Saturday, August 28, 2021

Budidaya Ikan Sistem Akuponik

 



I. PENDAHULUAN


Pandemi Covid 19 telah berdampak pada sejumlah lini kehidupan manusia. Sebut saja  sektor  pangan  misalnya, jika tidak dilakukan langkah mitigasi secara dini, tidak menutup kemungkinan akan berdampak serius diwaktu yang akan datang.

Menghadapi efek pandemi yang tidak bisa dipandang sebelah mata, masyarakat perlu mempersiapkan diri apabila suatu saat dituntut untuk bisa memproduksi pangan secara mandiri.

Sistem akuaponik merupakan salah satu sistem budidaya yang mengkombinasikan dua jenis budidaya yaitu budidaya ikan (akuakultur) dan budidaya tanaman (agrikultur) dalam satu sistem. Dengan sistem ini masyarakat dapat memenuhi kebutuhan gizi dari ikan dan tanaman sayuran dengan hanya memanfaatkan lahan pekarangan.

Akuaponik merupakan salah satu sistem pertanian  yang memadukan budidaya perikanaan dan budidaya  tanaman khususnya sayuran tanpa  media tanah (hidroponik).  Sistem ini banyak  digunakan masyarakat perkotaan  untuk menghemat lahan dengan mendapatkan dua manfaat sekaligus. Dengan memilih berakuaponik, maka kita akan dapat memanen 2 hasil sekaligus dalam satu waktu  yaitu ikan dan sayuran segar.

Penelitian akuaponik telah dimulai sejak tahun 1971, namun mulai berkembang pada tahun 1980-an. Akuaponik berasal dari suku kata aquakultur dan hidroponik. Aquakultur merupakan budidaya ikan, sedangkan hidroponik adalah budidaya tanaman tanpa tanah, jadi akuaponik adalah sistem pertanian yang memanfaatkan kotoran ikan sebagai sebagai nutrisi bagi tanaman dan memanfaatkan tanaman sebagai pengendali kualitas air bagi ikan.

Uniknya, sistem ini memungkinkan untuk dilakukannya budidaya tanaman serta ikan secara bersamaan, dalam satu tempat dan satu waktu. Mengapa ikan diperbolehkan digabung bersama tanaman dalam satu media? Karena nantinya ikan akan mengeluarkan kotoran berupa nutrisi yang akan diserap oleh tanaman secara langsung. Sementara itu, ikan mendapatkan air yang telah dimurnikan oleh tanaman.


Dalam sistem akuaponik, suplay nutrisi  berasal dari kotoran ikan  yang dipelihara dalam kolam. Teknik ini memungkinkan  siklus Nitrogen terjadi, dimana kolam ikan akan  menghasilkan kandungan  amoniak  yang tinggi, pompa  pada sistem  akan mengalirkan amoniak pada tanaman dan bakteri akan mengubah amoniak  menjadi Nitrogen yang baik untuk tanaman.  Sayuran  akan mengekstrak nitrogen  dari air, membuat  air tersebut aman untuk  dikembalikan kembali ke dalam kolam. Siklus ini  terjadi berulang, dimana ikan yang  menyediakan nutrisi dasar untuk bakteri, bakteri  yang akan menyediakan nutrisi untuk tanaman, dan tanaman bertindak  sebagai biofilter agar air kembali ke kolam ikan dengan bersih. Bertani dengan sistem akuaponik ini perlu disiapkan pakan ikan dan benih sayuran.

Sistem perkebunan akuaponik memiliki banyak manfaat bila dibandingkan dengan sistem pertanian tradisional. Beberapa manfaat budidaya sistem akuponik adalah berikut ini:

  1. Hemat air karena menggunakan 90% lebih sedikit air daripada budidaya tanaman berbasis tanah.
  2. Mampu menghasilkan sayuran, buah, atau ikan sekaligus untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga maupun untuk tujuan komersial yang menghasilkan keuntungan.
  3. Sayuran dan ikan yang dihasilkan memiliki kualitas yang lebih baik dan bebas dari bahan kimia atau residu pupuk anorganik, maupun pestisida kimia. Jadi, media tanam ataupun budidaya akuaponik dapat disebut sebagai media tanam organik. Ikan pun tidak memerlukan antibiotik.
  4. Akuaponik menghemat lahan secara efisien dan tidak memerlukan banyak tempat karena sayuran dan ikan yang dibudidayakan dapat disatukan pada satu tempat atau lokasi.
  5. Akuaponik juga dapat ditempatkan dalam ruangan. Dengan penggunaan pencahayaan dalam ruangan, tanaman Anda dapat tumbuh sepanjang tahun.
  6. Meminimalkan limbah air.
  7. Selain untuk aplikasi komersial, akuaponik telah menjadi tempat pembelajaran yang populer bagi masyarakat maupun siswa-siswa kejuruan perikanan tentang biosistem terpadu.
  8. Populasi tanaman organik yang dapat ditanam 10 kali lipat lebih banyak. Dengan akuaponik tanaman dapat ditanam dengan kerapatan tinggi dengan sistem terapung di atas air.
  9. Pemeliharaan yang mudah, tidak memerlukan penyiangan, terbebas dari hama tanah dan tidak memerlukan penyiraman.

II.  KOMPONEN AKUAPONIK




Setiap sistem akuaponik mencakup komponen dasar agar  bekerja secara optimal. Ada 7 komponen dasar akuaponik yang perlu Anda ketahui.


1. Ikan
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan hanya mengambil 40% – 50% gizi dari makanan yang dimakan. Kotoran ikan mengandung sisa-sisa makanan yang masih mengandung nutrisi dan dipercaya mampu menjadi pupuk alami yang dapat menyuburkan tanaman.
Dalam akuaponik, sirkulasi dilakukan pada air kolam ikan untuk mengalirkan air yang mengandung kotoran ikan ke arah filter. Kemudian filter menyaring dan mengubah kotoran ikan dan aliran air akan menuju tanaman.

2. Tanaman
Akuaponik tidak memanfaatkan air tanah untuk mendapatkan nutrisi. Zat gizi yang diperlukan oleh tanaman didapatkan di air, yang dialirkan dari kolam menuju akar tanaman.

3. Bakteri atau siklus nitrogen
Siklus nitrogen pada sistem akuaponik adalah perubahan zat amonia dari kotoran ikan, menjadi zat nitrit yang kemudian dimanfaatkan tanaman sebagai nutrisi tumbuh. Perubahan ini dibantu oleh adanya filter pada instalasi akuaponik.
Terdapat dua jenis filter yang paling umum digunakan, yaitu biofilter dan filter mekanis. Teknik biofilter dilakukan dengan menggunakan bakteri. Agar bakteri dapat berkembang biak dengan baik, dibutuhkan media tumbuh kembang bakteri dan perkembangan bakteri membutuhkan waktu sekitar 1 – 3 minggu. Lalu contoh biofilter adalah bioball.
Sementara itu, filter mekanis dilakukan untuk menyaring kotoran ikan yang bersifat padat agar air menjadi bersih. Salah satu filter mekanis adalah japanese mat.

4. Tangki
Sebagian orang menggunakan tangki akuaponik secara vertikal, namun ada juga yang mengaturnya horizontal. Hal ini tergantung pada ruang atau lahan
yang tersedia. Salah satu hal yang juga penting dipertimbangkan adalah tersedia cukup air untuk ikan, karena semakin banyak air akan semakin baik, sehingga ikan memiliki ruang untuk berenang dengan nyaman.

5. Pompa
Sistem akuaponik membutuhkan aerator untuk menyediakan oksigen bagi ikan dan pompa untuk mengirimkan air dari tangki ikan ke sistem filtrasi. Pilih pompa yang tahan lama, karena biasanya pompa akuaponik menyala dalam 24 jam.

6. Media tanam
Media tanam yang digunakan untuk akuaponik adalah batu kerikil atau batu sungai, rockwool, sekam, dan hidrogel. Di antara beberapa media tanam ini, hidrogel termasuk media tanam yang ramah lingkungan karena dapat terurai dan membusuk serta memiliki Ph betral yang baik untuk perkembangan tanaman.

7. Cahaya
Faktor pencahayaan juga penting. Posisikan akuaponik Anda di area yang sering mendapatkan sinar matahari alami.



III.  JENIS TANAMAN DAN IKAN AKUAPONIK


Tanaman yang dapat tumbuh secara akuaponik adalah tanaman sayuran sebagai berikut :

1. Kangkung
Tanaman sayuran ini tumbuh secara alami di rawa-rawa dan juga sawah bertanah basah.



Oleh sebab itu, kangkung sangat cocok untuk ditanam di akuaponik. Anda bisa panen hanya dalam waktu satu bulan saja.

2. Selada
Selada punya sifat yang mirip dengan kangkung, yaitu mudah tumbuh di media air.


 
Tak heran jika banyak orang yang memilih sayuran satu ini untuk ditanam dengan metode akuaponik. Anda bisa panen selada dalam kurun waktu satu bulan setelah masa tanam.

3. Cabai. 
Harga cabai bisa menyentuh angka Rp 100.000 per kilogram pada waktu-waktu tertentu. Untuk mencegah pengeluaran yang membengkak sebaiknya Anda punya tanaman cabai sendiri di rumah. Dengan metode akuaponik, Anda bisa mulai memanen cabai sejak umurnya mencapai 80 hari.
Untuk jenis ikan yang cocok dengan sistem akuaponik  ini  adalah  jenis  ikan  lele, patin dan 
nila. Ketiga jenis ikan ini terbukti memiliki tingkat survival rate yang cukup tinggi, bagus pertumbuhannya dan masa pemeliharaan yang tidak terlalu lama.



