Sunday, February 6, 2022

Diversifikasi Produk Olahan Ikan

 


NUGGET IKAN

Nugget adalah salah satu jenis makanan instan yang digemari segala usia khususnya anak-anak.  Makanan yang satu ini memang nikmat dan tak jarang oleh pembuatnya dikemas dengan tampilan yang sedemikian lucunya hingga anak-anak terpikat.  Untuk mendapatkannya cukup mudah karena nugget sudah     banyak     dijual di pasaran.  Namun satu hal yang perlu diperhatikan, apakah nugget yang tersedia dipasar tersebut benar-benar aman? Ingat, makan instan, apapun jenisnya akan menggunakan pengawet, dan dalam jumlah tertentu akan berakibat buruk bagi kesehatan.  Untuk itu kenapa tidak kita membuatnya sendiri, Berani coba? Berikut ini kami sajikan cara membuat nugget ikan.  Kenapa Ikan? Karena ikan tinggi protein dan sangat baik bagi kesehatan, selain itu tentu nikmat !


A.  Siapkan Bahan-Bahan

Tepung terigu 1 ons.  Pilih yang mengandung protein sedang,

Fillet ikan 6 ons (Ikan Patin/ Kakap/ Tenggiri/ Ikan lainnya sesuai selera Anda)

Tepung panir atau bisa juga roti secukupnya

Dua buah wortel.  Bersihkan dan parut kasar

Merica bubuk dan garam halus masing-masing ½ sendok teh

Bawang merah sebanyak 4 siung, bersihan kemudian dihaluskan

Bawang putih sebanyak 3 siung, bersihkan dan haluskan

Telur untuk dikocok seperlunya

Minyak untuk menggoreng secukupnya

Bahan  baku  nugget ikan  bisa  terdiri  dari  ikan  yang  mudah  dan  murah  di dapat pada pasar tradisional atau tempat pelelangan ikan. Tekstur daging ikan sangat  mempengaruhi  hasil  nugget  donut  oleh  karena  itu  sebaiknya  memilih ikan  yang  berdaging  lembut  atau  tidak  liat (keras). 

Ada beberapa alternatif ikan yang biasa di gunakan seperti Ikan kakap, Ikan Tenggiri, Ikan Gabus, Ikan gurame, Ikan lele dan ikan patin. Ikan-ikan  yang  di  pilih  merupakan  ikan  yang  selalu  ada  di  pasaran sehingga  bagi  pengusaha  nugget ikan  dengan  mudah  memperolehnya  dengan harga  yang  tidak  terlalu  mahal  tentunya.  Akan  tetapi  tidak  juga  menutup kemungkinan ikan lainnya tergantung dengan selera dan ketersedian pasar dan permintaan  dan  juga  musim  (cuaca)  kalau  mengandalkan  hanya  ikan  laut, maka  sebagai  alternatif  juga  bisa  digunakan  ikan  air  tawar  yang  banyak terdapat dipasar

B. Meracik Nugget Ikan

Setelah semua bahan siap, saatnya Anda mengolah nugget.  Berikut langkah-langkahnya :

  1. Pertama, haluskan fillet ikan.  Bisa juga diblender.  Setelah itu campurkan dengan bahan halus lainnya, dan diaduk hingga semua bercampur merata.
  2. Masukkan adonan ke dalam satu Loyang yang sebelumnya sudah diolesi dengan minyak agar tidak lengket.
  3. Ratakan permukaannya dengan benar agar tampilannya lebih menarik.
  4. Kukus adonan sampai matang dan dinginkan setelahnya
  5. Selanjutnya simpan di tempat yang aman dan atau lebih baik di dalam lemari pendingin.  Setelah mengeras Anda bisa mengeluarkannya dari Loyang dan dipotong sesuai selera Anda.
  6. Setelah nugget tersedia siapkan telur yang telah dikocok dan juga tepung roti,
  7. Sebelum digoreng, nugget dicelup sempurna kedalam telur dan selanjutnya dibalurkan ke dalam butir tepung roti,

      8. Goreng di dalam minyak dengan api sedang.  Angkat saat warnanya berubah keemasan dan 
          sajikan dalam keadaan hangat.


BAKSO IKAN

Bakso merupakan jenis makanan yang sangat populer di Indonesia, yang umumnya di buat dari daging sapi. Namun dewasa ini bakso yang dibuat dari daging ikan sudah banyak dijumpai di pasaran. Jenis ikan yang sering di gunakan sebagai bahan mentah umumnya adalah ikan tenggiri yang harganya relatif mahal.


Bakso ikan yang kaya protein dan rendah lemak, tidak seperti bakso sapi yang berlemak.

Kalori

Bakso ikan  rendah kalori, bakso ikan bisa jadi pilihan makanan bagi mereka yang ingin menurunkan berat badan.

Protein

Seperti hidangan lainnya yang terbuat dari seafood, bakso Ikan kaya akan protein. Protein sangat penting bagi kesehatan Anda karena memberikan tubuh Anda dengan asam amino, membangun jaringan sel-sel molekul.

Lemak

Bakso ikan berbeda dengan bakso daging sapi, bakso ikan lebih rendah lemak. Setiap porsi 100-gram Baso ikan hanya mengandung 1 gram lemak, tanpa lemak jenuh. dengan lemak padat kalori, penting untuk menyediakan energi, membantu dalam penyerapan vitamin dan memastikan pertumbuhan yang sehat, sehingga sangat merekomendasikan makan diet yang terdiri dari antara 20 dan 35 persen kalori dari lemak.

