak nelayan modern atau kapal-kapal pencari ikan yang berskala besar.

3. Pengeringan


Teknik yang satu ini membuat kadar air dalam ikan akan jauh berkurang. Hal ini disebabkan karena air bisa membuat ikan menjadi busuk lebih cepat. Semakin sedikit kandungan air di dalam ikan, maka daya tahan ikan juga akan semakin lama. Anda bisa menjemur ikan di bawah terik sinar matahari, atau bisa juga memanfaatkan alat memanggang seperti oven atau microwave. Suhu maksimum untuk teknik ini adalah 45 derajat Celcius agar kadar air 25-30 persen bisa hilang dari berat per 100 gram.


4. Pengalengan


Teknik yang satu ini sudah banyak diimplementasikan oleh berbagai industri modern. Agar ikan tetap awet hingga waktu yang lama, kemasan kaleng harus dalam keadaan steril dan hampa udara. Pasalnya, mikroorganisme tidak akan hidup dalam kaleng dengan kondisi seperti itu. Selain itu, kaleng ikan juga harus dihindarkan dari tempat-tempat yang bisa merusak kualitas kondisi ikan di dalamnya. Misalnya, tempat yang lembap, terkena sinar matahari langsung atau kaleng kemasan rusak maupun penyok. Ikan yang sudah dikemas dalam kaleng biasanya juga sudah diberi bumbu saus tomat.

5. Penyinaran


Teknologi yang semakin modern membuat teknik pengeringan ikan juga terkena dampaknya. Teknik menggunakan sinar, ternyata juga bisa memperlambat pertumbuhan mikroorganisme. Sinar ini adalah sinar ultraviolet atau sinar gamma yang efektif mencegah bakteri dan membunuhnya sekaligus. Ikan yang disimpan di tempat yang telah dilengkapi alat pemancar sinar, kualitasnya tidak akan berubah serta bisa bertahan lebih lama. Cara pengawetan ini biasanya dilakukan oleh pabrik makanan kemasan berskala besar karena menggunakan peralatan canggih, modern dan tentunya berharga mahal. Dengan bantuan sinar gamma atau sinar UV, kemasan kaleng bisa lebih steril dan mencegah kemunculan bakteri atau perkembangan jamur. Alhasil, ikan di dalam kaleng akan lebih awet dalam jangka waktu yang lama.

6. Pickling atau Pickled

Teknik yang satu ini adalah teknik dengan menambahkan bahan dapur berupa cuka atau bumbu rempah ke badan ikan. Setelah itu, ikan akan dikemas dalam wadah kaca serta disimpan di dalam kulkas atau freezer. Metode ini merupakan cara pengawetan bahan makanan yang tertua di muka bumi. Negara-negara di wilayah Eropa barat sudah lumrah menggunakan cuka untuk mengawetkan makanan selama berbulan-bulan. Ikan yang diawetkan dengan cuka atau pickling bahkan kini masih bisa dijumpai di berbagai restoran di Eropa sebagai hidangan pembuka.


7. Pengasapan


Asap mengandung kandungan fenol sebagai antimikroba sehingga mikroorganisme akan mati dan tidak berkembang. Jenis kayu dan bahan bakar yang digunakan untuk teknik pengasapan harus diperhatikan. Karena akan menentukan seberapa banyak tingkat asap dan efeknya untuk kualitas ikan. Disarankan untuk memilih bahan bakar alami dan organik seperti kayu, ranting pohon, tongkol jagung, batok kelapa, sabut kelapa, atau bisa juga menggunakan ampas tebu agar asapnya tidak membuat rasa ikan berbau sangit. Keunggulan lain dari teknik mengawetkan ikan dengan cara pengasapan adalah ikan bisa bertahan lebih lama hingga hitungan bulan. Selain itu, ikan yang diasap biasanya dipilih jenis ikan yang tidak memiliki kandungan lemak tinggi. Misalnya seperti ikan pindang, ikan tongkol, ikan cakalang, dan sebagainya.


8. Fermentasi

Bekasam merupakan salah satu produk fermentasi ikan tradisional yang banyak dikenal oleh masyarakat. Ikan yang dapat diolah menjadi bekasam adalah ikan air tawar seperti ikan sepat, ikan lele, ikan gabus, ikan nila, ikan mas, ikan wader, dan ikan mujair. Bekasam dibuat sebagai salah satu upaya masyarakat terdahulu untuk mengawetkan ikan pada saat musim panen. Banyaknya jumlah ikan dan belum tersedianya fasilitas untuk mengawetkan makanan pada suhu rendah, membuat masyarakat mencoba berbagai cara pengolahan ikan agar ikan tidak terancam busuk. Fermentasi pada bekasam dilakukan secara tradisional dengan memanfaatkan fermentasi alami/spontan. Proses fermentasi tidak hanya dilakukan dengan menambahkan garam pada bahan, melainkan dilakukan pula penambahan nasi sebagai sumber karbohidrat untuk pertumbuhan mikroorganisme. Karbohidrat akan diurai menjadi gula sederhana oleh mikroorganisme, kemudian akan diubah menjadi asam laktat, etanol, asam asetat, asam format, dan CO2. Hasil fermentasi inilah yang akan memberikan rasa dan aroma khas bekasam. Sebelum dikonsumsi, bekasam dimasak terlebih dahulu dan kemudian disantap sebagai lauk untuk menyantap nasi.


Umumnya, pembuatan bekasam secara tradisional diawali dengan pembersihan ikan dari sisik dan isi perut, kemudian dilakukan pencucian ikan dengan air mengalir untuk menghilangkan kotoran dan darah apabila masih ada yang menempel. Kemudian ditempatkan dalam toples dan dicampur dengan garam serta nasi. Selanjutnya toples ditutup dan disesuaikan agar rongga udara antara tutup dengan ikan yang akan difermentasi hanya tersisa sedikit rongga saja. Hal ini disebabkan bakteri asam laktat yang diharapkan memfermentasi ikan dapat tumbuh pada kondisi sedikit oksigen. Selanjutnya toples dibiarkan selama 7 hari pada suhu ruang untuk memberikan kesempatan terjadinya fermentasi secara alami/spontan.


DAFTAR PUSTAKA

Admin. 2018. Bekasam: Fermentasi Ikan yang Menggugah Selera. Didownload dari laman https://kanalpengetahuan.tp.ugm.ac.id/menara-ilmu/2018/1329-bekasam-fermentasi-ikan-yang-menggugah-selera.html

Andaresta, Luke. 2022.  7 Cara Mengawetkan Ikan supaya Tahan Lama. Didownload dari laman https://hypeabis.id/read/9902/7-cara-mengawetkan-ikan-supaya-tahan-lama

Syukur, Abdul. 2016. 6 Proses Pengawetan Ikan Populer di Dunia. Didownload dari laman https://www.femina.co.id/food-trend/6-proses-pengawetan-ikan-populer-di-dunia

Taufiqullah. 2020. Pengawetan Ikan. Didownload dari laman https://www.tneutron.net/blog/pengawetan-ikan/

Sunday, February 6, 2022

Diversifikasi Produk Olahan Ikan

 


NUGGET IKAN

Nugget adalah salah satu jenis makanan instan yang digemari segala usia khususnya anak-anak.  Makanan yang satu ini memang nikmat dan tak jarang oleh pembuatnya dikemas dengan tampilan yang sedemikian lucunya hingga anak-anak terpikat.  Untuk mendapatkannya cukup mudah karena nugget sudah     banyak     dijual di pasaran.  Namun satu hal yang perlu diperhatikan, apakah nugget yang tersedia dipasar tersebut benar-benar aman? Ingat, makan instan, apapun jenisnya akan menggunakan pengawet, dan dalam jumlah tertentu akan berakibat buruk bagi kesehatan.  Untuk itu kenapa tidak kita membuatnya sendiri, Berani coba? Berikut ini kami sajikan cara membuat nugget ikan.  Kenapa Ikan? Karena ikan tinggi protein dan sangat baik bagi kesehatan, selain itu tentu nikmat !