Lele (Clarias Scopoli) merupakan jenis ikan yang bersifat karnivora, hidup pada air kolam dengan suhu 20-30C, pH 6.5-8, waktu panen 2-3 bulan. 
Patin (Pangasius) merupakan jenis ikan yang bersifat karnivora Omnivora, hidup pada air kolam dengan suhu 25-30C, pH 7-8, waktu panen 4-5 bulan.
Nila/Nile Tilapia (Oreochromis Niloticus) Hidup pada air kolam dengan suhu 25-30C, pH 7-8, waktu panen 4-6 bulan.

IV.  ALAT DAN BAHAN MEMBUAT AKUPONIK


Untuk melakukan budidaya akuaponik tidak memerlukan alat yang mahal, tetapi kita dapat menggunakan barang-barang yang ada di sekitar kita. Adapun alat yang digunakan dalam budidaya akuaponik yaitu :
1. Pompa aquarium   

                                   
2. Gabus filter bekas akuarium


3. Paralon  


4. Sumbu kompor


5. Botol/gelas bekas air mineral             


6. Sekam/batu



V.  LANGKAH-LANGKAH MEMBUAT AKUPONIK


Langkah-langkah yang ditempuh untuk bisa membuat sistem budidaya akuaponik adalah sebagai berikut :
1. Menyiapkan kolam yang telah disi dengan ikan

2. Pembuatan wadah untuk tanaman
Untuk menaruh tanaman, digunakan pipa paralon yang di diberi lobang diatasnya sesuai dengan ukuran wadah tanaman. Pada ujung paralon dibuat lubang kecil sebagai tempat untuk mengalir kan air ke kolam ikan. Lubang tempat mengalirnya air tersebut dibuat agak ke tengah paralon sehingga walaupun listrik pada air masih tetap ada di dalam paralon sehingga tanaman tidak layu.




3.Penyemaian Benih
Benih disemai pada tray atau wadah semai. Gunakan benih yang tingkat germinasinya diatas 80%. Media semai yang baik dan umum digunakan adalah rockwool. Rockwool sangat praktis karena memiliki daya serap air yang tinggi dan steril, tetapi karena rockwool masih sulit didapatkan bisa diganti dengan gabus filter aquarium atau spon. Jika bibit telah cukup umur dan tumbuh baik,  pindahkan  bibit ke media tanam.

4. Menyiapkan pot tanaman
Wadah tanaman dapat menggunakan pot/gelas khusus untuk tanaman hidroponik, atau  membuat pot dari botol plastik bekas dengan memberi sumbu kompor atau kain resapan di bawah pot sebagai alat untuk resapan airnya.




5. Jika benih tanaman sudah mulai tumbuh, atau sudah mempunyai dua daun maka tanaman sudah bisa dipindahkan ke paralon yang dibuat  Untuk media tanamnya bisa digunakan gabus filter bekas aquarium ataupun sekam.
 

6. Setelah tanaman dimasukkan  ke dalam  paralon, kemudian pada kolam dipasangkan pompa aquarium, dimana selang dari pompa aquarium tersebut dimasukkan ke dalam paralon sehingga air dari kolam ikan mengalir ke dalam paralon dan kembali ke kolam ikan lagi.  



7. Bila pertumbuhannya baik, tanaman dapat dipanen dalam satu bulan, sedangkan ikan nila dapat dipanen dalam waktu 5-6 bulan.




VI.  PENUTUP


Perawatan budidaya ikan dan tanaman akuaponik memerlukan kejelian. Berikut ini sejumlah tips budidaya ikan dan tanaman dengan akuaponik.

a. Tips budidaya tanaman akuaponik

Dalam sistem akuaponik, pemupukan diperlukan untuk pertumbuhan tanaman secara terus menerus melalui air yang dialirkan dari kolam yang mengandung bahan-bahan organik dari sisa-sisa pakan ataupun metabolisme ikan. Hal ini perlu dikontrol setiap hari agar pasokan lancar dan pengeluaran air di bak pemeliharaan tanaman tidak kurang. Selain itu, Anda juga perlu menjaga tanaman agar tetap tegak.

b. Tips budidaya ikan akuaponik

Pertimbangkan kerapatan ikan. Terlalu sedikit ikan berarti sedikit makanan untuk tanaman, sedangkan terlalu banyak ikan akan membuat ikan saling berebutan oksigen, menjadi kelaparan, dan tingkat stres ikan menjadi tinggi.
Saat memberi makan ikan, ikan harus bisa makan semua makanannya dalam waktu sekitar 5 menit. Beri pakan ikan dengan makanan yang berkualitas untuk mendapatkan hasil maksimal. Periksa kualitas air. Jika tingkat amonia atau nitrit menjadi terlalu tinggi untuk periode tertentu, maka dapat membuat ikan sakit bahkan mati.



DAFTAR PUSTAKA


Erawati, Baiq  Tri  Ratna. 2021. Mengenal Budidaya  Sayuran Dengan Sistem Aquaponik. Didownload dari laman https://ntb.litbang.pertanian.go. id/index.php/info-teknologi/1960-mengenal-budidaya-sayuran-dengan-sistem-aquaponik

Fatmawati. 2018. Sistem Budidaya Aquaponik. Didownload dari laman https://pertanian. pontianakkota.go.id/artikel/49-sistem-budidaya-aquaponik.html

Nugroho E. dan Sutrisno. 2008. Budidaya Ikan dan Sayuran Dengan Sistem Akuaponik. Penebar Swadaya. Jakarta

Raharjo, Rasbi Musabah. 2019. Sistem Budidaya Aquaponik. Didownload dari laman http://cybex.pertanian.go.id/mobile/artikel/88138/Sistem-Budidaya-Aquaponik/

Rumah.com. 2020. Aquaponik: Cara Mudah Budidaya Tanaman dan Ikan di Halaman Rumah. Didownload dari laman https://www.rumah.com/panduan-properti/aquaponik-30303

Urban Hidroponik. 2016. Jenis Ikan Terbaik untuk Kolam Akuaponik, Haruskah Lele?. Didownload dari laman http://www.urbanhidroponik.com /2016/08/jenis-ikan-air-tawar-akuaponik-sederhana.html


Thursday, June 17, 2021

Budidaya Ikan Dalam Ember

 



I.  LATAR BELAKANG


Keterbatasan lahan kerap menjadi masalah ketika seseorang ingin mencoba usaha budidaya ikan (pembesaran ikan).  Dengan  lahan  yang  sempit, calon pembudidaya kerap kali dihadapkan pada sulitnya memilih wadah budidaya, teknologi budidaya dan ikan yang tepat untuk dibudidayakan. Seiring perkembangan teknologi budidaya ikan, belakangan mulai populer di masyarakat apa yang disebut dengan budidaya ikan dalam ember atau Budikdamber. Melalui cara ini, kita bisa melakukan budidaya ikan sekaligus bercocok tanam secara aquaponik dan yang pestinya menjadi solusi untuk masalah lahan sempit.


Budikdamber merupakan temuan dari dosen budidaya perikanan dari Politeknik Negeri Lampung, Juli Nursandi. Melalui teknik ini, kita bisa memelihara ikan tanpa terhalang oleh ukuran lahan yang terbatas. Hal ini tidak terlepas dari hasil pengamatannya dimana dewasa ini perkembangan penduduk di Indonesia terus meningkat, luas lahan tidak mengalami penambahan dan relatif stagnan bahkan berkurang, sehingga dapat dikatakan pertambahan penduduk dan luas lahan merupakan perbandingan terbalik. Permintaan lahan yang dipakai sebagai perluasan pemukiman, pertokoan, perluasan jaringan sarana dan prasarana umum lainnya pada akhirnya lahan pertanian produktif banyak beralih fungsi, termasuk di dalamnya lahan untuk pemeliharaan ikan. 

Budikdamber mengadaptasi teknik YuminaBumina yang merupakan teknik budidaya yang memadukan antara ikan dan sayuran serta buah-buahan. Pada budidaya YuminaBumina dikenal empat sistem, yaitu: rakit, aliran atas, aliran bawah serta pasang surut. Pada sistem aliran atas ini distribusi air dilakukan lewat atas ke setiap wadah media tanam sehingga nutrisi yang berasal dari limbah budidaya dapat tersebar merata ke setiap batang tanaman. Untuk membuat sistem aliran atas diperlukan bahan seperti: bak ikan, wadah media tanam, saluran air, pompa air, media tanam (batu apung), ikan (lele) dan tanaman (kangkung, pakcoy, tomat dan terong ungu).

Model akuaponik mini ini mengintegrasikan budidaya ikan dan sayuran sekaligus pada lahan yang terbatas. Teknologi vertiminaponik lebih menguntungkan dibandingkan dengan teknik budidaya konvensional. Budidaya sistem akuaponik pada prinsipnya menghemat penggunaan lahan dan meningkatkan efisiensi pemanfaatan hara dari sisa pakan dan metabolisme ikan. Sistem ini merupakan budidaya ikan yang ramah lingkungan.