Karbohidrat

Bakso ikan relatif rendah karbohidrat

Vitamin dan Mineral

Bakso ikan memberikan beberapa manfaat gizi, Ikan adalah sumber besar vitamin dan mineral. Tubuh Anda membutuhkan vitamin dan mineral untuk melaksanakan fungsi metabolisme penting untuk kesehatan yang optimal.

Dalam rangka mengurangi bahan mentah dan sekaligus manfaat daging ikan yang selama ini masih terbatas pengolahannya, dibawah ini di coba diperkenalkan pengolahan bakso dengan menggunakan bahan dasar daging ikan.


A. Bahan,Bumbu dan Alat

      a.  Bahan : Daging ikan yang segar    10 kg

      b.  Bumbu- bumbu : 

             - Tepung tapioka 20 % 

             - Garam 3 %

             - MSG 0,3 %

             - Air es 30 – 60 %

             - Lada  0,5 %

             - Bawang merah : Bawang putih (2:1) 2%

  B. Alat

             - Pisau

             - Giling daging atau meat sperator

             - Mixer atau lumbang dengan penumbuknya

             - Blender atau cobek

             - Pan-pan atau baskom

             - Panci perebus


C. Prosedur Pengolahan

  1. Daging di haluskan dan dipisahkan dengan serat-seratnya dengan cara digiling atau dengan cara menggunakan meat sperator.

        2. Daging yang sudah halus dilumatkan lagi dengan ditambahkan garam halus dan bumbu-bumbu 
            lainnya.
        3. Ditambahkan tapioka, kemudian pengadukan dilanjutkan sampai adonan homogen
        4. Dicetak menurut ukuran yang di kehendaki dan dimasukan kedalam air hangat

            
            5. Direbus sampai matang  ( mengapung)


D. Rangkuman

   Specifikasi Produk Akhir  dari bakso ikan adalah;

- Kadar air             : 69 – 73 %

- Lemak                : 0,6 – 0,9 %

- Protein                 : 17 – 19 %

- Garam                  : 1,1 – 1,3 %

- Rendemen            : 56,4 % 

- Daya awet            : 32 hari ( di simpan pada Suhu dingin).


SOSIS IKAN



Untuk menambah jumlah variasi makanan berbahan ikan, perlu kiranya melakukan berbagai inovasi olahan produk berbahan ikan selain pentol, nugget dan kerupuk yang sudah sering kita dengar.  Sosis Ikan salah satunya, Sosis merupakan salah satu makanan yang paling populer di seluruh dunia. Meski lahir di Jerman, namun kini sosis sudah bisa ditemukan di berbagai belahan dunia termasuk Indonesia. Sosis biasanya dijual dalam bentuk frozen dan bisa disimpan dalam waktu lama untuk sewaktu-waktu diolah menjadi berbagai sajian lezat

Jika selama ini sosis banyak dibuat dari daging sapi atau ayam, tidak salahnya mengganti daging sapi dan ayam ini dengan daging ikan..

Mengingat harga daging sapi lumayan mahal dan akan berpengaruh pada harga jual produk olahannya, tentunya menjadi nilai plus tersendiri  bagi daging ikan yang secara umum harganya relative murah ditambah kandungan gizinya yang tak kalah tinggi.  Apalagi kandunganomega 3 yang ada pada ikan, tentunya akan nilai plus lainnya untuk dijadikan bahan baku produk olahan dalam hal ini sosis.

Selain digoreng dengan kompor maupun dipanggang menggunakan mesin pemanggang, sosis juga dapt dijadikan toping pelengkap makanan untuk menambah cita rasa. Seperti contohnya pada pizza, telur, dll.

Nah, pada kesempatan kali ini kita akan mencoba membuat resep sosis ikan patin. Dipilihnya ikan patin karena ikan ini dipercaya memiliki kandungan gizi yang tinggi dan harga yang relatif murah.

A. Alat

Adapun alat-alat yang diperlukan untuk membuat sosis ikan patin adalah sebagai berikut :
1. Blender Daging
2. Blender Biasa
3. Timbangan
4. Pisau
5. Nampan
6. Baskom kecil
7. Casing/Tuangan/Plastik Pembungkus Sosis

B. Bahan-Bahan 

1. Fillet Ikan Patin 500 gr
2. Es Serut         150 gr
3. Tepung Tapioka 3 sdm
4. Garam Halus         1 sdt
5. Gula Halus         1 sdt
6. Merica Bubuk         ½ sdt
7. Ketumbar Bubuk ½ sdt
8. Cicangan Bawang Putih  1 sdm
9. Putih Telur         1 butir
10. Minyak  Goreng 100 ml
11. Penyedap Rasa secukupnya

C. Proses Pembuatan

Untuk proses pembuatan sosis ikan patin dapat dilakukan dengan langkah berikut :
1.  Bersihkan terlebih dahulu semua ikan patin dengan air bersih sampai bersih. Kemudian  ikan patin 
     tersebut difillet untuk memisahkan daging dengan kepala, ekor, kulit, ataupun tulang.