A.  Siapkan Bahan-Bahan

• Tepung terigu 1 ons.  Pilih yang mengandung protein sedang,

• Fillet ikan 6 ons (Ikan Patin/ Kakap/ Tenggiri/ Ikan lainnya sesuai selera Anda)

• Tepung panir atau bisa juga roti secukupnya

• Dua buah wortel.  Bersihkan dan parut kasar

• Merica bubuk dan garam halus masing-masing ½ sendok teh

• Bawang merah sebanyak 4 siung, bersihan kemudian dihaluskan

• Bawang putih sebanyak 3 siung, bersihkan dan haluskan

• Telur untuk dikocok seperlunya

• Minyak untuk menggoreng secukupnya

Bahan  baku  nugget ikan  bisa  terdiri  dari  ikan  yang  mudah  dan  murah  di dapat pada pasar tradisional atau tempat pelelangan ikan. Tekstur daging ikan sangat  mempengaruhi  hasil  nugget  donut  oleh  karena  itu  sebaiknya  memilih ikan  yang  berdaging  lembut  atau  tidak  liat (keras). 

Ada beberapa alternatif ikan yang biasa di gunakan seperti Ikan kakap, Ikan Tenggiri, Ikan Gabus, Ikan gurame, Ikan lele dan ikan patin. Ikan-ikan  yang  di  pilih  merupakan  ikan  yang  selalu  ada  di  pasaran sehingga  bagi  pengusaha  nugget ikan  dengan  mudah  memperolehnya  dengan harga  yang  tidak  terlalu  mahal  tentunya.  Akan  tetapi  tidak  juga  menutup kemungkinan ikan lainnya tergantung dengan selera dan ketersedian pasar dan permintaan  dan  juga  musim  (cuaca)  kalau  mengandalkan  hanya  ikan  laut, maka  sebagai  alternatif  juga  bisa  digunakan  ikan  air  tawar  yang  banyak terdapat dipasar

B. Meracik Nugget Ikan

Setelah semua bahan siap, saatnya Anda mengolah nugget.  Berikut langkah-langkahnya :

  1. Pertama, haluskan fillet ikan.  Bisa juga diblender.  Setelah itu campurkan dengan bahan halus lainnya, dan diaduk hingga semua bercampur merata.
  2. Masukkan adonan ke dalam satu Loyang yang sebelumnya sudah diolesi dengan minyak agar tidak lengket.
  3. Ratakan permukaannya dengan benar agar tampilannya lebih menarik.
  4. Kukus adonan sampai matang dan dinginkan setelahnya
  5. Selanjutnya simpan di tempat yang aman dan atau lebih baik di dalam lemari pendingin.  Setelah mengeras Anda bisa mengeluarkannya dari Loyang dan dipotong sesuai selera Anda.
  6. Setelah nugget tersedia siapkan telur yang telah dikocok dan juga tepung roti,
  7. Sebelum digoreng, nugget dicelup sempurna kedalam telur dan selanjutnya dibalurkan ke dalam butir tepung roti,

      8. Goreng di dalam minyak dengan api sedang.  Angkat saat warnanya berubah keemasan dan 
          sajikan dalam keadaan hangat.


BAKSO IKAN

Bakso merupakan jenis makanan yang sangat populer di Indonesia, yang umumnya di buat dari daging sapi. Namun dewasa ini bakso yang dibuat dari daging ikan sudah banyak dijumpai di pasaran. Jenis ikan yang sering di gunakan sebagai bahan mentah umumnya adalah ikan tenggiri yang harganya relatif mahal.


Bakso ikan yang kaya protein dan rendah lemak, tidak seperti bakso sapi yang berlemak.

Kalori

Bakso ikan  rendah kalori, bakso ikan bisa jadi pilihan makanan bagi mereka yang ingin menurunkan berat badan.

Protein

Seperti hidangan lainnya yang terbuat dari seafood, bakso Ikan kaya akan protein. Protein sangat penting bagi kesehatan Anda karena memberikan tubuh Anda dengan asam amino, membangun jaringan sel-sel molekul.

Lemak

Bakso ikan berbeda dengan bakso daging sapi, bakso ikan lebih rendah lemak. Setiap porsi 100-gram Baso ikan hanya mengandung 1 gram lemak, tanpa lemak jenuh. dengan lemak padat kalori, penting untuk menyediakan energi, membantu dalam penyerapan vitamin dan memastikan pertumbuhan yang sehat, sehingga sangat merekomendasikan makan diet yang terdiri dari antara 20 dan 35 persen kalori dari lemak.

Karbohidrat

Bakso ikan relatif rendah karbohidrat

Vitamin dan Mineral

Bakso ikan memberikan beberapa manfaat gizi, Ikan adalah sumber besar vitamin dan mineral. Tubuh Anda membutuhkan vitamin dan mineral untuk melaksanakan fungsi metabolisme penting untuk kesehatan yang optimal.

Dalam rangka mengurangi bahan mentah dan sekaligus manfaat daging ikan yang selama ini masih terbatas pengolahannya, dibawah ini di coba diperkenalkan pengolahan bakso dengan menggunakan bahan dasar daging ikan.


A. Bahan,Bumbu dan Alat

      a.  Bahan : Daging ikan yang segar    10 kg

      b.  Bumbu- bumbu : 

             - Tepung tapioka 20 % 

             - Garam 3 %

             - MSG 0,3 %

             - Air es 30 – 60 %

             - Lada  0,5 %

             - Bawang merah : Bawang putih (2:1) 2%

  B. Alat

             - Pisau

             - Giling daging atau meat sperator

             - Mixer atau lumbang dengan penumbuknya

             - Blender atau cobek

             - Pan-pan atau baskom

             - Panci perebus


C. Prosedur Pengolahan

  1. Daging di haluskan dan dipisahkan dengan serat-seratnya dengan cara digiling atau dengan cara menggunakan meat sperator.

        2. Daging yang sudah halus dilumatkan lagi dengan ditambahkan garam halus dan bumbu-bumbu 
            lainnya.
        3. Ditambahkan tapioka, kemudian pengadukan dilanjutkan sampai adonan homogen
        4. Dicetak menurut ukuran yang di kehendaki dan dimasukan kedalam air hangat

            
            5. Direbus sampai matang  ( mengapung)


D. Rangkuman

   Specifikasi Produk Akhir  dari bakso ikan adalah;

- Kadar air             : 69 – 73 %

- Lemak                : 0,6 – 0,9 %

- Protein                 : 17 – 19 %

- Garam                  : 1,1 – 1,3 %

- Rendemen            : 56,4 % 

- Daya awet            : 32 hari ( di simpan pada Suhu dingin).


SOSIS IKAN



Untuk menambah jumlah variasi makanan berbahan ikan, perlu kiranya melakukan berbagai inovasi olahan produk berbahan ikan selain pentol, nugget dan kerupuk yang sudah sering kita dengar.  Sosis Ikan salah satunya, Sosis merupakan salah satu makanan yang paling populer di seluruh dunia. Meski lahir di Jerman, namun kini sosis sudah bisa ditemukan di berbagai belahan dunia termasuk Indonesia. Sosis biasanya dijual dalam bentuk frozen dan bisa disimpan dalam waktu lama untuk sewaktu-waktu diolah menjadi berbagai sajian lezat

Jika selama ini sosis banyak dibuat dari daging sapi atau ayam, tidak salahnya mengganti daging sapi dan ayam ini dengan daging ikan..

Mengingat harga daging sapi lumayan mahal dan akan berpengaruh pada harga jual produk olahannya, tentunya menjadi nilai plus tersendiri  bagi daging ikan yang secara umum harganya relative murah ditambah kandungan gizinya yang tak kalah tinggi.  Apalagi kandunganomega 3 yang ada pada ikan, tentunya akan nilai plus lainnya untuk dijadikan bahan baku produk olahan dalam hal ini sosis.