II. JENIS IKAN DAN TANAMAN UNTUK BUDIKDAMBER


Ikan yang cocok untuk diternak dalam ember adalah jenis yang tahan terhadap kadar oksigen rendah. Misalnya seperti :

Ikan lele

Ikan yang satu ini paling akrab dengan lidah masyarakat Indonesia. Bukan hanya lezat, ikan lele juga termasuk omnivora, sehingga mudah dalam perawatannya. Ikan ini tahan terhadap penyakit dan kerap dimanfaatkan sebagai penjaga kualitas air. Keuntungan lain untuk memelihara ikan lele adalah pemeliharaan yang tergolong singkat, yakni sekitar 3-4 bulan. Nah, yang perlu kita waspadai, lele memiliki sifat kanibal yang bisa memakan sesamanya. Jadi pastikan membeli bibit lele dengan ukuran yang seragam, ya.

Ikan patin 

Ikan patin tidak membutuhkan air mengalir agar bisa tumbuh dengan baik. Mereka bahkan cenderung bisa beradaptasi dengan kondisi air yang kurang baik. Hewan nokturnal ini punya cita rasa lezat dan memiliki daging yang lembut serta sedikit duri. Membudidakan ikan patin di ember akuaponik juga bisa digunakan sebagai ide usaha. Pasalnya, patin memiliki harga jual yang cenderung tinggi, dan pembudidayaan tidak lama. Sama seperti lele, patin sudah bisa dipanen di usia 3-4 bulan. Tidak hanya itu, patin juga bisa menjadi pasokan pupuk untuk tanaman akuaponik kita.

Ikan gabus

Ikan Gabus ini punya organ khusus bernama organ ‘labirin’. Organ tersebut memungkinkan ikan Gabus bernafas langsung dari udara, tanpa melalui air terlebih dahulu. Organ ini mirip sekali dengan organ milik ikan Lele dan ikan Betok, hanya saja organ yang dimiliki ikan Gabus lebih primitif. Jadi jangan heran, jika kamu menemukan ikan ini sedang ‘berjalan di daratan’. Jika di alam liar, ia bakal berjalan ketika musim kemarau dan malam hari. Dengan organ labirin tersebut, ikan Gabus tidak punya masalah berarti ketika berjalan di darat, mengingat ia bisa bernafas dari udara secara langsung.

Ikan gurame

Tekstur dagingnya yang padat dan gurih membuat ikan gurame menjadi santapan favorit di restoran. Sekarang kita bisa mendapatkannya dengan harga yang lebih murah. Caranya dengan membudidayakan ikan gurame sendiri di ember akuaponik. Namun meski sama-sama cocok dibudidayakan dalam ember, ikan yang satu ini membutuhkan waktu pemeliharaan yang cukup lama. Ikan gurame baru bisa dipanen pada usia 5-6 bulan.  Kelebihan ikan gurame adalah pemeliharaannya yang cukup mudah dan tidak rewel dalam hal pakan. Ikan gurame menyukai perairan yang tidak terlalu dalam dan aliran airnya tidak deras. Namun agar pertumbuhannya dapat optimal, ikan gurame membutuhkan suhu yang rendah.

Ikan betok

Ikan betok/papuyu memiliki banyak keunggulan dibandingkan ikan-ikan lokal lainnya, dapat hidup dalam kondisi perairan yang minim oksigen, karena memiliki kemampuan dalam mengambil oksigen di permukaan air, memiliki toleransi terhadap perubahan pH yang cukup luas dengan kisaran pH 3-8 dan mampu hidup dalam kondisi perairan yang hampir kering.

Ikan sepat

Sama seperti dua rekan ikan perairan rawa (betok dan gabus) ikan sepat pun punya keunggulan yang kurang lebih sama dengan betok dan gabus. Mampu berkembang dan bertahan hidup dalam kondisi perairan yang minim oksigen.

Sementara untuk jenis ikan lain, masih perlu dilakukan kajian lebih lanjut untuk melihat ketahanannya dalam lingkungan yang minim oksigen.


Sementara untuk tanaman yang bisa ditanam tergantung pada jenis media yang digunakan.  Apabila menggunakan media arang, jenis tanaman yang bisa dibudidayakan di antaranya adalah:

Kangkung


Genjer

Bayam Brazil.


Sementara apabila menggunakan media rancangan Juli, yakni media AKT (arang, kain, tanah) menurutnya semua jenis tanaman bisa dibudidayakan. Seperti sawi, pakcoy, kangkung, cabai, genjer dan tomat.



III. TEKNIK BUDIKDAMBER


1. Alat & Bahan yang Diperlukan

a. Ember 80 liter

b. Arang batok kelapa

c. Gelas plastik

d. Benih lele ukuran 5-12 cm sejumlah 60-100 ekor

e. Tang

f. Kawat kecil yang bisa dibengkokkan

g. Bibit kangkung

h. Solder



2. Langkah Budidaya Ikan dalam Ember

Pertama-tama yang perlu dilakukan adalah mempersiapkan gelas dan potongan kangkung.

Caranya:

a. Lubangi gelas plastik 10-15 buah dengan solder.

b. Potong kangkung, sisakan bagian bawah.

c. Masukkan kangkung ke dalam gelas, kemudian isi gelas dengan arang batok kelapa antara            50 sampai 80 persen ukuran gelas.

d. Potong kawat kurang lebih 12 cm dan buat model kait yang bisa dijadikan pegangan gelas            di  ember.

e. Selanjutnya, kamu harus mempersiapkan media untuk Budikdamber.

f. Isi air 60 liter, diamkan kurang lebih 1-2 hari.

g. Masukkan bibit ikan, diamkan 1-2 hari.

h. Rangkai gelas kangkung di pinggir ember


Nah, agar ikan dan sayuran tumbuh dengan maksimal maka ember perlu diletakkan di tempat yang terkena matahari. Biasanya, kangkung akan mulai terlihat tumbuh pada hari ke-3.



IV.  PERAWATAN IKAN DAN SAYURAN SELAMA BUDIKDAMBER


Membudidayakan ikan dan sayuran tentu tak selesai begitu saja setelah semua diletakkan dalam ember. Kamu perlu melakukan perawatan rutin agar keduanya tumbuh dengan baik dan bisa dipanen untuk konsumsi.


Untuk kangkung, pastikan kamu selalu mengecek kondisi daunnya setiap hari. Jika ada kutu di daun kangkung maka segera buang daun atau batang karena kangkung akan keriting dan mati.

Sedangkan untuk ikan lele, berikan pakan 2-3 kali sehari dengan waktu yang rutin. Untuk pakan yang diberikan sendiri, kamu harus mengikuti tabel berikut ini:


                                        Ukuran Ikan Pakan yang Diberikan

                                             5-7 cm   Pf800

                                             10 cm          Pf100

                                    Lebih dari 12 cm  781-2, 781-1, 781


Lakukan penggantian air saat nafsu makan ikan menurun, air berbau busuk, dan ikan menggantung (kepala di atas, ekor di bawah). Namun baiknya kamu melakukan penggantian air atau sipon (penyedotan kotoran di dasar ember dengan selang) setiap 10-14 hari sekali.

Panen kangkung pertama dapat kamu lakukan 14 - 21 hari sejak tanam. Sementara untuk panen ikan lele, bisa kamu lakukan dalam 2 bulan jika benih yang digunakan bagus.


V. TIPS MENGGANTI AIR


Selama proses pembesaran ikan dalam ember kualitas dan kuantitas air dalam ember perlu dipantau secara berkala.  Beberapa tanda air dalam ember perlu dilakukan penggantian apabila :

1. Nafsu makan ikan menurun

2. Air berbau busuk

3. Ikan menggantung (kepala di atas ekor di bawah)


Penggantian air dilakukan dengan cara sebagai berikut :

1. Ganti air (penyedotan kotoran di dasar ember dengan selang). Dilakukan 10 -14 hari sekali,

2. Penyedotan 5 – 8 liter, bisa lebih atau keseluruhan bila perlu

3. Mengganti dengan air bersih

4. Menambahkan air setinggi leher ember untuk kangkung yang membersar  karena kangkung                    memerlukan lebih banyak air.


VI. PANEN SAYUR DAN IKAN


Dengan teknik Budikdamber, panen kangkung pertama dapat dilakukan 14-21 hari sejak tanam. Caranya adalah dengan memotong kangkung dan menyisakan bagian bawah tunas untuk pertumbuhan kembali. Panen umumnya bisa berjarak 10-14 hari sekali dan tanaman dapat bertahan kurang lebih 4 bulan. 

Untuk panen ikan lele dapat dilakukan dalam 2 bulan bila benih bagus dan pakan baik. Tingkat ketahanan hidup lele dengan cara ini berkisar 40-100 persen,

VII. ANALISA USAHA



Asumsi:

Pembuatan 5 unit budikdamber.

Masa pakai ember 3 tahun.

Masa budidaya selama 3 bulan.

Setiap ember menghasilkan 3 kg ikan.

Tanaman lain berasal dari penyiraman menggunakan air dalam ember, tapi penanaman di luar                  budikdamber.

Biaya investasi dan produksi serta pendapatan untuk 3 bulan.