2.  Setelah jadi fillet, bersihkan kembali fillet dan dipotong kecil-kecil lalu lumatkan menggunakan 
     blender daging dan timbang hasilnya hingga mencapai 500 gr,
3.  Masukkan es serut ke dalam blender biasa diikuti fillet ikan yang telah dilumatkan, bawang putih,  
     garam, merica, ketumbar, gula, putih telur dan penyedap rasa untuk kemudian di blender sampai 
     rata,
4.  Setelah adonan rata diblender, tuangkan kedalam wadah (baskom kecil) dan masukkan minyak 
     goreng.  Aduk-aduk sampai rata.
5.  Setelah adona  n dan minyak tercampur rata masukkan bahan terakhir yaitu tepung tapioka dan aduk      lagi sampai homogen.
6.  Jika sudah tercampur rata maka adonan sosis sudah siap dimasukkan ke dalam casing atau tuangan 
     sosis yang dalam hal ini bisa menggunakan plastik panjang dengan panjang perselonsong 15-20 cm.


7.  Setelah dimasukkan ke dalam casing/tuangan/plastik pembungkus sosis, tahap selanjutnya adalah 
     proses perebusan dengan menggunakan air mendidih selama kurang lebih 15 menit sampai sosis 
     menjadi matang (masak).  Masaknya sosis di tandai dengan mengapungnya sosis di atas air rebusan 
     atau terjadinya perubahan warna sosis yang semula putih menjadi ke abu-abuan.
8.  Apabila sosis sudah masak, angkat dan tiriskan untuk kemudian dibiarkan dingin agar memudahkan      proses pemotongan menjadi ukuran panjang yang dikehendaki.
9.  Sampai pada proses ini sosis sudah bisa dimakan atau apabila ingin dilanjutkan menjadi produk    
     sosis goreng maka sosis yang telah dipotong kecil-kecil tadi dapat digoreng dimana sebelum masuk 
     ke dalam minyak panas celupkan sosis terlebih dahulu ke dalam telur yang telah dikocok terlebih 
     dahulu.

BOLA BOLA IKAN


Beragamnya bentuk olahan dalam rangka diversifikasi produk olahan berbahan ikan, memberikan banyak pilihan bagi ibu-ibu rumah tangga untuk menyajikan makanan berbahan ikan dalam bentuk beraneka ragam, diantaranya dengan mengolah produk- produk fish jelly. Usaha ini dapat menarik minat masyarakat dalam memilih makanan olahan dari ikan. Karena seperti diketahui bahwa di beberapa daerah ada kecenderungan malas enggan untuk memakan Ikan yang disebabkan oleh rasa dan bau amis yang melekat pada ikan disamping duri yang dikandung ikan. Dengan diversifikasi olahan maka bau dan rasa dapat disesuaikan dengan kebutuhan atau selera yang diinginkan.

Sebelum melakukan sebuah kegiatan pengolahan produk berbahan ikan, ada baiknya kita ketahui terlebih dahulu mengenali ikan yang baik untuk dijadikan bahan baku produk olahan.  Apakah nugget, sosis, bakso atau bola-bola ikan yang akan diulas pada leaflet kali ini.  Adapun ciri-ciri ikan segar yang baik untuk dijadikan bahan baku adalah sebagai berikut :
  •   Warna kulit terang dan cerah. 
  •   Daging ikan bila ditekan terasa kenyal.
  •   Mata jernih menonjol dan cembung*.
  •   Sisik ikan segar masih kuat melekat kuat dan mengkilat, sisik masih utuh tidak banyak yang        lepas.
  •   Insang berwarna merah.
  •   Sirip kuat.
  •   Kulit dan daging ikan tidak mudah robek, terutama pada bagian perut. Dan tidak berbau busuk.
  •   Untuk warna mata, tekstur dan warna ikan, tergantung pada jenis ikan

Setelah mengetahui ciri-ciri dari ikan segar yang baik untuk dijadikan bahan baku pengolahan produk berbahan ikan, baru kita masuk kepada cara membuat bola-bola ikan.  

BOLA IKAN GABUS TAHU

Bahan-bahan

- 6 porsi
- 4 potong tahu putih
- 150 gram ikan gabus giling
- 2 butir telur utuh
- 100 ml susu cair
- 5 butir bawang merah
- 3 butir bawang putih
- 1 sdt garam
- 1 sdt lada
- 1 sdt kaldu jamur

Langkah Pembuatannya

1.  Haluskan tahu dan tambahkan ikan gabus giling aduk sampai merata dengan menambahkan susu 
     cair sedikit demi sedikit sampai habis
2.  Haluskan bawang merah, bawang putih tambahkan lada, garam, dan kaldu jamur aduk sampai rata
3.  Campur adonan tahu, ikan dan susu dengan bahan halus tambahkan telur yang sudah dikocok 
     terlebih dahulu aduk sampai merata
4. Siapkan wajan cetakan kue takoyaki dan masukan adonan ke dalam wajan sampai habis letakkan di 
     atas api kecil tutup wajan masak sampai matang dan adonan dibalik supaya matangnya rata... dan 
     siap dihidangkan...
 


BOLA-BOLA IKAN GABUS

Bahan-bahan

- 300 gram daging ikan gabus, haluskan dengan blender
- 100 gram tepung terigu
- 50 gram tapioka
- 1 buah jeruk nipis
- secukupnya air
- 1 butir Telur
- secukupnya tepung panir
- minyak goreng
- bumbu halus
- 3 siung bawang putih
- 1 cm jahe
- secukupnya merica bubuk
- secukupnya Garam

Langkah

1.  Cuci bersih fillet ikan gabus, beri perasan jeruk nipis, diamkan 10menit, cuci bersih lagi, kemudian 
     haluskan dengan menggunakan blender.
2.  Letakkan ikan dalam wadah, masukan bumbu halus, lalu terigu dan tapioka, uleni dengan ditambah 
     air sedikit demi sedikit sampai kalis. Bentuk bulat atau sesuai selera.
3.  Kocok lepas telur, masukan bola ikan dalam telur, lalu balur dengan tepung panir. Goreng hingga 
     matang.