Selain digoreng dengan kompor maupun dipanggang menggunakan mesin pemanggang, sosis juga dapt dijadikan toping pelengkap makanan untuk menambah cita rasa. Seperti contohnya pada pizza, telur, dll.

Nah, pada kesempatan kali ini kita akan mencoba membuat resep sosis ikan patin. Dipilihnya ikan patin karena ikan ini dipercaya memiliki kandungan gizi yang tinggi dan harga yang relatif murah.

A. Alat

Adapun alat-alat yang diperlukan untuk membuat sosis ikan patin adalah sebagai berikut :
1. Blender Daging
2. Blender Biasa
3. Timbangan
4. Pisau
5. Nampan
6. Baskom kecil
7. Casing/Tuangan/Plastik Pembungkus Sosis

B. Bahan-Bahan 

1. Fillet Ikan Patin 500 gr
2. Es Serut         150 gr
3. Tepung Tapioka 3 sdm
4. Garam Halus         1 sdt
5. Gula Halus         1 sdt
6. Merica Bubuk         ½ sdt
7. Ketumbar Bubuk ½ sdt
8. Cicangan Bawang Putih  1 sdm
9. Putih Telur         1 butir
10. Minyak  Goreng 100 ml
11. Penyedap Rasa secukupnya

C. Proses Pembuatan

Untuk proses pembuatan sosis ikan patin dapat dilakukan dengan langkah berikut :
1.  Bersihkan terlebih dahulu semua ikan patin dengan air bersih sampai bersih. Kemudian  ikan patin 
     tersebut difillet untuk memisahkan daging dengan kepala, ekor, kulit, ataupun tulang.

2.  Setelah jadi fillet, bersihkan kembali fillet dan dipotong kecil-kecil lalu lumatkan menggunakan 
     blender daging dan timbang hasilnya hingga mencapai 500 gr,
3.  Masukkan es serut ke dalam blender biasa diikuti fillet ikan yang telah dilumatkan, bawang putih,  
     garam, merica, ketumbar, gula, putih telur dan penyedap rasa untuk kemudian di blender sampai 
     rata,
4.  Setelah adonan rata diblender, tuangkan kedalam wadah (baskom kecil) dan masukkan minyak 
     goreng.  Aduk-aduk sampai rata.
5.  Setelah adona  n dan minyak tercampur rata masukkan bahan terakhir yaitu tepung tapioka dan aduk      lagi sampai homogen.
6.  Jika sudah tercampur rata maka adonan sosis sudah siap dimasukkan ke dalam casing atau tuangan 
     sosis yang dalam hal ini bisa menggunakan plastik panjang dengan panjang perselonsong 15-20 cm.


7.  Setelah dimasukkan ke dalam casing/tuangan/plastik pembungkus sosis, tahap selanjutnya adalah 
     proses perebusan dengan menggunakan air mendidih selama kurang lebih 15 menit sampai sosis 
     menjadi matang (masak).  Masaknya sosis di tandai dengan mengapungnya sosis di atas air rebusan 
     atau terjadinya perubahan warna sosis yang semula putih menjadi ke abu-abuan.
8.  Apabila sosis sudah masak, angkat dan tiriskan untuk kemudian dibiarkan dingin agar memudahkan      proses pemotongan menjadi ukuran panjang yang dikehendaki.
9.  Sampai pada proses ini sosis sudah bisa dimakan atau apabila ingin dilanjutkan menjadi produk    
     sosis goreng maka sosis yang telah dipotong kecil-kecil tadi dapat digoreng dimana sebelum masuk 
     ke dalam minyak panas celupkan sosis terlebih dahulu ke dalam telur yang telah dikocok terlebih 
     dahulu.

BOLA BOLA IKAN


Beragamnya bentuk olahan dalam rangka diversifikasi produk olahan berbahan ikan, memberikan banyak pilihan bagi ibu-ibu rumah tangga untuk menyajikan makanan berbahan ikan dalam bentuk beraneka ragam, diantaranya dengan mengolah produk- produk fish jelly. Usaha ini dapat menarik minat masyarakat dalam memilih makanan olahan dari ikan. Karena seperti diketahui bahwa di beberapa daerah ada kecenderungan malas enggan untuk memakan Ikan yang disebabkan oleh rasa dan bau amis yang melekat pada ikan disamping duri yang dikandung ikan. Dengan diversifikasi olahan maka bau dan rasa dapat disesuaikan dengan kebutuhan atau selera yang diinginkan.

Sebelum melakukan sebuah kegiatan pengolahan produk berbahan ikan, ada baiknya kita ketahui terlebih dahulu mengenali ikan yang baik untuk dijadikan bahan baku produk olahan.  Apakah nugget, sosis, bakso atau bola-bola ikan yang akan diulas pada leaflet kali ini.  Adapun ciri-ciri ikan segar yang baik untuk dijadikan bahan baku adalah sebagai berikut :
  •   Warna kulit terang dan cerah. 
  •   Daging ikan bila ditekan terasa kenyal.
  •   Mata jernih menonjol dan cembung*.
  •   Sisik ikan segar masih kuat melekat kuat dan mengkilat, sisik masih utuh tidak banyak yang        lepas.
  •   Insang berwarna merah.
  •   Sirip kuat.
  •   Kulit dan daging ikan tidak mudah robek, terutama pada bagian perut. Dan tidak berbau busuk.
  •   Untuk warna mata, tekstur dan warna ikan, tergantung pada jenis ikan

Setelah mengetahui ciri-ciri dari ikan segar yang baik untuk dijadikan bahan baku pengolahan produk berbahan ikan, baru kita masuk kepada cara membuat bola-bola ikan.  

BOLA IKAN GABUS TAHU

Bahan-bahan

- 6 porsi
- 4 potong tahu putih
- 150 gram ikan gabus giling
- 2 butir telur utuh
- 100 ml susu cair
- 5 butir bawang merah
- 3 butir bawang putih
- 1 sdt garam
- 1 sdt lada
- 1 sdt kaldu jamur

Langkah Pembuatannya

1.  Haluskan tahu dan tambahkan ikan gabus giling aduk sampai merata dengan menambahkan susu 
     cair sedikit demi sedikit sampai habis
2.  Haluskan bawang merah, bawang putih tambahkan lada, garam, dan kaldu jamur aduk sampai rata
3.  Campur adonan tahu, ikan dan susu dengan bahan halus tambahkan telur yang sudah dikocok 
     terlebih dahulu aduk sampai merata
4. Siapkan wajan cetakan kue takoyaki dan masukan adonan ke dalam wajan sampai habis letakkan di 
     atas api kecil tutup wajan masak sampai matang dan adonan dibalik supaya matangnya rata... dan 
     siap dihidangkan...
 


BOLA-BOLA IKAN GABUS

Bahan-bahan

- 300 gram daging ikan gabus, haluskan dengan blender
- 100 gram tepung terigu
- 50 gram tapioka
- 1 buah jeruk nipis
- secukupnya air
- 1 butir Telur
- secukupnya tepung panir
- minyak goreng
- bumbu halus
- 3 siung bawang putih
- 1 cm jahe
- secukupnya merica bubuk
- secukupnya Garam

Langkah

1.  Cuci bersih fillet ikan gabus, beri perasan jeruk nipis, diamkan 10menit, cuci bersih lagi, kemudian 
     haluskan dengan menggunakan blender.
2.  Letakkan ikan dalam wadah, masukan bumbu halus, lalu terigu dan tapioka, uleni dengan ditambah 
     air sedikit demi sedikit sampai kalis. Bentuk bulat atau sesuai selera.
3.  Kocok lepas telur, masukan bola ikan dalam telur, lalu balur dengan tepung panir. Goreng hingga 
     matang.