SUMBER PUSTAKA


Abdullah, Agus A. 2020. Mau Budidaya Ikan, tapi Lahannya Sempit? Di-budikdamber aja!. Didownload dari laman https://samudranesia.id/mau-budidaya-ikan-tapi-lahannya-sempit-di-budikdamber-aja/

Hanifah. 2020. Belajar Budikdamber, Yuk! Teknik Budidaya Ikan & Tanaman Yang Viral Namun Bermanfaat. Didownload dari laman https://www.99.co/blog/indonesia/teknik-budikdamber -lele/

Laras. 2020. 5 Jenis Ikan yang Cocok Dibudidayakan di Ember Akuaponik. Didownload dari laman https://berkeluarga.id/ 2020/10/28/5-jenis-ikan-yang-cocok-dibudidayakan-di-ember-akuaponik/

Susetya, Ipanna Enggar, dkk. 2018. Aplikasi budikdamber (budidaya ikan dalam ember) untuk Keterbatasan lahan budidaya di kota medan. Didownload dari laman File:///c:/users/user/ downloads/4165-article%20text-13118-1-10-20200612.pdf


Sunday, May 23, 2021

Mengenal Ikan Gabus dan Manfaatnya





I. PENDAHULUAN

Ikan gabus (Channa striata) atau yang lebih dikenal dengan ikan haruan, merupakan salah satu ikan yang banyak ditemukan di perairan rawa.  Dengan bentuk badan yang memanjang dan berwana kehitaman, ikan jenis ini tergolong carnivor atau pemakan daging terutama jenis ikan-ikan kecil.

Bagian tubuh ikan gabus ditutupi sisik yang berpola seperti sisik ular.  Secara sistematik, ikan gabus diklasifikasikan ke dalam :

Kingdom : Animalia

Fillum : Chordata

Subfillum          : Vertebrata

Klas         : Pisces

Sub klas         : Actinopterygii

Infra Class : Teleostei

Super Ordo : Ostariophysi

Ordo : Perciformes

Family : Channidae

Genus : Channa

Spesies          : Channa Striata Bloch



Secara ekonomi dan nilai gizi, ikan gabus tergolong ikan yang harganya cenderung makin tinggi dari waktu ke waktu.  Hal ini seiring dengan “terbongkarnya” kandungan gizi dan manfaat lebih yang didapatkan dari mengkonsumsi ikan gabus.

Mulai dari pemanfaatan dalam bentuk segar, diolah menjadi ikan asin, ikan salai, abon ikan, kerupuk ikan dan yang paling akhir ekstrak albumin ikan gabus yang sangat diperlukan didunia kesehatan.

Dengan berbagai kelebihan yang dimiliki oleh ikan gabus, rugi kiranya jika para nelayan hanya menangkap dan menjualnya saja namun tidak turut menyisihkan untuk konsumsi keluarga.

 


II. MASAKAN BERBAHAN IKAN GABUS

Untuk bisa mengambil manfaat dari kandungan gizi ikan gabus, banyak ragam masakan yang dapat dibuat dengan bahan baku ikan gabus segar. Mulai cara digoreng, dipanggang, dikukus sampai direbus, ikan gabus menawarkan citarasa variatif sesuai dengan selera konsumennya. 

Sebagai sumber protein hewani, ikan gabus menjadi bahan makanan yang baik untuk dikonsumsi semua usia. Menurut Rizka (2020), ikan gabus dapat dijadikan sejumlah sajian makanan seperti :

1. Ikan asin gabus sambal ijo








2. Gulai gabus dan sayuran

3. Ikan gabus bakar

4. Asem-asem ikan gabus

5. Pindang ikan gabus

6. Oseng ikan gabus

7. Sup ikan gabus

8. Haruan masak kecap

9. Gabus pucung

10. Ikan gabus asin balado 

Dengan berbagai sajian di atas, konsumen dapat lebih bebas memilih menu sesuai seleranya dan yang terpenting manfaat besar kandungan gizi yang ada pada ikan gabus bisa didapatkan.



III. PENGOLAHAN IKAN GABUS

Selain dijadikan sajian sejumlah masakan, ikan gabus juga dapat diolah menjadi bentuk olahan lain yang mana bentuk fisik ikan gabusnya tidak terlihat lagi.  Misalnya dijadikan amplang ikan gabus, kaki naga ikan gabus, somay ikan gabus, kerupuk tulang ikan gabus, abon ikan gabus, bakso ikan gabus, nugget ikan gabus dan masih banyak lagi.

Dengan adanya produk olahan berbahan ikan gabus, manfaat gizi yang ada dalam ikan gabus dapat dinikmati orang-orang yang tidak biasa makan ikan. Apa karena paranoid dengan bentuk ikan gabus yang sepintas kepalanya seperti ular, atau karena alasan lain.  Munculnya berbagai produk olahan berbahan baku ikan gabus dinilai  dapat jadi solusi. 


Menurut Mulyadi (2011), produk olahan ikan gabus dapat berupa : 

1. Kerupuk Tulang Ikan

Untuk meminimalisir limbah ikan gabus hasil pengolahan filtrat ikan atau produk olahan lain, tulang ikan dapat diolah lagi menjadi kerupuk tulang ikan. Berikut ini adalah bahan dan cara pembuatan kerupuk tulang ikan gabus.


Bahan-bahan :

Daging ikan 200 gram

Tulang ikan 300 gram

Tepung tapioka 1 kg

Telur bebek 6 butir

Garam 1,5 ons

Soda 0,25 ons

Gula 500 gram


Cara Pembuatan :

a. Cuci ikan dan buatlah fillet

b. Ambil daging ikan dengan cara dikerupuk menggunakan sendok kemudian sisihkan

c. Tulang ikan yang tersisa direbus dengan panci tekan (pressure cooker) sampai tekturnya lunak

d. Campur  daging  dan  tulang  ikan  kemudian  blender  atau  giling  sampai  halus  dan bercampur rata. 

e. Campurkan  daging  dan  tulang  ikan  dengan  garam,  gula,  soda  dan  telur  sambil diremas-remas.   Kemudian masukkan  tepung  tapioka  sedikit  demi   sedikit  sambil diaduk   hingga adonan   rata   dan   tidak   lengket   di   tangan   (bila   perlu   dapat diberi air).

f. Adonan    yang    telah    lumat    dicetak    atau    dibentuk    silinder    yang    besarnya menurut kebutuhan dan keinginan.

g. Kemudian dibungkus dengan daun pisang atau plastik. Adonan dapat juga dapat dicetak menggunakan cetakan dari kaleng.

h. Pengukusan    dilakukan    selama    1    –    2    jam    sampai    adonan    matang.    Untuk mengetahui   adonan   tersebut   matang   dapat   dilakukan   dengan   memasukkan   lidi pada adonan   tersebut.   Bila   adonan   tidak   lengket   pada   lidi   berarti   adonan tersebut sudah matang.

i. Adonan    yang    sudah    matang    dibiarkan    dingin    (diangin-anginkan    semalam). Kemudian dipotong / diiris tipis-tipis ( ketebalan 1 – 2 mm)

j. Irisan kerupuk diatur diatas rak / para-para penjemuran dan dijemur sampai kering. 


2.  Abon Ikan

Pada  prinsipnya  abon  ikan  merupakan  suatu metode  pengawetan dengan kombinasi  antara perebusan / pengukusan dan penggorengan serta penambahan bumbu-bumbu tertentu. Produk yang dihasilkan mempunyai tekstur yang lembut, rasa dan aroma yang khas.


Bahan-bahan :

Daging ikan 500 gram

Garam secukupnya

Gula merah 150 gram

Ketumbar 10 gram

Bawang merah 75 gram

Laos 5 gram

Jahe 10 gram

Sereh 3 tangkai

Bawang putih 10 gram


Cara Pembuatan :

a. Ikan disiangi yaitu pada bagian isi perut dan kepala, bila perlu dipotong-potong untuk memudahkan pengukusan kemudian dicuci sampai bersih.

b. Ikan dikukus sampai matang untuk memudahkan pengambilan daging dan memisahkan dari tulang dan duri, kemudian ditumbuk / dimemarkan hingga menjadi suwiran-suwiran/serpihan daging ikan.

c. Bumbu-bumbu  yang  dihaluskan,  kemudian  dicampurkan  dengan  daging  yang  telah disuwir-suwir hingga merata.

d. Daging ikan yang telah dicampur dengan bumbu kemudian digoreng dengan minyak, bisa juga menggunakan santan kelapa yang kental. Aduk-aduk sampai kering (terasa ringan bila daging diaduk-aduk) dan berwarna kuning kecokelatan.

e. Abon yang sudah matang dimasukkan ke alat pengepres abon sampai minyaknya tuntas, kemudian diambil dengan menggunakan garpu.


3.  Nugget Ikan

Nugget merupakan salah satu produk olahan daging beku. Produk ini mempunyai daya simpan yang cukup lama, dengan penyimpanan dalam freezer bisa mencapai 2 minggu. Daging yang digunakan sebelumnya harus digiling, sehingga memudahkan untuk dibentuk pada tahapan berikutnya. Bahan utama yang digunakan adalah ikan, yang akan memberikan tekstur produk yang diinginkan, karena mempunyai kandungan protein miofibril.

Bahan pendukung lain, yaitu garam, air, bahan pengisi (filler), emulsifier, dan bumbu-bumbu. Garam berfungsi meningkatkan kelarutan, karena protein miofibril yang ada pada daging hanya larut pada larutan garam. Air berguna untuk memberikan sifat berair dan juga meningkatkan rendemen.

Bahan pengisi dan emulsifier yang digunakan pada produk ini adalah tepung tapioka dan kuning telur  yang  berfungsi  untuk  mengikat  air  maupun  lemak.  Bumbu-bumbu  berupa merica  dan bawang putih selain memberikan bau dan rasa yang khas, juga mampu memperpanjang umur simpan.