DAFTAR PUSTAKA

Alpianjacob333. 2019. Cara Membuat Sosis Ikan Tongkol yang Enak dan Nikmat. didownload dari  laman https://medium.com/ @alfianjacob333/cara-membuat-sosis-ikan-tongkol-yang-enak-dan-nikmat-23f802bb4cf9

Apriliyanty, Virny. 2019. Cara Membuat Bakso Ikan Kenyal Tanpa Boraks dan Pengenyal. didownload  dari laman https://sajiansedap.grid.id/read/101660997/cara-membuat-bakso-ikan-kenyal-tanpa-boraks-dan-pengenyal?page=all

Fimela. 2012. Resep Praktis Dan Sehat Fish Nugget. Didownload dari laman https://www.fimela.com/  lifestyle/read/3714111/resep-praktis-dan-sehat-fish-nugget. 

https://text-id.123dok.com/document/rz3j268my-manfaat-diversifikasi-produk-olahan-dari-ikan- prinsip-prinsip-dasar-yang-penting-dalam-pembuatan-produk-fish.html

Lastri. 2017. Bola Ikan Gabus Tahu. Didownload dari laman https://cookpad.com/id/resep/2237535-bola-bola-ikan-%F0%9F%90%9F?via=search&search_term=bola%20bola%20ikan%20gabus

Lukman, Lucia Luthfania Lunadhifa. 2015. Bola-Bola Ikan Gabus. Didownload dari laman https://cookpad.com/id/resep/2237535-bola-bola-ikan-%F0%9F%90%9F?via=search&search_term=  bola%20bola%20ikan%20gabus

Media Penyuluhan Perikanan Pati 2011.  Pembuatan Sosis Ikan Yang Bergizi. didownload dari laman  http://mediapenyuluhanperikananpati.blogspot.com/2011/03/pembuatan-sosis-ikan-yang-bergizi.html

Markaindo. 2015. Lezatnya Sosis Ikan yang Kaya Protein. didownload dari laman http://www. markaindo.co.id/id/publikasi/lezatnya-sosis-ikan-yang-kaya-protein/

Nusantara, Bastos. 2017. Manfaat Bakso Ikan. didownload dari laman https://jagonyabasreng.wordpress.com/2017/01/30/manfaat-bakso-ikan/

Salimahfood. 2018. Tak Hanya Lezat, inilah Segudang Manfaat Mengonsumsi Bakso Ikan.  didownload dari laman https://salimahfood.com/bakso-ikan/

Support. 2020. Frozen Food Hits, Begini Cara Mengemas Frozen Food Yang Benar. Didownload dari  laman https://dikemas.com/frozen-food-hits-begini-cara-mengemas-frozen-food-yang-benar

Taya, Bethari. 2017. 6 Kreasi resep cara membuat nugget rumahan yang mudah, murah, dan meriah. Didownload dari laman https://www.merdeka.com/ga  ya/6-kreasi-cara-membuat-nugget-rumahan-yang-mudah-murah-dan-meriah-kln.html


Tuesday, December 7, 2021

TEKNIK PENGANGKUTAN IKAN




I. PENDAHULUAN

    Pengangkutan ikan merupakan salah satu kegiatan yang ada dalam rantai pemasaran produk perikanan. Mengingat lokasi pembenihan/budidaya tidak selalu ada disekitar lokasi tujuan pasar, maka diperlukan pengangkutan dengan teknik yang baik dan benar.

Gambar 1. Pengangkutan Ikan dan Benih Ikan

    Pengangkutan dimaksud untuk memindahkan ikan dengan jumlah sebanyak-banyaknya, hidup dan sehat sampai tujuan. Alat transportasi jarak jauh digunakan: kendaraan bermotor, kereta api, kapal laut ataupun pesawat terbang. Pesawat terbang merupakan sarana transportasi ikan jarak jauh yang paling cepat, khususnya untuk induk, telur atau benih kecil dalam jumlah yang tidak terlalu banyak.

    Transportasi ikan hidup melibatkan pemindahan ikan jumlah banyak dalam volume air yang sedikit. Selama pengangkutan, ikan menjadi stres, terluka, kena penyakit, akibat penanganan dan perlakuan, pemasaran sehingga akibat yang paling jelek mengalami kematian. Prinsip pengangkutan adalah persiapan, pengepakan, perlakuan dan pengangkutan. Untuk menjamin keberhasilan pengangkutan ikan adalah menekan aktivitas metabolisme ikan, menambah oksigen dan membuang gas-gas beracun.

   Faktor-faktor yang mempengaruhi laju konsumsi oksigen adalah: berat ikan, aktivitas ikan dan suhu lingkungan. Semakin besar ikan, semakin tinggi mengkonsumsi oksigen per jam. Meskipun per satuan berat tubuh ikan, ukuran ikan lebih kecil mengkonsumsi oksigen lebih banyak dan pada ikan besar. Ikan yang aktip berenang mengkonsumsi oksigen lebih banyak daripada ikan diam (istirahat). Ikan yang hidup di air suhu tinggi memiliki laju konsumsi oksigen lebih besar.