DAFTAR PUSTAKA

Alpianjacob333. 2019. Cara Membuat Sosis Ikan Tongkol yang Enak dan Nikmat. didownload dari  laman https://medium.com/ @alfianjacob333/cara-membuat-sosis-ikan-tongkol-yang-enak-dan-nikmat-23f802bb4cf9

Apriliyanty, Virny. 2019. Cara Membuat Bakso Ikan Kenyal Tanpa Boraks dan Pengenyal. didownload  dari laman https://sajiansedap.grid.id/read/101660997/cara-membuat-bakso-ikan-kenyal-tanpa-boraks-dan-pengenyal?page=all

Fimela. 2012. Resep Praktis Dan Sehat Fish Nugget. Didownload dari laman https://www.fimela.com/  lifestyle/read/3714111/resep-praktis-dan-sehat-fish-nugget. 

https://text-id.123dok.com/document/rz3j268my-manfaat-diversifikasi-produk-olahan-dari-ikan- prinsip-prinsip-dasar-yang-penting-dalam-pembuatan-produk-fish.html

Lastri. 2017. Bola Ikan Gabus Tahu. Didownload dari laman https://cookpad.com/id/resep/2237535-bola-bola-ikan-%F0%9F%90%9F?via=search&search_term=bola%20bola%20ikan%20gabus

Lukman, Lucia Luthfania Lunadhifa. 2015. Bola-Bola Ikan Gabus. Didownload dari laman https://cookpad.com/id/resep/2237535-bola-bola-ikan-%F0%9F%90%9F?via=search&search_term=  bola%20bola%20ikan%20gabus

Media Penyuluhan Perikanan Pati 2011.  Pembuatan Sosis Ikan Yang Bergizi. didownload dari laman  http://mediapenyuluhanperikananpati.blogspot.com/2011/03/pembuatan-sosis-ikan-yang-bergizi.html

Markaindo. 2015. Lezatnya Sosis Ikan yang Kaya Protein. didownload dari laman http://www. markaindo.co.id/id/publikasi/lezatnya-sosis-ikan-yang-kaya-protein/

Nusantara, Bastos. 2017. Manfaat Bakso Ikan. didownload dari laman https://jagonyabasreng.wordpress.com/2017/01/30/manfaat-bakso-ikan/

Salimahfood. 2018. Tak Hanya Lezat, inilah Segudang Manfaat Mengonsumsi Bakso Ikan.  didownload dari laman https://salimahfood.com/bakso-ikan/

Support. 2020. Frozen Food Hits, Begini Cara Mengemas Frozen Food Yang Benar. Didownload dari  laman https://dikemas.com/frozen-food-hits-begini-cara-mengemas-frozen-food-yang-benar

Taya, Bethari. 2017. 6 Kreasi resep cara membuat nugget rumahan yang mudah, murah, dan meriah. Didownload dari laman https://www.merdeka.com/ga  ya/6-kreasi-cara-membuat-nugget-rumahan-yang-mudah-murah-dan-meriah-kln.html


Tuesday, December 7, 2021

TEKNIK PENGANGKUTAN IKAN




I. PENDAHULUAN

    Pengangkutan ikan merupakan salah satu kegiatan yang ada dalam rantai pemasaran produk perikanan. Mengingat lokasi pembenihan/budidaya tidak selalu ada disekitar lokasi tujuan pasar, maka diperlukan pengangkutan dengan teknik yang baik dan benar.

Gambar 1. Pengangkutan Ikan dan Benih Ikan

    Pengangkutan dimaksud untuk memindahkan ikan dengan jumlah sebanyak-banyaknya, hidup dan sehat sampai tujuan. Alat transportasi jarak jauh digunakan: kendaraan bermotor, kereta api, kapal laut ataupun pesawat terbang. Pesawat terbang merupakan sarana transportasi ikan jarak jauh yang paling cepat, khususnya untuk induk, telur atau benih kecil dalam jumlah yang tidak terlalu banyak.

    Transportasi ikan hidup melibatkan pemindahan ikan jumlah banyak dalam volume air yang sedikit. Selama pengangkutan, ikan menjadi stres, terluka, kena penyakit, akibat penanganan dan perlakuan, pemasaran sehingga akibat yang paling jelek mengalami kematian. Prinsip pengangkutan adalah persiapan, pengepakan, perlakuan dan pengangkutan. Untuk menjamin keberhasilan pengangkutan ikan adalah menekan aktivitas metabolisme ikan, menambah oksigen dan membuang gas-gas beracun.

   Faktor-faktor yang mempengaruhi laju konsumsi oksigen adalah: berat ikan, aktivitas ikan dan suhu lingkungan. Semakin besar ikan, semakin tinggi mengkonsumsi oksigen per jam. Meskipun per satuan berat tubuh ikan, ukuran ikan lebih kecil mengkonsumsi oksigen lebih banyak dan pada ikan besar. Ikan yang aktip berenang mengkonsumsi oksigen lebih banyak daripada ikan diam (istirahat). Ikan yang hidup di air suhu tinggi memiliki laju konsumsi oksigen lebih besar.

   Dari uraian di atas ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pengangkutan ikan. Hal-hal tersebut adalah sebagai berikut :
  •  Jenis ikan, ukuran ikan, dan kepadatan ikan yang akan memengaruhi sarana pengangkutan.
  •  Kemasan Pengangkutan. Perhatikan kemasan pengangkut, tertutup atau terbuka.
  •  Jarak tempuh yang akan dilalui serta transportasi yang digunakan dan sistem kemasan.
  •  Suhu selama peroses perjalanan. Suhu harus dipertahankan, tingkat konsistensi mendekati suhu normal karena ketika terjadi perubahan suhu pada saat proses perjalanan akan membuat ikan stres. Untuk menjaga agar suhu tetap stabil, dapat menggunakan pecahan es batu yang diberikan di sekitar media.

II. PENANGANAN IKAN SEBELUM PENGANGKUTAN


A. Proses Penampungan

    Selama atau setelah pemanenan, ikan hasil tangkapan harus ditampung beberapa waktu sampai ikan dikirim ke akhir tujuan. Selama penampungan dapat dilakukan sortasi dan grading ukuran. Penampungan dapat untuk waktu yang pendek (provisional storing) atau waktu yang lama (prolonged storage). 

   Provisional storing sering dilakukan pada waktu sedang dilakukan panenan, ikan ditampung, kemudian ikan disortasi. Selanjutnya ikan dipaking dan segera dikirim ke tujuan akhir, misalnya benih ke kolam-kolam pemeliharaan atau penebaran di lokasi dekat atau ikan konsumsi yang segera akan diolah. 

   Penampungan lama dilakukan selama 2-3 hari atau Iebih diawali dengan sorting dan grading. Penanganan harus dilakukan dengan hati-hati agar ikan tidak stres, terluka dan terserang penyakit. Keberhasilan penampungan ikan hidup dipengaruhi pula oleh teknik penangkapan selama pemanen.

    Ikan harus ditempatkan dalam kondisi yang baik. Kualitas daging ikan dapat meningkat. Ikan-ikan yang sebelumnya dipelihara dalam kolam yang berlumpur atau dengan pemberian pupuk organik atau pakan berupa Iimbah diperlukan penampungan untuk menghilangkan bau lumpur, Iendir dan parasit yang mungkin menempel. Dengan penampungan yang baik selama beberapa waktu (2 jam) akan meningkatkan kualitas dagingnya, namun penurunan berat harus seminim mungkin.

    Penampungan biasanya dilakukan dengen menempatkan ikan dalam tempat penampungan dengan air yang mengalir untuk menjamin kecukupan oksigen. Aliran air tidak boleh terlalu berlebihan untuk menekan ikan berusaha berenang yang akan mengeluarkan enerji, sehingga dapat mengurangi beratnya. Apabila penampungan hanya sebentar, ikan tidak perlu diberi pakan. Penampungan ikan harus terlindung. Penampungan ikan harus ditempatkan di dekat tempat tinggal atau rumah agar mudah pengawasan. Hal ini dimaksud untuk menghindari musuh-musuh alami ikan dan pencurian.