Bahan-bahan :

Ikan giling 500 g

Tepung tapioka 75 g

Tepung bumbu 25 g

Bawang putih (halus) 5 – 7,5 g

Merica halus 4 – 5 g

Garam 5 – 7,5 g

Telur 3 butir

Air / susu cair 100g

Tepung panir


Cara Pembuatan :

a. Ikan dicuci dengan air bersih kemudian disiangi dengan cara membuang sisik, isi perut dan insangnya.

b. Ikan dicuci bersih dengan air dingin Ambil bagian daging ikan dengan cara memfilet ikan.

c. Letakkan ikan pada posisi miring, dengan pisau tajam potonglah daging ikan dari pangkal insang sampai ke tulang. Kemudian daging ikan disayat sampai ke ekor hingga daging terlepas dari tulang (agar  tidak  banyak daging yang  terbuang, pisau agak ditekan) . Balikkan ikan dan kemudian sayat dagingnya dari pangkal ekor ke arah kepala.

d. Sisa daging pada pangkal tulang belakang dapat dikerok dengan pisau atau sendok.

e. Pisahkan kulit dan bagian daging yang berwarna hitam dari daging ikan.

f. Daging ikan digiling hingga halus

g. Gilingan ikan yang telah halus dicampur dengan tepung dan bumbu-bumbu yang juga telah dihaluskan.

h. Adonan yang telah tercampur rata ditempatkan pada loyang setebal 1 cm, yang telah dialasi plastik, adonan diratakan dan ditutup dengan plastik kemudian dikukus 30 – 45 menit, untuk memungkinkan terjadinya gelatinisasi dan mematangkan adonan.

i. Adonan  yang  telah  dikukus  didinginkan  kemudian  dipotong-potong  sesuai  dengan ukuran yang diinginkan.

j. Adonan yang telah dipotong-potong dimasukkan pada putih telur kemudian digulirkan pada tepung panir, hal ini untuk membentuk suatu permukaan adonan yang lebih baik. 

k. Nugget yang telah dihasilkan dapat disimpan pada freezer apabila tidak segera digoreng supaya lebih awet dan teksturnya menjadi lebih renyah.

l. Penggorengan dilakukan untuk mematangkan adonan.




IV. EKSTRAK ALBUMIN IKAN GABUS

Ikan gabus memiliki kandungan albumin yang tinggi. Albumin merupakan protein utama dalam darah yang diproduksi oleh hati. Albumin memiliki peran yang sangai penting bagi tubuh, sehingga kekurangan albumin dapat menyebabkan berbagai masalah bagi tubuh. Kandungan lainnya yang terkandung dalam ikan gabus adalah omega-3, zat besi, fosfor, kalsium, vitamin A, vitamin B1, dan juga air.


Ikan gabus bisa dikonsumsi secara langsung atau pun setelah diekstrak dan dikemas dalam bentuk kapsul. Manfaat ekstrak ikan gabus juga tidak kalah dengan khasiat ikan gabus ketika dikonsumsi secara langsung. Berikut adalah manfaat ekstrak ikan gabus dan manfaat ikan gabus yang sudah banyak terbukti berkat kandungan albumin yang ada pada tubuhnya :

1. Mempercepat penyembuhan luka

Manfaat ikan gabus untuk menyembuhkan luka memang dapat dikatakan sebagai manfaat paling utama. Hal ini tentunya berkat kadar albumin yang tinggi dalam ikan gabus. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, albumin merupakan protein utama dalam darah. Albumin memiliki peran yang sangat penting dalam penyembuhan luka.

Sebuah penelitian telah membuktikan bahwa pemberian ekstrak ikan gabus pada pasien pasca operasi terbukti dapat memicu proses penyembuhan luka lebih cepat. Tentunya konsumsi ikan gabus tidak hanya baik untuk pasien yang menjalani operasi, tapi juga bisa Anda gunakan untuk membantu proses penyembuhan luka yang disebabkan oleh berbagai faktor lainnya.

2. Mengatasi kurang gizi

Menjaga keseimbangan gizi memang bukan merupakan hal yang mudah, terutama pada anak-anak yang memiliki kebiasaan susah makan. Hal ini lah yang menyebabkan sering kali anak-anak kekurangan gizi pada masa pertumbuhannya.

Konsumsi ikan gabus maupun ekstrak ikan gabus secara rutin dapat mengatasi kekurangan gizi tersebut, karena kandungan nutrisi dalam ikan gabus hampir memenuhi keseluruhan kebutuhan gizi harian, terutama untuk anak-anak.

3. Memelihara otot

Manfaat ikan gabus selanjutnya adalah dapat memelihara otot. Anda tentunya sudah pernah mendengar bahwa protein adalah nutrisi yang sangat penting dalam pembentukan otot. Ikan merupakan salah satu sumber protein terbaik untuk tubuh.

Kandungan protein dalam ikan gabus mengalahkan ayam, daging sapi, dan ikan air tawar dan bahkan beberapa jenis ikan laut. Kandungan protein dalam ikan gabus memang masih di bawah ikan salmon, tapi ikan gabus bisa menjadi pilihan ikan air tawar terbaik untuk memenuhi kebutuhan protein Anda.

4. Menjaga cairan dalam tubuh seimbang

Ikan gabus tidak hanya akan memenuhi kebutuhan protein, tetapi juga mampu untuk menjaga keseimbangan carian dalam tubuh. Manfaat ikan gabus yang satu ini juga didapatkan dari kadar albumin yang ada di dalamnya.

Keseimbangan cairan dalam tubuh merupakan hal yang sangat penting untuk menjaga tubuh agar dapat bekerja dengan baik. Kadar cairan yang tidak seimbang dapat menyebabkan berbagai masalah bagi tubuh, termasuk mengganggu proses penyerapan protein dalam tubuh.

5. Baik untuk pencernaan

Manfaat ikan gabus ternyata sangat baik untuk pencernaan. Ikan gabus memiliki kadar protein yang tidak kalah dengan daging, tapi ikan gabus memiliki keunggulan yaitu lebih mudah dicerna dalam pencernaan. Hal ini tentunya sangat penting karena jika kita mencerna makanan yang mudah dicerna, maka pencernaan tidak perlu bekerja terlalu keras hingga dapat membuat fungsinya terganggu.

6. Nutrisi untuk pertumbuhan

Manfaat ikan gabus ternyata bisa juga menjadi nutrisi pendukung pertumbuhan. Ikan gabus sangat baik untuk dikonsumsi oleh ibu hamil, ibu menyusui, dan anak-anak. Kondisi ini merupakan kondisi di mana tubuh membutuhkan nutrisi ekstrak bagi tubuh untuk membantu proses pertumbuhan

Jika sebelumnya ikan gabus digunakan untuk mengatasi kekurangan gizi, maka langkah yang satu ini dikatakan sebagai langkah pencegahan. Selain untuk membantu pertumbuhan, ikan gabus juga baik untuk menmenuhi kebutuhan nutrisi untuk lansia.

7. Mengatasi hipoalbuminemia

Kekurangan albumin dalam tubuh tidak bisa dianggap sepele karena dapat memicu berbagai masalah lain bagi kesehatan.

Gejala hipoalbuminemia antara lain adalah seperti edema, nafsu makan berkurang, diare, mual, hipotens, penyakit kuning, dan masih banyak lagi. Penyebab hipoalbuminemia juga ternyata bermacam-macam mulai dari hipertiroidisme, diabetes, sirosis hati, gagal jantung, hingga penyakit lupus.

Pengobatan yang dilakukan tentunya harus menyesuaikan dengan penyakit penyebabnya. Di samping melakukan pengobatan untuk penyakit utamanya, penggunaan ikan gabus juga bisa dilakukan untuk mengatasi gejala dari rendahnya kada albumin tersebut.

8. Bagus untuk ibu hamil

Biasanya ibu yang sedang hamil disarankan untuk mengonsumsi banyak protein hewani seperti ati ayam, telur, dan ikan. Seperti yang kita tahu, banyak jenis ikan air tawar, seperti ikan gabus yang lebih banyak memiliki manfaatnya. Kandungan protein pada ikan ini cukup tinggi dan dipercaya sangat bagus untuk pertumbuhan rahim ibu hamil dan juga janin.

9. Menambah berat badan

Selain banyak makan untuk menambah berat badan, Anda bisa mengonsumi protein hewani yang dipercaya sangat baik untuk menambah berat badan. Mengombinasikan karbohidrat dan protein seperti nasi dan ikan gabus, dapat memicu pembentukan sel.

Bagi Anda yang kurus, cocok untuk makan ikan gabus!

10. Bagus untuk penderita diabetes

Manfaat ikan gabus untuk kesehatan berikutnya adalah baik untuk penderita diabetes. Mereka yang menderita diabetes tidak diperbolehkan makan nasi putih karena berisiko menaikkan kadar gula darah. Kini, penderita diabetes tak usah bingung lagi untuk memenuhi kalori harian, karena khasiat ikan gabus dapat memenuhi kebutuhan kalori harian.

11. Menjaga kesehatan mata

Jika ingin memiliki mata yang sehat, maka konsumsilah vitamin A secara rutin. Salah satu makanan yang mengandung vitamin A yang cukup tinggi adalah ikan gabus. Ikan ini mengandung 150 G vitamin, yang sangat manjur untuk menjaga kesehatan mata Anda.