   Dari uraian di atas ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pengangkutan ikan. Hal-hal tersebut adalah sebagai berikut :
  •  Jenis ikan, ukuran ikan, dan kepadatan ikan yang akan memengaruhi sarana pengangkutan.
  •  Kemasan Pengangkutan. Perhatikan kemasan pengangkut, tertutup atau terbuka.
  •  Jarak tempuh yang akan dilalui serta transportasi yang digunakan dan sistem kemasan.
  •  Suhu selama peroses perjalanan. Suhu harus dipertahankan, tingkat konsistensi mendekati suhu normal karena ketika terjadi perubahan suhu pada saat proses perjalanan akan membuat ikan stres. Untuk menjaga agar suhu tetap stabil, dapat menggunakan pecahan es batu yang diberikan di sekitar media.

II. PENANGANAN IKAN SEBELUM PENGANGKUTAN


A. Proses Penampungan

    Selama atau setelah pemanenan, ikan hasil tangkapan harus ditampung beberapa waktu sampai ikan dikirim ke akhir tujuan. Selama penampungan dapat dilakukan sortasi dan grading ukuran. Penampungan dapat untuk waktu yang pendek (provisional storing) atau waktu yang lama (prolonged storage). 

   Provisional storing sering dilakukan pada waktu sedang dilakukan panenan, ikan ditampung, kemudian ikan disortasi. Selanjutnya ikan dipaking dan segera dikirim ke tujuan akhir, misalnya benih ke kolam-kolam pemeliharaan atau penebaran di lokasi dekat atau ikan konsumsi yang segera akan diolah. 

   Penampungan lama dilakukan selama 2-3 hari atau Iebih diawali dengan sorting dan grading. Penanganan harus dilakukan dengan hati-hati agar ikan tidak stres, terluka dan terserang penyakit. Keberhasilan penampungan ikan hidup dipengaruhi pula oleh teknik penangkapan selama pemanen.

    Ikan harus ditempatkan dalam kondisi yang baik. Kualitas daging ikan dapat meningkat. Ikan-ikan yang sebelumnya dipelihara dalam kolam yang berlumpur atau dengan pemberian pupuk organik atau pakan berupa Iimbah diperlukan penampungan untuk menghilangkan bau lumpur, Iendir dan parasit yang mungkin menempel. Dengan penampungan yang baik selama beberapa waktu (2 jam) akan meningkatkan kualitas dagingnya, namun penurunan berat harus seminim mungkin.

    Penampungan biasanya dilakukan dengen menempatkan ikan dalam tempat penampungan dengan air yang mengalir untuk menjamin kecukupan oksigen. Aliran air tidak boleh terlalu berlebihan untuk menekan ikan berusaha berenang yang akan mengeluarkan enerji, sehingga dapat mengurangi beratnya. Apabila penampungan hanya sebentar, ikan tidak perlu diberi pakan. Penampungan ikan harus terlindung. Penampungan ikan harus ditempatkan di dekat tempat tinggal atau rumah agar mudah pengawasan. Hal ini dimaksud untuk menghindari musuh-musuh alami ikan dan pencurian.


Gambar 2. Penampungan Sementara Benih Ikan Sebelum Pengangkutan

B. Teknik Penampungan

1) Kantong jaring

    Kantong jaring yang dipasang di kolam atau saluran air dapat digunakan untuk penampungan selama penangkapan ikan dilakukan. Ukuran mata jaring tergantung pada ukuran ikan yang akan ditampung. Benih larva ukuran sekitar 0,6-0,9 cm dengan hapa ukuran lubang 2-3 cm, benih ukuran 3-5 cm dengan waring ukuran lubang 0,4-0,5 cm dan ikan lebih besar 10 cm menggunakan jaring polyetheline ukuran lubang 0,75 inci (2 cm). Jaring dipasang ditempatkan dekat pintu air masuk kolam agar mendapatkan air yang segar dan bersih. Kantong jaring ukuran 2-4 m x 1-4 m dan tinggi 0,8 m lebih cocok digunakan bila dibanding kantong berukuran besar.

b) Keramba jaring

   Keramba jaring dibuat dengan kerangka besi atau kayu dan kisi-kisinya dilapisi jaring. Benih ukuran 3-5 cm dengan waring ukuran lubang 0,4-0,5 cm dan ikan lebih besar 10 cm menggunakan jaring polyetheline ukuran lubang 1 inci. Ikan-ikan lunak seperti karper dan lele dapat ditampung dalam keramba kecil. Ikan-ikan tersebut tahan terhadap kandungan oksigen relatif rendah dan kepadatan tinggi. Karper tidak besirip keras dan duri keras lele tidak tegang, sehingga dalam keadaan padat tidak merusak ikan lainnya.

c) Bak/Kolam permanen

   Bak/kolam permanen berukuran panjang 2-6 m, lebar 1-2 m dan tinggi 1 m sangat tepat untuk penampungan ikan dalam jangka waktu relatif lama. Dinding bak dibuat halus agar tidak melukai ikan. Aliran air cukup dan level air mudah diatur dan pengurasan total dapat dilakukan dengan cepat. Oleh karena itu pintu air pembuangan dibuat model monik dengan pintu berupa beberapa papan yang dipasang pada sekat. Untuk lebih mudah pengangkatan ikan dan penampungan bisa dilapisi jaring, sehingga air tidak perlu harus dibuang total. Apabila ikan harus diberi pakan, dengan ransum 1% berat total per hari. Namun sehari sebelum diangkut, pemberian pakan harus dihentikan.