Gambar 2. Penampungan Sementara Benih Ikan Sebelum Pengangkutan

B. Teknik Penampungan

1) Kantong jaring

    Kantong jaring yang dipasang di kolam atau saluran air dapat digunakan untuk penampungan selama penangkapan ikan dilakukan. Ukuran mata jaring tergantung pada ukuran ikan yang akan ditampung. Benih larva ukuran sekitar 0,6-0,9 cm dengan hapa ukuran lubang 2-3 cm, benih ukuran 3-5 cm dengan waring ukuran lubang 0,4-0,5 cm dan ikan lebih besar 10 cm menggunakan jaring polyetheline ukuran lubang 0,75 inci (2 cm). Jaring dipasang ditempatkan dekat pintu air masuk kolam agar mendapatkan air yang segar dan bersih. Kantong jaring ukuran 2-4 m x 1-4 m dan tinggi 0,8 m lebih cocok digunakan bila dibanding kantong berukuran besar.

b) Keramba jaring

   Keramba jaring dibuat dengan kerangka besi atau kayu dan kisi-kisinya dilapisi jaring. Benih ukuran 3-5 cm dengan waring ukuran lubang 0,4-0,5 cm dan ikan lebih besar 10 cm menggunakan jaring polyetheline ukuran lubang 1 inci. Ikan-ikan lunak seperti karper dan lele dapat ditampung dalam keramba kecil. Ikan-ikan tersebut tahan terhadap kandungan oksigen relatif rendah dan kepadatan tinggi. Karper tidak besirip keras dan duri keras lele tidak tegang, sehingga dalam keadaan padat tidak merusak ikan lainnya.

c) Bak/Kolam permanen

   Bak/kolam permanen berukuran panjang 2-6 m, lebar 1-2 m dan tinggi 1 m sangat tepat untuk penampungan ikan dalam jangka waktu relatif lama. Dinding bak dibuat halus agar tidak melukai ikan. Aliran air cukup dan level air mudah diatur dan pengurasan total dapat dilakukan dengan cepat. Oleh karena itu pintu air pembuangan dibuat model monik dengan pintu berupa beberapa papan yang dipasang pada sekat. Untuk lebih mudah pengangkatan ikan dan penampungan bisa dilapisi jaring, sehingga air tidak perlu harus dibuang total. Apabila ikan harus diberi pakan, dengan ransum 1% berat total per hari. Namun sehari sebelum diangkut, pemberian pakan harus dihentikan.

C. Kuantitas Ikan Penampungan

    Jumlah ikan yang ditampung bervariasi tergantung pada spesies, ukuran ikan, aliran air, kandungan oksigen dan suhu air. Keadaan demikian sangat sulit untuk menentukan jumlah ikan yang tepat yang harus ditampung dalam wadah yang berbeda. Beberapa pengalaman menunjukkan bahwa pada penampungan benih sementara selama penangkapan lebih mudah dilihat dan gejala-gejala yang timbul. 
    Apapun alat penampungan yang digunakan : tangki/ember besar ataupun jaring yang ditempatkan pada saringan, apabila ikan sudah berloncat-loncat menunjukkan tidak boleh ditambah lagi jumlahnya dan segera dipindah ke tempat/kolam yang lebih longgar dan airnya mengalir.
    Tangki volume 150 liter dengan suplai air 0,5 liter per detik dan aerasi cukup dan suhu 10°C dapat menampung selama beberapa minggu untuk ikan trout : 8-12 kg ikan ukuran 200-300 gram/ekor, 6-8 kg ukuran 100 gram, 1000 ekor ukuran 8-10 cm. Menurut Schaperclaus (1933) dalam Huet (1972) tiap meter kubik tangki dapat digunakan untuk menyimpan 150 kg ukuran 300-400 gram/ekor.


III. JENIS DAN TEKNIK PENGANGKUTAN IKAN


A. Jenis Pengangkutan

    Pengangkutan ikan hidup pada prinsipnya dapat digolongkan menjadi dua, yaitu pengangkutan sistem basah dan pemngangkutan sistem kering.
 
1) Pengangkutan Sistem Basah

    Disebut basah karena menggunakan air sebagai media pengangkutan. Jenis pengangkutan ini terbagi menjadi dua macam yaitu sebagai berikut :

a. Sistem Terbuka

    Pada sistem ini ikan diangkut dalam wadah terbuka atau tertutup tetapi secara terus menerus diberikan aerasi untuk mencukupi kebutuhan oksigen selama pengangkutan. 

    Biasanya sistem ini hanya dilakukan dalam waktu pengangkutan yang tidak lama. Berat ikan yang aman diangkut dalam sistem ini tergantung dari efisiensi sistem aerasi, lama pengangkutan, suhu air, ukuran, serta jenis spesies ikan.


Gambar 3. Pengangkutan Ikan Sistem Terbuka

b. Sistem Tertutup

    Dengan cara ini ikan diangkut dalam wadah tertutup dengan suplai oksigen secara terbatas yang telah diperhitungkan sesuai kebutuhan selama pengangkutan. Wadah dapat berupa kantong plastik atau kemasan lain yang tertutup.

    Faktor-faktor penting yang mempengaruhi keberhasilan pengangkutan adalah kualitas ikan, oksigen, suhu, pH, CO2, amoniak, kepadatan dan aktivitas ikan. 



Gambar 4. Pengangkutan Ikan Sistem Tertutup


2) Pengangkuitan Sistem Kering (Semi Basah)

    Pada transportasi sistem kering, media angkut yang digunkan adalah bukan air, Oleh karena itu ikan harus dikondisikan dalam keadaan aktivitas biologis rendah sehingga konsumsi energi dan oksigen juga rendah. Makin rendah metabolisme ikan, terutama jika mencapai basal, makin rendah pula aktivitas dan konsumsi oksigennya sehingga ketahanan hidup ikan untuk diangkut diluar habitatnya makin besar.

    Penggunaan transportasi sistem kering dirasakan merupakan cara yang efektif meskipun resiko mortalitasnya cukup besar. Untuk menurunkan aktivitas biologis ikan  (pemingsanan ikan) dapat dilakukan dengan menggunakan suhu rendah, menggunakan bahan metabolik atau anestetik, dan arus listrik.
    
    Pada kemasan tanpa air, suhu diatur sedemikian rupa sehingga kecepatan metabolisme ikan berada dalam taraf metabolisme basal, karena pada taraf tersebut, oksigen yang dikonsumsi ikan sangat sedikit sekedar untuk mempertahankan hidup saja. Secara anatomi, pada saat ikan dalam keadaan tanpa air, tutup insangnya masih mangandung air sehingga melalui lapisan inilah oksigen masih diserap.

    Pada pengangkutan kering diperlukan media pengisi sebagai pengganti air. Bahan pengisi yang dimaksud dalam pengangkutan ikan hidup adalah bahan yang dapat ditempatkan diantara ikan hidup dalam kemasan untuk menahan ikan dalam posisinya. Selanjutnya disebutkan bahwa bahan pengisi memiliki fungsi antara lain mampu manahan ikan agar tidak bergeser dalam kemasan, menjaga lingkungan suhu rendah agar ikan tetap hidup serta memberi lingkungan udara dan kelembaban memadai untuk kelangsungan hidupnya.

    Media pengisi yang sering digunakan dalam pengemasan adalah serbuk gergaji, serutan kayu, serta kertas koran atau bahan karung goni. Namun penggunaan karung goni sudah tidak digunakan karena hasilnya kurang baik. Jenis serbuk gergaji atau serutan kayu yang digunakan tidak spesifik, tergantung bahan yang tersedia. Dari bahan pengisi yaitu sekam padi, serbuk gergaji, dan rumput laut.