V. PENUTUP

Ikan gabus (Channa striata) atau yang lebih dikenal dengan ikan haruan, merupakan salah satu ikan yang banyak ditemukan di perairan rawa.  Dengan bentuk badan yang memanjang dan berwana kehitaman, ikan jenis ini tergolong carnivor atau pemakan daging terutama jenis ikan-ikan kecil. 

Untuk bisa mengambil manfaat dari kandungan gizi ikan gabus, banyak ragam masakan yang dapat dibuat dengan bahan baku ikan gabus segar. Mulai cara digoreng, dipanggang, dikukus sampai direbus, ikan gabus menawarkan citarasa variatif sesuai dengan selera konsumennya. 

Selain dijadikan sajian sejumlah masakan, ikan gabus juga dapat diolah menjadi bentuk olahan lain yang mana bentuk fisik ikan gabusnya tidak terlihat lagi.  Misalnya dijadikan amplang ikan gabus, kaki naga ikan gabus, somay ikan gabus, kerupuk tulang ikan gabus, abon ikan gabus, bakso ikan gabus, nugget ikan gabus dan masih banyak lagi. 

Di sisi lain ikan gabus juga bisa diekstrak dan dikemas dalam bentuk kapsul. Manfaat ekstrak ikan gabus diperlukan di dunia kesehatan seperti dalam upaya mempercepat penyembuhan luka. Manfaat ekstrak ikan gabus ini sudah banyak terbukti berkat kandungan albumin yang ada pada tubuhnya



DAFTAR PUSTAKA

Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Kalimantan Selatan. 2015. Budidaya Ikan Gabus (Channa striata). Diskanlut Provinsi Kalsel, Banjarbaru.

Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan Dan Perikanan. 2020. Diversifikasi Produk Ikan Gabus. Didownload dari laman https://kkp.go.id/djpdspkp/artikel/26286-diversifikasi-produk-ikan-gabus

https://brebestegal.com/11-manfaat-ikan-gabus-untuk-kesehatan-sumber-albumin-bagi-tubuh

Mulyadi, Arie Febrianto, dkk. 2011. Modul teknologi pengolahan ikan gabus. Fakultas teknologi pertanian universitas brawijaya, malang. Di download dari laman http://maharajay. lecture.ub.ac.id/files/2013/06/Modul-Abdimas-Ikan-Gabus-2011.pdf

Mifta, Rizka. 2020. 10 Resep olahan ikan gabus, mudah dibuat dan maknyus. Didownload dari laman https://brilicious.brilio.net/masak-yuk/10-resep-olahan-ikan-gabus-mudah-dibuat-dan-maknyus-2008197.html 






Tuesday, February 16, 2021

Menyusun Rencana Usaha Perikanan



I. LATAR BELAKANG


Perencanaan atau yang biasa diistilahkan dengan planning merupakan tahap untuk berfikir sebelum bertindak. Secara sederhana perencanaan merupakan usaha menetapkan kegiatan yang akan dilakukan tentang :

Apa yang akan dilakukan atau apa yang hendak dilakukan?
Bagaimana melaksanakannya atau apa yang harus dikerjakan?
Kapan melaksanakannya?
–  Siapa yang akan melaksanakannya?

Mengapa Ada Rencana Usaha?

Pertanyaan tersebut diatas muncul mengingat bahwa banyak alasan yang mengatakan bahwa rencana akan usang setelah dituliskan, tidak ada seorangpun yang tahu masa datang, peluang lebih baik atau bencana, hal yang berbahaya bila memberikan komitmen pada sesuatu yang tidak menentu, masa datang tidak dapat ditebak.

Namun kendati demikian ada beberapa hal penting dari rencana yaitu : Terdapat kaitan yang erat antara wirausahawan yang sukses dan penentuan gol serta proses perencanaan. Salah satu karakteristik penting dari mereka yaitu perilaku mereka dalam penentuan gol.

Penentuan gol membantu anda untuk bekerja “lebih cerdik” dari pada bekerja “lebih keras”. Rencana membantu anda memperoleh jalan yang lebih baik dengan mempertimbangkan berbagai alternatif. Rencana membantu anda memilki kerangka pikiran berorientasi kedepan. Pemikiran ini membantu anda untuk melakukan antusipasi, lebih waspada dan responsif terhadap masalah, peluang, dan perubahan yang dapat mengganggu anda. Perencanaan dapat menolong anda untuk mengembangkan dan memperbarui strategi yang lebih baik dengan cara menguji ide anda dan pendekatan orang lain.

Perencanaan gol yang tepat memberikan efek motivasi terhadap gol yang dituntut. Gol moderat merupakan gol yang dapat dicapai, namun memerlukan usaha untuk memperolehnya. Seseorang akan lebih termotivasi mengejar gol yang menantang tapi dapat dicapai bila dibandingkan dengan gol yang terlalu mudah atau terlalu sulit. Penentuan gol akan memberikan gambaran hasil, suatu perhatian terhadap pencapaian dan kemajuan. Setelah dinyatakan secara spesifik, masa waktu, gol yang terukur akan memudahkan anda dan orang lain untuk mengevaluasi kinerja anda. Ini memungkinkan anda untuk melihat seberapa dekat pencapaian sasaran, sehingga menuntut tanggung jawab atas langkah-langkah anda.

Perencanaan membantu anda untuk mengelola risiko dan ketidakpastian masa depan, meskipun tidak dapat memperkirakan masa depan.

II. MANFAAT DAN FUNGSI PERENCANAAN


Adapun manfaat perencanaan antara lain:

  1. Dipakai sebagai alat koordinasi.
  2. Dapat memberikan “kepastian” mengenai masa depan atau membatasi “ketidakpastian”.
  3. Merupakan alat ukur terhadap prestasi yang akan dicapai dan alat pengendalian (control) jalannya kegiatan/organisasi.
  4. Meningkatkan kemampuan antisipasi terhadap perubahan.
  5. Meningkatkan produktifitas (efektifitas dan efisiensi) karena memfokuskan pada sasaran.
  6. Meningkatkan dukungan dan peran serta, karena tujuan/sasaran dapat diketahui oleh pelaksananya.
  7. Dalam proses perencanaannya, “team building” (terbentuk kerjasama) merupakan hasil sampingan yang sangat bermanfaat bagi organisasi.

Dalam kegiatan usaha perikanan baik secara berkelompok maupun kegiatan usaha yang dilakukan oleh individu, diperlukan perencanaan yang matang, mengingat kegiatan usaha ini memiliki risiko tersendiri, terutama yang berhubungan dengan kondisi alam (iklim/musim), keterampilan sumberdaya manusia, teknologi maupun modal usaha.

Sebuah perencanaan usaha memiliki fungsi yang sangat  mendukung keberhasilan usaha.  Fungsi tersebut meliputi :

1)  Mendorong calon pelaku bisnis untuk berpikir mengenai “apa yang akan dikerjakan” :

2) Menggunakan pandangan yang obyektif

3) Bersikap kritis

4) Tidak emosional

5) Dapat digunakan untuk menilai keragaan aktual usaha (bisnis) pada jangka waktu tertentu,

6) Merupakan dokumen yang dapat dinilai oleh pemberi kredit (calon investor) untuk menilai 

     bisnis baru maupun mengembangkan bisnis yang sedang dikerjakan.


III. PERENCANAAN USAHA PERIKANAN


Sebagian besar usaha perikanan dimulai dari modal yang dibiayai wirausahawan atau investasi kecil dari keluarga atau teman. Modal yang diberikan pada umunya berdasarkan “keyakinan” dari wirausahawan dan cukup dengan deskripsi lisan dan produk perikanan serta prospeknya. Dana yang diperoleh pada umumnya dipergunakan untuk mengembangkan prototiep produk, melakukan studi pasar, dan sekedar untuk memulai usaha.

Memulai usaha baru yang kecil, tentu tidak diperlukan dana yang besar. Terkadang dana yang diperoleh dari penyandang dana berdasarkan kepercayaan saja, tidaklah memadai untuk memulai pertumbuhan yang tinggi, atau kebutuhan dana tambahan untuk mendapatkan potensi pasar dan menjadi perusahaan besar. Tambahan modal yang ekuitas sangat diperlukan bukan hanya untuk dapat membeli asset dan memenuhi modal kerja, tetapi juga untuk mendapatkan dukungan dari lembaga keuangan.

Suatu rencana usaha perikanan yang efektif akan dapat meyakinkan penyandang dana bahwa anda telah mengindikasikan peluang dari pertumbuhan usaha perikanan tinggi, serta anda memilki bakat dalam mengelola dan berwirausaha bidang perikanan, berbagai kemampuan yang lain, sehingga dapat secara efektif memanfaatkan peluang, serta anda memiliki rencana yang rasional dan kredibel. Pengembangan rencana usaha perikanan sebagaimana diuraikan diatas, memang tidak mudah dan tidak pula sukar. Ini merupakan pekerjaan yang menuntut ketelitian, kesabaran, kerja keras, apabila anda mengikuti rencana usaha.

Namun demikian, sebelum menyiapkan rencana usaha perikanan, anda harus meninjau kembali analisis awal. Jika dari analisis tersebut muncul pertanyaan mendasar tentang kelayakan usaha perikanan anda, janganlah memulai rencana usaha. Rencana usaha dapat dimulai, apabila anda telah memperoleh hasil penelitian lebih lanjut yang memberi keyakinan pada anda bahwa tidak ada cacat mendasar dari usaha perikanan anda.