C. Kuantitas Ikan Penampungan

    Jumlah ikan yang ditampung bervariasi tergantung pada spesies, ukuran ikan, aliran air, kandungan oksigen dan suhu air. Keadaan demikian sangat sulit untuk menentukan jumlah ikan yang tepat yang harus ditampung dalam wadah yang berbeda. Beberapa pengalaman menunjukkan bahwa pada penampungan benih sementara selama penangkapan lebih mudah dilihat dan gejala-gejala yang timbul. 
    Apapun alat penampungan yang digunakan : tangki/ember besar ataupun jaring yang ditempatkan pada saringan, apabila ikan sudah berloncat-loncat menunjukkan tidak boleh ditambah lagi jumlahnya dan segera dipindah ke tempat/kolam yang lebih longgar dan airnya mengalir.
    Tangki volume 150 liter dengan suplai air 0,5 liter per detik dan aerasi cukup dan suhu 10°C dapat menampung selama beberapa minggu untuk ikan trout : 8-12 kg ikan ukuran 200-300 gram/ekor, 6-8 kg ukuran 100 gram, 1000 ekor ukuran 8-10 cm. Menurut Schaperclaus (1933) dalam Huet (1972) tiap meter kubik tangki dapat digunakan untuk menyimpan 150 kg ukuran 300-400 gram/ekor.


III. JENIS DAN TEKNIK PENGANGKUTAN IKAN


A. Jenis Pengangkutan

    Pengangkutan ikan hidup pada prinsipnya dapat digolongkan menjadi dua, yaitu pengangkutan sistem basah dan pemngangkutan sistem kering.
 
1) Pengangkutan Sistem Basah

    Disebut basah karena menggunakan air sebagai media pengangkutan. Jenis pengangkutan ini terbagi menjadi dua macam yaitu sebagai berikut :

a. Sistem Terbuka

    Pada sistem ini ikan diangkut dalam wadah terbuka atau tertutup tetapi secara terus menerus diberikan aerasi untuk mencukupi kebutuhan oksigen selama pengangkutan. 

    Biasanya sistem ini hanya dilakukan dalam waktu pengangkutan yang tidak lama. Berat ikan yang aman diangkut dalam sistem ini tergantung dari efisiensi sistem aerasi, lama pengangkutan, suhu air, ukuran, serta jenis spesies ikan.


Gambar 3. Pengangkutan Ikan Sistem Terbuka

b. Sistem Tertutup

    Dengan cara ini ikan diangkut dalam wadah tertutup dengan suplai oksigen secara terbatas yang telah diperhitungkan sesuai kebutuhan selama pengangkutan. Wadah dapat berupa kantong plastik atau kemasan lain yang tertutup.

    Faktor-faktor penting yang mempengaruhi keberhasilan pengangkutan adalah kualitas ikan, oksigen, suhu, pH, CO2, amoniak, kepadatan dan aktivitas ikan. 



Gambar 4. Pengangkutan Ikan Sistem Tertutup


2) Pengangkuitan Sistem Kering (Semi Basah)

    Pada transportasi sistem kering, media angkut yang digunkan adalah bukan air, Oleh karena itu ikan harus dikondisikan dalam keadaan aktivitas biologis rendah sehingga konsumsi energi dan oksigen juga rendah. Makin rendah metabolisme ikan, terutama jika mencapai basal, makin rendah pula aktivitas dan konsumsi oksigennya sehingga ketahanan hidup ikan untuk diangkut diluar habitatnya makin besar.

    Penggunaan transportasi sistem kering dirasakan merupakan cara yang efektif meskipun resiko mortalitasnya cukup besar. Untuk menurunkan aktivitas biologis ikan  (pemingsanan ikan) dapat dilakukan dengan menggunakan suhu rendah, menggunakan bahan metabolik atau anestetik, dan arus listrik.
    
    Pada kemasan tanpa air, suhu diatur sedemikian rupa sehingga kecepatan metabolisme ikan berada dalam taraf metabolisme basal, karena pada taraf tersebut, oksigen yang dikonsumsi ikan sangat sedikit sekedar untuk mempertahankan hidup saja. Secara anatomi, pada saat ikan dalam keadaan tanpa air, tutup insangnya masih mangandung air sehingga melalui lapisan inilah oksigen masih diserap.

    Pada pengangkutan kering diperlukan media pengisi sebagai pengganti air. Bahan pengisi yang dimaksud dalam pengangkutan ikan hidup adalah bahan yang dapat ditempatkan diantara ikan hidup dalam kemasan untuk menahan ikan dalam posisinya. Selanjutnya disebutkan bahwa bahan pengisi memiliki fungsi antara lain mampu manahan ikan agar tidak bergeser dalam kemasan, menjaga lingkungan suhu rendah agar ikan tetap hidup serta memberi lingkungan udara dan kelembaban memadai untuk kelangsungan hidupnya.

    Media pengisi yang sering digunakan dalam pengemasan adalah serbuk gergaji, serutan kayu, serta kertas koran atau bahan karung goni. Namun penggunaan karung goni sudah tidak digunakan karena hasilnya kurang baik. Jenis serbuk gergaji atau serutan kayu yang digunakan tidak spesifik, tergantung bahan yang tersedia. Dari bahan pengisi yaitu sekam padi, serbuk gergaji, dan rumput laut.

    Metode pengangkutan ikan hidup dapat dilakukan dengan :

1)  Jerigen dan drum. Ikan konsumsi lele dan kaper dimasukkan ke dalam jerigen atau drum terbuka dengan air cukup membasahi diangkut dan produsen ke pendagang pengecer dan warung-warung. Pengangkutan dilakukan pada malam han dan bertujuan untuk menjaga kesegaran.