    Metode pengangkutan ikan hidup dapat dilakukan dengan :

1)  Jerigen dan drum. Ikan konsumsi lele dan kaper dimasukkan ke dalam jerigen atau drum terbuka dengan air cukup membasahi diangkut dan produsen ke pendagang pengecer dan warung-warung. Pengangkutan dilakukan pada malam han dan bertujuan untuk menjaga kesegaran.


Gambar 5. Jirigen Wadah Pengangkutan Ikan 

2)  Keranjang “brokoh” atau jerigen. Benih ikan gurameh, lele, karper dan ikan lain yang relatif tahan dimasukkan ke wadah berisi air dalam kepadatan tertentu, diangkut dan dipasarkan, sewaktu-waktu air diganti.

3)  Drum atau tangki (disuplai pengudaraan). Metode ini drum atau tangki terbuka yang dapat dipasang dan dilepas dari kendaraan pengangkut. Ikan hidup dimasukkan dalam wadah dan pengudaraan dihembuskan melalui agitasi permukaaan, gelembung-gelembung udara lewat pipa udara pada dasar atau dan pemompaan air keluar dan kembali ke wadah.


Gambar 6. Drum Wadah Pengangkutan Ikan 

4) Tangki tertutup (suplai oksigen murni). Metode ini cukup populer pada pembudidaya ikan. Gelembung-gelembung oksigen murni dikeluarkan dari pipa-pipa plastik halus ke dalam air dalam tangki yang berisi ikan angkutan. Meskipun metode ini cukup mahal, tetapi kerusakan mekanis dapat dihindarkan.
5)  Kantong plastik. Pengangkutan ikan dengan kantong plastik adalah paling luas digunakan. Kantong plastik sepertiga bagian dilsi air dan ikan. Oksigen ditambahkan dan tabung untuk mengisi duapertiga bagian kantong dan diikat dengan karet.


Gambar 7. Kantong Plastik Wadah Pengangkutan Ikan 

    Sementara itu. alat pengangkutan yang digunakan juga bervariasi mulai dari kayu, fiberglas, aluminium sampai logam yang dilapisi anti karat. Berbagai tipe unit pengangkutan secara komersial tersedia. Ukuran dan bentuk wadah berbeda-beda, tetapi metode penggantian oksigen agak stadar, yaitu menggunakan: agitator, blower, tekanan gas oksigen dan cairan oksigen.

    Kondisi utama untuk menjamin pengangkutan berhasil adalah menjaga ketersediaan oksigen yang cukup, aktivitas gerak dan metabolisme rendah. Ini tidak selalu mudah dengan memperlakukan jumlah ikan yang banyak dalam volume air yang sedikit. Cara yang terbaik adalah dengan mempertahankan suhu air tetap rendah, mengosongkan isi perut atau memuasakan dan melemaskan ikan sebelum pengangkutan.

    Faktor-faktor utama yang mempengaruhi pengangkutan ikan hidup adalah:
  • Spesies ikan. Kebutuhan oksigen ikan sangat bervariasi tergantung dengan spesiesnya.
  • Umur dan ukuran ikan. Individu ikan ukuran besar melakukan pernafasan Iebih banyak daripada ukuran ikan kecil. Namun dalam berat yang sama, berisi ikan dengan ukuran kecil membutuhkan konsumsi oksigen Iebih besar daripada ikan berukuran besar.
  • Ketahanan ikan. Ikan-ikan yang diberi pakan buatan Iebih peka daripada ikan yang mendapatkan makanan secara alamiah. Ikan yang sedang masa pemijahan (kawin) kurang tahan terhadap transportasi.
  • Suhu air. Pengangkutan harus dilaksanakan menggunakan air yang bersuhu rendah. Pada kondisi tersebut kandungan oksigen rendah dan aktivitas pernafasan ikan ambat.
  • Lama waktu pengankutan. Waktu pengangkutan yang pendek dapat meningkatkan kepadatan ikan yang diangkut.
  • Kendaraan pengangkut dan lamanya berhenti. Kendaraan pengangkut yang Iebih cepat dan mudah serta pendek behentinya memberi kesempatan Iebih berhasil. Alat angkut harus disiapkan dengan matang. Jadwal pemberangkatan alat angkut (transportasi) umum harus diketahui dan perubahannya harus dimonitor.
  • Keadaan wadah penangkutan. Wadah yang dibuat dari kayu relatif Iebih tahan dan lama dalam menyerap panas daripada besi. Meskipun untuk besi dapat diinsulasi untuk menghentikan perambatan panas.
  • Kondisi klimat/cuaca. Kondisi cuaca berpengaruh terhadap suhu wadah dan juga kandungan oksigen. Pengangkutan harus dilaksanakan dalam kondisi suhu yang serendah-rendahnya. Dalam keadaan cuaca yang panas, pengangkutan dilaksanakan pada malam atau pagi hari.

B. Teknik Pengangkutan

1) Hibernasi

   Penurunan suhu tubuh ikan hidup ke arah batas terendah akan menurunkan kecepatan metabolismenya dan ikan akan mengalami hibernasi (penghentian aktivitas). Hibernasi mempunyai beberapa keuntungan: wadah pengangkutan tidak perlu besar karena ikan tidak aktif berenang, kematian ikan karena tekanan fisik maupun stres akibat vibrasi (getaran), kebisingan dan sinar tidak ada, tidak terjadi penurunan berat dan ikan tidak menghasilkan faeses karena ikan tidak butuh makan.

    Teknologi pengangkutan hidup menggunakan kondisi hibernasi banyak diterapkan untuk udang kuruma (Penaeus japonicus) dan spesies ikan (Anonim 1991). Tiap spesies ikan membutuhkan suhu hibernasi yang berbeda. Faktor lain yang mempengaruhi suhu hibernasi adalah.1tempat asal dan musim. Hibernasi ikan seabream dapat bertahan hidup selama kira-kira 40 han, bergerak selama 3 bulan. Kepiting dan famili Atelecydidae yang dihibernasi masih dapat bergerak-gerak (hidup) selama 5-6 bulan.

    Ikan ditampung hidup dalam bak atau keramba dan diberi pakan pelet dengan jumlah 1-2% berat ikan. Pengangkutan menggunakan wadah styrofoam, diisi air dan es dengan perbandingan air dan es adalah 3 dan 1. Kemudian ikan dimasukan ke dalam wadah yang sudah berisi es dan air. Tambahkan 300 gram es kering ke dalam air untuk rnempercepat mabuk (terbius). Setelah ikan tidak berdaya, diambil secara individual dan dibungkus dengan kertas, masukkan ke dalam styrofoam dan tutup dengan serbuk gergaji yang telah didinginkan 10-12 °C. Wadah styrofoam yang berisi ikan disimpan dalam dingin untuk menghindari kenaikan suhu dan dapat diangkut I - 3 jam.

2)   Pengangkutan dengan kantong plastik
    Benih ikan hidup ukuran larva, kebul maupun yuwana (fingerling) biasa diangkut menggunakan kantong plastik berisi air beroksigen. 

    Seperempat bagian plastik diisi air dan ikan, tiga perempat lainnya diisi oksigen kemudian diikat. Apabila perjalanan jauh, kantong dimasukkan ke dalam kotak styrofoam, sehingga ikan tidak terganggu oleh kebisingan, getaran, sinar (bayangan) serta suhu lingkungan.
    Sebelum diangkut ikan sudah dikondisi dengan baik agar ikan tidak stres, laju metabolismenya lambat dan konsumsi oksigennya rendah. Laju metabolisme yang lambat akan mengurangi ekskresi ikan berupa amontak dan karbondioksida serta konsumsinya terhadap oksigen. Konsumsi oksigen juga dapat ditekan dengan peningkatan umur dan ukuran berat tubuh ikan. Penurunan suhu air dan pemberokan (pemuasaan) ikan dilakukan sebelum diangkut. Pemuasaan membuat metabolisme ikan turun sehingga ikan menjadi kurang aktif dan juga buangannya berkurang. Obat anaestasi juga dipakai selama pengangkutan.
Pada dasarnya, ada dua metode transportasi ikan hidup, yaitu dengan menggunakan air sebagai media atau sistem basah, dan media tanpa air atau sistem kering.