 

IV. TAHAPAN PENYUSUNAN RENCANA USAHA PERIKANAN


Dalam melakukan penyusunan rencana usaha perikanan ada beberapa hal yang perlu dipahami. Hal-hal tersebut adalah sebagai berikut :

A. Detail Aspek-aspek Perencanaan Usaha Perikanan

  • Industri Perikanan, yang perlu dipahami meliputi : prospek industri perikanan, berbagai produk perikanan dan perkembangannya, pasar baru dan penggunanya, kebutuhan baru, perusahaan baru, kecenderungan dan faktor ekonomi/kondisi nasional yang mempengaruhi usaha secara positif atau negatif dan sumber informasi yang dipergunakan untuk menggambarkan kecenderungan industri perikanan.
  • Perusahaan perikanan, yang perlu dipahami meliputi : deskripsi bidang usaha perikanan, produk/jasa perikanan yang ditawarkan, pengguna utama, latar belakang dan tanggal perusahaan perikanan berdiri, deskripsi identifikasi dan pengembangan produk perikanan dan keterlibatan perusahaan perikanan dalam prosesnya.
  • Produk barang/jasa perikanan, yang perlu dipahami meliputi : deskripsi detail produk/jasa perikanan yang akan dijual, posisi kepemilikan usaha perikanan seperti paten, rahasia dagang atau aspek kepemilikan lain, deskripsi potensi/kelebihan produk/jasa perikanan  yang membuatnya unggul dalam persaingan.
  • Riset pasar dan analisis usaha perikanan, hal ini memerlukan data yang meyakinkan bahwa produk perikanan yang dijual memiliki pasar yang substansial dalam industri yang tumbuh dan dapat memenuhi target penjualan.
  • Deskripsi aspek-aspek usaha perikanan, hal ini meliputi : apa yang anda kerjakan atau akan dikerjakan, produk yang ditawarkan, keadaan industri sekarang, peluang yang tersedia untuk memasarkan produk.

B. Aspek pemasaran

  • Pelanggan (pelanggan potensial dalam segmen pasar yang utama, siapa dan dimana pembeli utama dari produk dalam setiap segmen pasar?)
  • Ukuran pasar dan kecenderungannya (cari data dari distributor, dealer, salesman, pelanggan)
  • Persaingan (cari data untuk menentukan tingkat persaingan yang terjadi. Bandingkan produk yang bersaing dalam basis harga, kinerja, pelayanan, jaminan dan kelebihan lainnya. Tunjukkan kelebihan dan kekurangan produk pesaing dan jelaskan mengapa masih belum memuaskan pelanggan,
  • Perkiraan pangsa pasar dan penjualan (identifikasi pelanggan utama yang bersedia membeli, perkiraan penjualan dalam rupiah dan unit 3 tahun mendatang
  • Evaluasi pasar (jelaskan cara mengevaluasi secara berkesinambungan : terget pasar dalam rangka mengkaji kebutuhan pelanggan dan tuntutan dalam program, peningkatan produk dan program produk baru, rencana ekspansi dari fasilitas produksi, serta tuntunan dalam penentuan harga

Rencana Pemasaran (memberikan gambaran detail dari strategi pemasaran, kebijakan penjualan dan pelayanan, penentuan harga, distribusi dan strategi iklan untuk mencapai pangsa pasar yang diproyeksikan)

  1. Strategi pemasaran secara keseluruhan (kelompok pelanggan yang menjadi target awal, cara mengenali dan menghubungi pelanggan potensial, apa yang akan ditekankan dari kelebihan produk (kualitas, harga, pengiriman, jaminan) dalam penjualan?
  2. Penentuan harga (buat sejumlah strategi harga sebelum memutuskan. Bahaslah harga yang ditetapkan dan bandingkan dengan pesaing utama,
  3. Taktik penjualan (deskripsikan metoda yang akan digunakan untuk melakukan penjualan dan mendistribusikan produk, rencana awal dan rencana jangka panjang untuk tenaga penjualan. Bahaslah margin  untuk agen ritel, grosir, tenaga penjualan dan bandingkan dengan pesaing. Jika menggunakan distributor, deskripsikan cara memilih, kapan mereka akan mulai menjual dan area yang dilayani)
  4. Kebijakan jasa pelayanan dan jaminan
  5. Iklan dan promosi


Desain dan pengembangan Usaha Perikanan

Dalam hal desain dan pengembangan ada beberapa hal yang perlu dipahami untuk menyusun perencanaan usaha perikanan.  Beberapa hal tersebut adalah :

  1. Status dan tugas pengembangan (deskripsikan status produk  saat ini, apa yang akan dikerjakan agar dapat dipasarkan. Deskripsikan kompetensi dan keahlian dari perusahaan dalam pengembangan
  2. Kesulitan dan resiko (identifikasi langkah-langkah antisipasi adanya masalah dalam desain dan pengembangan serta pendekatan yang dilakukan dalam solusi. Bahaslah efek yang mungkin terjadi pada jadwal, biaya desain dan pengembangan dan waktu pengenalan produk ke pasar.
  3. Peningkatan produk dan produk baru (kelanjutan desain dan pengembangan yang direncanakan untuk menjaga produk tetap unggul dan langkah-langkah pengembangan produk baru yang terkait pada kelompok pelanggan yang sama)
  4. Biaya (anggaran desain dan pengembangan, termasuk biaya TK, Material, konsultan dll)
  5. Lokasi geografis (deskripsikan kekurangan dan kelebihan lokasi dari segi biaya TK, SP, ketersediaan TK, kedekatan dengan pelanggan, pemasok, jalur transportasi. Pajak, dan peraturan setempat

V. PRINSIP ANALISIS BIAYA


Usaha perikanan  merupakan suatu kegiatan ekonomi di bidang  perikanan   dimana terdapat sejumlah unsur (input)  yang digunakan dan setiap input tersebut mengandung suatu nilai yang merupakan korbanan bagi pelaku usaha perikanan, yaitu sebagai biaya usaha perikanannnya.  Input usaha perikanan yang umumnya dibutuhkan oleh pekau usaha perikanan meliputi benih, lahan, mesin (alat), tenaga kerja, modal dan pengelolaan atau manajemen.

Input produksi saling berkaitan dan kedudukannya dalam usaha perikanan  sama penting sehingga sering disebut sebagai faktor produksi.  Pemahaman faktor produksi menyangkut masalah penguasaan dan pemilikan terhadap faktor-faktor produksi tersebut, dimana pemilikan memberikan kekuatan dan kekuasaan untuk berbuat terhadap faktor-faktor produksi dalam penggunaan pada proses produksi. Seseorang yang menguasai atau memiliki faktor produksi, dapat memberikan posisi atau status sosial yang tinggi di lingkungan masyarakatnya.

Lahan merupakan faktor produksi yang relatif langka dibanding dengan faktor produksi lain, selain itu distribusi penguasaannya dimasyarakat tidak merata dan tidak dapat dipindah-pindah walaupun dapat dipindahtangankan atau diperjualbelikan. Tenaga kerja dalam usahatani terbagi atas tenaga keja manusia, tenaga kerja ternak dan tenaga kerja mesin, dimana tenaga kerja manusia terbagi menjadi tenaga kerja pria, wanita dan anak – anak. Terdapat perbedaan konversi dalam penentuan kerja, sehingga perlu diseragamkan agar memudahkan dalam penentuan kerja. Untuk menyeragamkan, maka konversi tenaga kerja yang digunakan adalah Hari Kerja Pria (HKP).

Modal adalah barang atau uang yang bersama – sama dengan faktor produksi lain yang digunakan untuk menghasilkan barang baru, yaitu produk pertanian. Modal dapat dibedakan berdasarkan sifatnya menjadi modal tetap dan modal bergerak. Modal tetap adalah modal yang tidak habis dalam satu periode, meliputi tanah dan bangunan. Sedangkan modal bergerak adalah modal yang habis dalam satu periode, meliputi uang tunai dan sarana produksi.

Manajemen atau pengelolaan merupakan unsur terakhir dalam kegiatan usaha. Manajemen dalam usaha perikanan adalah kemampuan pelaku usaha perikana dalam menentukan, mengorganisir dan mengkoordinasikan faktor – faktor  produksi yang dikuasai untuk mencapai tujuan yang diharapkan.  Manajemen merupakan unsur usaha yang tidak berbentuk fisik akan tetapi unsur yang paling menentukan dalam keberhasilan usaha.

Keberadaan dan harga input usaha perikanan sangat menentukan dalam keberlanjutan usaha perikanan, sementara ketersediaannya bergantung kepada kondisi permintaan dan penawaran di pasar.  Dengan demikian, maka pelaku usaha perikanan perlu memahami prinsip-prinsip analisis biaya dalam penyelenggaraan usaha perikanannya.

Prinsip analisis biaya sangat penting karena  pelaku usaha perikanan dapat menguasai pengaturan biaya produksi dalam usahataninya tetapi tidak mampu mengatur harga komoditi (hasil produksi)  yang dijualnya atau memberikan nilai kepada komoditi tersebut.  Harga-harga tersebut ditentukan oleh berbagai faktor di luar usaha perikanan, termasuk pula faktor-faktor di luar negeri.  Apabila keadaan lainnya tidak berubah, pelaku usaha perikanan  harus mengurangi biaya persatuan komoditi yang dihasilkan bila ia ingin meningkatkan pendapatan bersih usahanya.