Gambar 5. Jirigen Wadah Pengangkutan Ikan 

2)  Keranjang “brokoh” atau jerigen. Benih ikan gurameh, lele, karper dan ikan lain yang relatif tahan dimasukkan ke wadah berisi air dalam kepadatan tertentu, diangkut dan dipasarkan, sewaktu-waktu air diganti.

3)  Drum atau tangki (disuplai pengudaraan). Metode ini drum atau tangki terbuka yang dapat dipasang dan dilepas dari kendaraan pengangkut. Ikan hidup dimasukkan dalam wadah dan pengudaraan dihembuskan melalui agitasi permukaaan, gelembung-gelembung udara lewat pipa udara pada dasar atau dan pemompaan air keluar dan kembali ke wadah.


Gambar 6. Drum Wadah Pengangkutan Ikan 

4) Tangki tertutup (suplai oksigen murni). Metode ini cukup populer pada pembudidaya ikan. Gelembung-gelembung oksigen murni dikeluarkan dari pipa-pipa plastik halus ke dalam air dalam tangki yang berisi ikan angkutan. Meskipun metode ini cukup mahal, tetapi kerusakan mekanis dapat dihindarkan.
5)  Kantong plastik. Pengangkutan ikan dengan kantong plastik adalah paling luas digunakan. Kantong plastik sepertiga bagian dilsi air dan ikan. Oksigen ditambahkan dan tabung untuk mengisi duapertiga bagian kantong dan diikat dengan karet.


Gambar 7. Kantong Plastik Wadah Pengangkutan Ikan 

    Sementara itu. alat pengangkutan yang digunakan juga bervariasi mulai dari kayu, fiberglas, aluminium sampai logam yang dilapisi anti karat. Berbagai tipe unit pengangkutan secara komersial tersedia. Ukuran dan bentuk wadah berbeda-beda, tetapi metode penggantian oksigen agak stadar, yaitu menggunakan: agitator, blower, tekanan gas oksigen dan cairan oksigen.

    Kondisi utama untuk menjamin pengangkutan berhasil adalah menjaga ketersediaan oksigen yang cukup, aktivitas gerak dan metabolisme rendah. Ini tidak selalu mudah dengan memperlakukan jumlah ikan yang banyak dalam volume air yang sedikit. Cara yang terbaik adalah dengan mempertahankan suhu air tetap rendah, mengosongkan isi perut atau memuasakan dan melemaskan ikan sebelum pengangkutan.

    Faktor-faktor utama yang mempengaruhi pengangkutan ikan hidup adalah:
  • Spesies ikan. Kebutuhan oksigen ikan sangat bervariasi tergantung dengan spesiesnya.
  • Umur dan ukuran ikan. Individu ikan ukuran besar melakukan pernafasan Iebih banyak daripada ukuran ikan kecil. Namun dalam berat yang sama, berisi ikan dengan ukuran kecil membutuhkan konsumsi oksigen Iebih besar daripada ikan berukuran besar.
  • Ketahanan ikan. Ikan-ikan yang diberi pakan buatan Iebih peka daripada ikan yang mendapatkan makanan secara alamiah. Ikan yang sedang masa pemijahan (kawin) kurang tahan terhadap transportasi.
  • Suhu air. Pengangkutan harus dilaksanakan menggunakan air yang bersuhu rendah. Pada kondisi tersebut kandungan oksigen rendah dan aktivitas pernafasan ikan ambat.
  • Lama waktu pengankutan. Waktu pengangkutan yang pendek dapat meningkatkan kepadatan ikan yang diangkut.
  • Kendaraan pengangkut dan lamanya berhenti. Kendaraan pengangkut yang Iebih cepat dan mudah serta pendek behentinya memberi kesempatan Iebih berhasil. Alat angkut harus disiapkan dengan matang. Jadwal pemberangkatan alat angkut (transportasi) umum harus diketahui dan perubahannya harus dimonitor.
  • Keadaan wadah penangkutan. Wadah yang dibuat dari kayu relatif Iebih tahan dan lama dalam menyerap panas daripada besi. Meskipun untuk besi dapat diinsulasi untuk menghentikan perambatan panas.
  • Kondisi klimat/cuaca. Kondisi cuaca berpengaruh terhadap suhu wadah dan juga kandungan oksigen. Pengangkutan harus dilaksanakan dalam kondisi suhu yang serendah-rendahnya. Dalam keadaan cuaca yang panas, pengangkutan dilaksanakan pada malam atau pagi hari.

B. Teknik Pengangkutan

1) Hibernasi

   Penurunan suhu tubuh ikan hidup ke arah batas terendah akan menurunkan kecepatan metabolismenya dan ikan akan mengalami hibernasi (penghentian aktivitas). Hibernasi mempunyai beberapa keuntungan: wadah pengangkutan tidak perlu besar karena ikan tidak aktif berenang, kematian ikan karena tekanan fisik maupun stres akibat vibrasi (getaran), kebisingan dan sinar tidak ada, tidak terjadi penurunan berat dan ikan tidak menghasilkan faeses karena ikan tidak butuh makan.

    Teknologi pengangkutan hidup menggunakan kondisi hibernasi banyak diterapkan untuk udang kuruma (Penaeus japonicus) dan spesies ikan (Anonim 1991). Tiap spesies ikan membutuhkan suhu hibernasi yang berbeda. Faktor lain yang mempengaruhi suhu hibernasi adalah.1tempat asal dan musim. Hibernasi ikan seabream dapat bertahan hidup selama kira-kira 40 han, bergerak selama 3 bulan. Kepiting dan famili Atelecydidae yang dihibernasi masih dapat bergerak-gerak (hidup) selama 5-6 bulan.