IV. PANDUAN PENGANGKUTAN IKAN 


Berikut panduan pengangkutan berdasarkan jenis ikan.

Nila: pengangkutan nila sebaiknya menggunakan kemasan plastik tertutup. Untuk ukuran ikan 3—5 cm kepadatannya hanya 100 ekor, ikan berukuran 5—8 cm kepadatannya hanya 60 ekor, dan ikan berukuran 8—12 cm kepadatannya hanya 300 ekor.

Lele: pengangkutan lele dapat menggunakan kemasan kantong plastik dengan sistem tertutup atau menggunakan jerigen dengan sistem terbuka. Ikan lele berukuran 8—12 cm kepadatannya hanya 250—350 ekor dalam satu wadah.

Patin: pengangkutan ikan patin dapat menggunakan kantong plastik dengan sistem kemasan tertutup atau dengan drum 200 liter yang dilengkapi oksigen dengan sistem terbuka. Ikan patin berukuran 2—3 cm dapat diangkut dengan kemasan kantong plastik sebanyak 2.000 ekor saja, sedangkan yang menggunakan drum 200 liter dapat diangkut sebanyak 15.000—20.000 ekor.

Belut: pengangkutan belut dapat menggunakan jerigen atau wadah plastik dengan sistem kemasan terbuka. Untuk semua ukuran belut, bisa diangkut dengan kepadatan mencapai 2/3—3/4 dari volume jerigen atau wadah plastik.

Lobster air tawar: pengangkutan lobster air tawar yang berukuran 1—2 cm dengan kepadatan 500—1.000 ekor dapat menggunakan wadah kantong plastik dengan sistem kemasan tertutup. 

 

V. PENUTUP 


    Pengangkutan ikan merupakan salah satu kegiatan yang ada dalam rantai pemasaran produk perikanan. Mengingat lokasi pembenihan/budidaya tidak selalu ada disekitar lokasi tujuan pasar, maka diperlukan pengangkutan dengan teknik yang baik dan benar.

    Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengangkutan ikan meliputi jenis ikan, ukuran ikan, dan kepadatan ikan, kemasan Pengangkutan, jarak tempuh, dan suhu.

    Selama atau setelah pemanenan, ikan hasil tangkapan harus ditampung beberapa waktu sampai ikan dikirim ke akhir tujuan. Selama penampungan dapat dilakukan sortasi dan grading ukuran. Penampungan dapat untuk waktu yang pendek (provisional storing) atau waktu yang lama (prolonged storage). 

  Jenis Pengangkutan dapat digolongkan menjadi dua, yaitu pengangkutan sistem basah dan pemngangkutan sistem kering. Sementara teknik pengangkutan dapat menggunakan cara Hibernasi dan cara pengangkutan dengan kantong plastic.

DAFTAR PUSTAKA


Minapoli. 2020. Ternyata Begini Pengangkutan Ikan yang Benar. Didownload dari laman https://www.minapoli.com/info/ternyata-begini-pengangkutan-ikan-yang-benar

Supriatna, Aan. 2014. Cara Pengangkutan Ikan Hidup. Didownload dari laman https://www.lalaukan.com/2014/05/cara-pengangkutan-ikan-hidup.html

Suhono, Lego.,dkk. 2019. Mengangkut Ikan Hidup.  Didownload dari laman http://www.pusdik.kkp.go.id/elearning/index.php/modul/read/190116-120404uraian-c-materi

























































 

Saturday, November 13, 2021

Pembenihan Ikan Koi



I. PENDAHULUAN


Ikan Koi merupakan salah satu jenis ikan hias yang secara genetik masih satu famili dengan ikan Mas yang sama-sama tergolong dalam family Cyprinidae. Karena ikan koi merupakan ikan hias tentunya mempunyai keindahan warna pada kulitnya dan berbeda dengan ikan mas yang tidak banyak corak warna pada kulit.

Gambar 1. Ikan Koi

Di Indonesia ikan jenis ini tergolong banyak penggemarnya terbukti disetiap toko yang kita jumpai terdapat ikan ini, tidak hanya sampai disitu ikan ini juga dapat dijadikan sebagai ikan konsumsi dan ikan kontes bahkan sebagian kolam pancing menggunakan ikan ini menjadi ikan jekpot.

Nenek moyang ikan Koi adalah ikan Mas yang berasal dari Asia Timur, ikan Koi di temukan pada zaman Dinasti China pada tahun 265 SM di China. Sejalan dengan pertumbuhan zaman, ikan Koi sudah menyebar keseluruhan dunia termasuk Indonesia.

Pada zaman sekarang ini ikan Koi menjadi primadona, karna keindahan kulit badannya. Warnanya yang bermacam-macam menjadi daya tarik tersendiri bagi penggemarnya.

Klasifikasi Ikan Koi (Cyprinus carpio) yaitu sebagai berikut:
Ordo            : Ostariophysi
Sub             : Cyprinoidae
Famili          : Cyprinidae
Sub Famili   : Cyprinidae
Genus          : Cyprinus
Spesies        :   Cyprinus carpio



II. PEMBENIHAN IKAN KOI

1. PERSIAPAN

A.1 Air dan Tempat

Layaknya kita tahu air dan tempat adalah media mutlak untuk budidaya ikan apapun karenanya perlu disiapkan air yang bersih serta steril di dalam bak pemijahan yang telah kita siapkan yakni: bak semen ukuran 2,5 x 3 m dengan ketinggian bak minimal 50 cm, dan di isi air minimal 25 cm yang sudah di endapkan 1 malam, dan bila memungkinkan diaerasi.

Sebenarnya, ikan koi mudah beradaptasi dan bisa tinggal di manapun, semisal kolam dari tanah, kolam beton, dan akuarium.

Namun, kamu harus menghindari menempatkan ikan koi dalam kolam yang terbuat dari terpal. Idealnya, ikan koi tinggal dalam kolam plesteran seukuran 3×6 meter dengan kedalaman 60 cm dan ketinggian air 40 cm.

Kolam juga harus terkena sorot sinar matahari agar ikan koi sehat. Selain itu, kamu tidak bisa memasukkan induk ikan koi begitu kolam selesai dibuat. Kamu harus menunggu semen kolam kering, barulah masukkan air ke dalam kolam tersebut.

Setelah mengendapkan air selama 24 jam, baru kamu bisa memasukkan ikan koi ke dalam kolam tersebut. Untuk menghilangkan bau semen saat kolam baru dibuat, taruhlah pelepah pisang di kolam tersebut.


Gambar 2. Media Pemijahan

A.2 Tempat penempel telur(Subtrat)
            
Tempat/Media penempel telur ikan Koi yang paling peraktis adalah Enceng Gondok (Eichornia Crassipes). Sebelum di pakai sebagai Subtrat, terlebih dahulu akar enceng gondok di sucihamakan, untuk membersihkan enceng gondok dari bakteri ataupun hama.


Gambar 3. Enceng Gondok


2. SELEKSI INDUK
            
Induk sangat menentukan kualitas larva karna induk yang akan dipijahkan haruslah sehat,cukup umur dan sudah matang Gonad. Seleksi indukan baiknya dilakukan pada pagi hari.

Ciri-ciri umum indukan ikan koi berkualitas adalah sebagai berikut :
  1.  Umur indukan jantan dan betina yang dikawinkan matang, setidaknya menginjak 2 tahun;
  2.  Jenis ikan koi yang dikawinkan harus sama;
  3.  Bentuk tubuh ideal, yaitu memiliki lekukan dan jika dilihat dari atas seperti torpedo;
  4.  Ikan koi berenang secara tenang, tidak terlalu cepat dan tidak terlalu lambat;
  5.  Ikan berwarna cerah dan kontras;
  6.  Di dalam kolam, gerak ikan gesit dan tidak banyak diam.
Ciri yang lebih spesifik berdasarkan jenis kelamin indukan adalah sebagai berikut :

A. Induk Jantan

Dilihat dari bentuk fisik biasanya bentuk badan induk jantan lebih ramping dan lebih panjang. Ciri jantan yang matang Gonad bila bagian perut bawah diurut ke arah lubang genital akan keluar cairan berwarna putih susu.