Penggolongan biaya produksi dilakukan berdasarkan sifatnya, meliputi  : 1) biaya tetap (fixed cost), dan  2) biaya tidak tetap (variable cost).  Biaya tetap ialah biaya yang tidak ada kaitannya dengan jumlah barang yang diproduksi.  Petani rumput laut harus mampu membayarnya, berapapun jumlah produksi yang dihasilkan dari  usaha budidayanya.  Biaya tetap menjadi sangat penting apabila petani rumput laut memikirkan tambahan investasi  seperti mesin, perahu, bangunan dan alat-alat lainnya.  Tiap tambahan investasi hanya dapat dibenarkan apabila petani rumput laut mampu membelinya dan dalam jangka panjang dapat memberikan arus keuntungan.

Biaya tidak tetap (variable cost) ialah biaya yang berubah apabila luas usahanya berubah.  Biaya ini ada apabila ada sesuatu barang yang diproduksi.   Sebagai contoh, banyaknya tenaga  kerja yang diperlukan dalam usaha rumput laut.  Apabila pelaku utama atau nelayan juragan  mengupah tenaga kerja (buruh perikanan), maka ketika produksi dapat meningkat, kebutuhan terhadap buruh/tenaga kerja  juga meningkat.  Tetapi apabila tidak ada produksi, maka tidak ada kebutuhan terhadap tenaga kerja (buruh perikanan) tersebut.


A.  Analisis Pendapatan Usaha

Pendapatan dalam suatu kegiatan usaha  adalah balas jasa terhadap setiap faktor produksi dan merupakan ukuran keberhasilan kegiatan usaha.  Analisis pendapatan usaha perikanan  dilakukan untuk menggambarkan keadaan sekarang dari suatu kegiatan usaha perikanan  atau untuk menggambarkan keadaan yang akan datang dari perencanaan atau tindakan dalam kegiatan usaha perikanan.  Bagi pelaku usaha perikanan, analisis pendapatan dapat digunakan untuk mengukur apakah kegiatan usaha yang dilaksanakan berhasil atau tidak.  Informasi yang diperlukan dalam analisis pendapatan adalah jumlah penerimaan dan jumlah pengeluaran usaha perikanan dalam jangka waktu yang telah ditetapkan.

Pada analisis pendapatan usaha perikanan ini,  perhitungan didasarkan kepada biaya tunai dan biaya tidak tunai atau biaya yang diperhitungkan. Biaya tunai digunakan untuk melihat seberapa besar likuiditas tunai yang dibutuhkan pelaku utama perikanan untuk menjalankan kegiatan usaha di bidang perikanan.   Biaya tidak tunai digunakan untuk menghitung berapa sebenarnya pendapatan kerja pelaku utama jika bunga modal dan nilai kerja keluarga diperhitungkan.

Penerimaan total merupakan nilai produk dari suatu usaha yaitu harga produk dikalikan dengan total produksi. Total biaya atau pengeluaran dari suatu usaha agribisnis merupakan jumlah seluruh biaya yang dikeluarkan untuk melakukan kegiatan budidaya dalam memproduksi komoditi perikanan. Pendapatan total usaha merupakan selisih antara penerimaan total dengan pengeluaran total.

Umumnya pendapatan usaha (keuntungan) dihitung untuk satu tahun kegiatan usaha.    Keuntungan usaha dapat pula dihitung per musim tanam, dengan tetap menyesuaikan perhitunan besarnya beberapa jenis biaya secara proporsional, misalnya besarnya biaya penyusutan yang merupakan salah satu komponen dari biaya tetap (fixed cost).  Berarti apabila telah dilakukan perhitungan biaya penyusutan untuk satu tahun, maka jika akan dihitung besarnya keuntungan per musim tanam, harus dilakukan pembagian dengan angka 8.

Pendapatan usaha (keuntungan) dihitung dengan menggunakan rumus :


p  = TR – TC


Keterangan :

 p   = Keuntungan    (Rp)

 TR =  Total Revenue  atau Penerimaan Total (Rp)

 TC = Total Cost atau  Biaya Total (Rp)


Dalam hal ini Total Revenue  atau Penerimaan Total merupakan perkalian antara jumlah barang yang diproduksi/dipasarkan dengan harga barang tersebut; dengan asumsi bahwa semua barang yang diproduksi dapat dipasarkan seluruhnya.   Total Revenue  atau Penerimaan Total dalam bahasa perdagangan sehari-hari dikenal dengan sebutan omzet.   Total Revenue  atau Penerimaan Total dirumuskan sebagai berikut :


TR = P x Q


Keterangan :

TR =  Total Revenue  atau Penerimaan  Total (Rp)

P   =  Harga jual (Rp/Kg)

Q   =  Jumlah barang yang dijual  (Kg)

Adapun Total Cost atau Biaya Total merupakan penjumlahan dari Biaya Tetap (fixed cost) dengan biaya variabel (variable cost).  Dalam bentuk matematis Total Cost dirumuskan sebagai berikut :


TC = FC + VC


Keterangan :

TC  =  Total Cost  atau Biaya Total  (Rp)

FC  =   Fixed Cost atau Biaya Tetap (Rp)

VC  =   Variable Cost atau Biaya Variabel (Rp)

Untuk dapat menghitung besarnya keuntungan usaha, pelaku utama/usaha perikanan dituntut untuk mampu mengidentifikasi dan  melakukan pencatatan dengan baik setiap biaya investasi dan biaya-biaya total yang dikeluarkan dalam kegiatan usahanya.

Dalam menghitung keuntungan usaha,  diperlukan data biaya yang sifatnya mendukung/melengkapi total  biaya yang digunakan, yaitu berupa biaya penyusutan.  Biaya penyusutan ini mudah dihitung dan data dasarnya berasal dari data  biaya investasi.  Biaya penyusutan ini dihitung dengan menggunakan metode garis lurus, dengan rumus sebagai berikut :

Penyusutan = harga  beli – nilai sisa umur ekonomis 

(tahun)

Keterangan :

Penyusutan dalam satuan Rp/thn

Harga beli dalam satuan Rupiah

Nilai sisa dalam satuan Rupiah


B. Analisis Efisiensi Usaha

Efisiensi usaha  merupakan salah satu ukuran keberhasilan usaha perikanan. Untuk mengukur efisiensi usaha digunakan rasio imbangan penerimaan dan biaya yang dikeluarkan (R/C) yang merupakan perbandingan antara pendapatan kotor yang diterima usahatani dari setiap rupiah biaya yang dikeluarkan dalam proses produksi.  Secara teoritis R/C menunjukan bahwa setiap satu rupiah biaya yang dikeluarkan akan memperoleh penerimaan sebesar nilai R/C-nya  R/C ratio dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut :


R/C  =  TR / TC


Kriteria :

Bila R/C  >  1, maka usaha dinyatakan menguntungkan

Bila R/C  =  1, usaha mengalami impas

Bila R/C  <  1, usaha mengalami kerugian


C.   Analisis Waktu Balik Modal (Payback Period/PP)

Payback Period merupakan cara penilaian investasi yang didasarkan pada pelunasan biaya investasi oleh keuntungan atau dengan kata lain Payback Period adalah waktu yang diperlukan untuk mengembalikan modal yang telah ditanamkan.

Secara matemetis Payback Period dapat dirumuskan sebagai berikut :


PP =  I / P


Keterangan :

PP  = Payback Period (tahun)

I    = Investasi (Rp)

p     =   Keuntungan (Rp/tahun)

Dengan kriteria, semakin singkat periode tingkat pengembalian modal maka usaha tersebut layak untuk diusahakan.


D.   Analisis Harga Pokok Penjualan (HPP)

Harga pokok produksi merupakan  semua pengeluaran  yang dikeluarkan baik secara langsung maupun tidak langsung untuk menghasilkan barang atau jasa yang akan dijual.   Harga pokok produk dirumuskan sebagai berikut :


HPP =  Total  Biaya  produksi dan pemasaran -  Total  produk yang dihasilkan


Keterangan :

Biaya pokok produksi dalam satuan Rupiah

Total jumlah produksi dalam satuan Kg

HPP dalam satuan Rupiah/Kg

Dengan mengatahui HPP,  pelaku utama/usaha perikanan  dapat menghitung/ menentukan  besarnya marjin (perbedaan) antara  harga  penjualan produknya dengan biaya produksi yang telah dikeluarkannya.  Besarnya marjin harga diperoleh dengan cara mengurangkan harga jual produk  dengan HPP nya.   Apabila harga jual produk lebih besar dari HPP, maka pelaku utama/usaha perikanan dapat memperoleh keuntungan, sedangkan apabila harga jual peroduk lebih kecil dari HPP, maka pelaku utama/usaha perikanan akan mengalami kerugian.

DAFTAR PUSTAKA


Nicho. 2017. Metode Penilaian Investasi. Didownload dari laman http://nichonotes.blogspot. com/ 2017/12/ metode-penilaian-investasi.html

Razi,Fahrur. 2011. Studi Kelayakan Usaha Perikanan. Didownload dari laman http://komunitas penyuluhperikanan.blogspot.com/2012/01/studi-kelayakan-usaha-perikanan.html

Zaelani, Akbar. 2018. Analisa Usaha Perikanan Budidaya. Didownload dari laman http://penyuluhankelautan perikanan.blogspot. com/2018/01/analisa-usaha-perikanan-budidaya. html#:~:text=Analisa%20usaha% 20Perikanan% 20Budidaya%20bertujuan,tanam%20atau%20dalam%20satu%20tahun.