B. Induk Betina

Induk Betina biasanya badan lebih pendek dilihat nampak lebih tegap dan besar di bagian perut, dan yang sudah masak Gonad biasanya bila bagian perut bawah di urut akan keluar cairan berwarna kuning bening, namun jika hanya kita raba bagian perut lembek serta lubang genital nampak kemerah – merahan.



Gambar 4. Induk Ikan Koi

3. PROSES PEMIJAHAN 

Cara memijahkan atau cara mengawinkan ikan koi sebenarnya tidak sulit, tetapi kamu harus memperhatikan detail langkahnya. 
  1. Pertama, siapkan induk jantan sekira 3-5 ekor. Tujuannya adalah berjaga-jaga jika ada induk jantan yang tidak sehat. 
  2. Kemudian masukkanlah induk betina terlebih dulu ke dalam kolam, sekira pukul 16.00. 
  3. Sekira 3-5 jam setelah memasukan induk betina, masukkanlah induk jantan. 
  4. Biasanya, proses perkawinan terjadi pada tengah malam. 
Gambar 5. Proses Pemijahan Ikan Koi
 
Telur nantinya akan menempel pada kakaban pada pagi hari. Setelah proses perkawinan, pisahkan induk dari kolam tersebut agar telur selamat dan tidak dimangsa induk sendiri.


4. PEMELIHARAAN  TELUR IKAN

Ikan Koi tergolong ikan air tawar yang tidak memelihara telur-telurnya, karenanya sesudah sistem pemijahan selesai dan telur-telur telah terlihat menempel pada substrat, induk ikan Koi diangkat atau dikeluarkan supaya induk ikan tidak memakan telurnya sendiri.


Gambar 6. Telur Ikan Koi

Telur-telur ikan Koi akan menetas setelah lebih dari 48 jam. Berikut hal yang harus kamu perhatikan saat penetasan telur ikan koi :
  1. Pastikan suhu air tetap terjaga antara 27-30 derajat Celcius.
  2. Jika suhu terlalu dingin, larva akan lama menetas. Sebaliknya, jika suhu terlalu panas, larva malah akan membusuk.
  3. Kakaban harus terendam air agar telur menetas secara baik.
  4. Telur akan menetas dalam waktu sekira 48 jam.
  5. Jangan langsung memberi makan karena larva masih memiliki cadangan makanan untuk    bertahan 3-5 hari.
  6. Setelah 5 hari, berilah pakan hidup, semisal kutu air yang telah disaring.
  7. Jika ikan koi sudah sepanjang 1,5 cm, berikanlah pakan cacing sutra.

5. PEMELIHARAAN  LARVA

Anak ikan yang baru menetas disebut larva, larva harus dipelihara dengan baik dan benar sesuai kebutuhannya. Kita semua tahu banyak sekali pembudidaya pemula yang gagal dalam menangani larva, semua terjadi karna kurang memahami apa kebutuhannya. Untuk memenuhi kebutuhan Larva agar tetap hidup sehat kita harus perhatikan :

  • AIR (Suhu dan PH nya) = (Suhu air 25 – 30º - PH air ± 7)
  • MAKANAN  (makanan harus diberikan tepat waktu). 
  • HAMA (Hama harus dibasmi tepat sasaran).

URAIAN

1. Air 
        Kualitas air sangat menentukan dalam pertumbuhan larva
  • Suhu air yang baik adalah = 25 – 30º 
  • PH air yang baik adalah = ± 7
2. Makanan larva

Larva yang baru menetas tidak harus di beri makan, pada hari berikutnya baru di beri makan berupa kuning telur yang sudah di rebus atau kutu air yang di saring sampai beberapa hari. Jika ikan koi sudah cukup besar, kamu bisa memberikan pakan kutu air yang tidak disaring, cacing sutra, dan artemia.
Selanjutnya anak ikan (Larva) di lepas di kolam  pendederan.

3. Penanggulangan hama pada larva

Di tempat pemijahan larva yang baru menetas masih sangat rentang dengan hama, untuk menanggulanginya cukup dengan menyiramkan minyak tanah ke kolam hingga rata permukaan air kolam.


6. PEMISAHAN IKAN KOI

Setelah ikan mulai membesar, pindahkanlah ke kolam yang terpisah dari larva dan anak ikan koi. Kamu bisa memindahkan seekor ikan koi ke kolam ikan koi dewasa ketika umurnya sudah tiga bulan. Salah satu cara ternak ikan koi agar berhasil adalah membatasi jumlah ikan koi dalam satu kolam. Jangan karena ingin mendapat untung yang banyak, kamu memaksakan banyak ikan berkumpul di satu kolam.
        
Dalam kolam seukuran 3 x 4 meter dengan kedalaman 60 cm, hanya boleh diisi maksimal oleh 250 ekor ikan koi. Jika jumlah ikan koi terlalu banyak, bukannya untung, pertumbuhannya malah akan terhambat.

7. MENJAGA KUALITAS AIR KOLAM

Untuk menjaga kualitas ikan koi, kamu juga harus menjaga kualitas air kolam. Selain memastikan sirkulasi air berjalan baik, kamu harus memperhatikan agar kolam tidak keruh.

Kolam bisa keruh karena kotoran yang dikeluarkan ikan koi di dalam kolam. Kamu juga harus mengganti 10% air kolam seminggu sekali. Hal yang perlu kamu ingat adalah jangan sampai mengganti seluruh air dalam kolam, karena ikan akan memerlukan waktu adaptasi. Pergantian air secara keseluruhan dapat membuat ikan koi stres.
        
Selain itu, kamu juga perlu ingat bahwa kondisi air dapat memengaruhi warna ikan koi sebanyak 20 %. Warna ikan nantinya akan memengaruhi kualitas dan harga pasaran ikan.

Langkah budidaya ikan koi yang terakhir adalah menjaga kadar keasaman kolam. Tingkat keasaman kolam yang baik untuk ikan koi adalah pada level 6,5 sampai 8,5. Selain itu, jika menggunakan kolam dari semen, gunakanlah pelepah pisang untuk melapisi permukaan semen. Hal ini diperlukan untuk menghilangkan bau semen yang dapat membuat ikan koi mabuk.

Biasanya, agar seekor ikan koi bisa dipanen atau dibeli, kita harus menunggu hingga ikan berumur tiga sampai lima bulan.



III. PENUTUP


Ikan koi sebenarnya bukan jenis ikan baru di Indonesia. hanya saja waktu itu koi kalah populer bila dibandingkan dengan mas koki. Keduanya masih merupakan kerabat karena termasuk dalam famili Cyprinidae. Koi (Cyprinus carpio) berkumis sedangkan mas koki asli bentuknya mirip koi hanya saja tanpa kumis, yaitu Carassius auratus.

Namun dengan perkembangan zaman sekarang ini ikan Koi berkembang dengan pesat, karena sebagian besar petani ikan dan juga para hobiis yang ada di Indonesia sudah benyak yang membudidayakan. Hal ini dikarenakan budidaya ikan Koi mudah dilakukan dan mempunyai harga jual yang tinggi.
        
Meski sekarang koi sudah populer, tapi tidak semua hobiis paham akan ikan cantik ini sebab tidak jarang mereka terkecoh dengan ikan mas lauk yang berwarna. Memang repot, karena antara ikan mas lauk dengan ikan Koi kedua-duanya dari spesies Cyprinus carpio. Dan mungkin tidak bisa terlalu disalahkan benar apabila para hobiis (terutama pemula) menganggap bahwa koi adalah ikan mas lauk yang berwarna.