    Ikan ditampung hidup dalam bak atau keramba dan diberi pakan pelet dengan jumlah 1-2% berat ikan. Pengangkutan menggunakan wadah styrofoam, diisi air dan es dengan perbandingan air dan es adalah 3 dan 1. Kemudian ikan dimasukan ke dalam wadah yang sudah berisi es dan air. Tambahkan 300 gram es kering ke dalam air untuk rnempercepat mabuk (terbius). Setelah ikan tidak berdaya, diambil secara individual dan dibungkus dengan kertas, masukkan ke dalam styrofoam dan tutup dengan serbuk gergaji yang telah didinginkan 10-12 °C. Wadah styrofoam yang berisi ikan disimpan dalam dingin untuk menghindari kenaikan suhu dan dapat diangkut I - 3 jam.

2)   Pengangkutan dengan kantong plastik
    Benih ikan hidup ukuran larva, kebul maupun yuwana (fingerling) biasa diangkut menggunakan kantong plastik berisi air beroksigen. 

    Seperempat bagian plastik diisi air dan ikan, tiga perempat lainnya diisi oksigen kemudian diikat. Apabila perjalanan jauh, kantong dimasukkan ke dalam kotak styrofoam, sehingga ikan tidak terganggu oleh kebisingan, getaran, sinar (bayangan) serta suhu lingkungan.
    Sebelum diangkut ikan sudah dikondisi dengan baik agar ikan tidak stres, laju metabolismenya lambat dan konsumsi oksigennya rendah. Laju metabolisme yang lambat akan mengurangi ekskresi ikan berupa amontak dan karbondioksida serta konsumsinya terhadap oksigen. Konsumsi oksigen juga dapat ditekan dengan peningkatan umur dan ukuran berat tubuh ikan. Penurunan suhu air dan pemberokan (pemuasaan) ikan dilakukan sebelum diangkut. Pemuasaan membuat metabolisme ikan turun sehingga ikan menjadi kurang aktif dan juga buangannya berkurang. Obat anaestasi juga dipakai selama pengangkutan.
Pada dasarnya, ada dua metode transportasi ikan hidup, yaitu dengan menggunakan air sebagai media atau sistem basah, dan media tanpa air atau sistem kering.


IV. PANDUAN PENGANGKUTAN IKAN 


Berikut panduan pengangkutan berdasarkan jenis ikan.

Nila: pengangkutan nila sebaiknya menggunakan kemasan plastik tertutup. Untuk ukuran ikan 3—5 cm kepadatannya hanya 100 ekor, ikan berukuran 5—8 cm kepadatannya hanya 60 ekor, dan ikan berukuran 8—12 cm kepadatannya hanya 300 ekor.

Lele: pengangkutan lele dapat menggunakan kemasan kantong plastik dengan sistem tertutup atau menggunakan jerigen dengan sistem terbuka. Ikan lele berukuran 8—12 cm kepadatannya hanya 250—350 ekor dalam satu wadah.

Patin: pengangkutan ikan patin dapat menggunakan kantong plastik dengan sistem kemasan tertutup atau dengan drum 200 liter yang dilengkapi oksigen dengan sistem terbuka. Ikan patin berukuran 2—3 cm dapat diangkut dengan kemasan kantong plastik sebanyak 2.000 ekor saja, sedangkan yang menggunakan drum 200 liter dapat diangkut sebanyak 15.000—20.000 ekor.

Belut: pengangkutan belut dapat menggunakan jerigen atau wadah plastik dengan sistem kemasan terbuka. Untuk semua ukuran belut, bisa diangkut dengan kepadatan mencapai 2/3—3/4 dari volume jerigen atau wadah plastik.

Lobster air tawar: pengangkutan lobster air tawar yang berukuran 1—2 cm dengan kepadatan 500—1.000 ekor dapat menggunakan wadah kantong plastik dengan sistem kemasan tertutup. 

V. PENUTUP 


    Pengangkutan ikan merupakan salah satu kegiatan yang ada dalam rantai pemasaran produk perikanan. Mengingat lokasi pembenihan/budidaya tidak selalu ada disekitar lokasi tujuan pasar, maka diperlukan pengangkutan dengan teknik yang baik dan benar.

    Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengangkutan ikan meliputi jenis ikan, ukuran ikan, dan kepadatan ikan, kemasan Pengangkutan, jarak tempuh, dan suhu.

    Selama atau setelah pemanenan, ikan hasil tangkapan harus ditampung beberapa waktu sampai ikan dikirim ke akhir tujuan. Selama penampungan dapat dilakukan sortasi dan grading ukuran. Penampungan dapat untuk waktu yang pendek (provisional storing) atau waktu yang lama (prolonged storage). 

  Jenis Pengangkutan dapat digolongkan menjadi dua, yaitu pengangkutan sistem basah dan pemngangkutan sistem kering. Sementara teknik pengangkutan dapat menggunakan cara Hibernasi dan cara pengangkutan dengan kantong plastic.

DAFTAR PUSTAKA


Minapoli. 2020. Ternyata Begini Pengangkutan Ikan yang Benar. Didownload dari laman https://www.minapoli.com/info/ternyata-begini-pengangkutan-ikan-yang-benar

Supriatna, Aan. 2014. Cara Pengangkutan Ikan Hidup. Didownload dari laman https://www.lalaukan.com/2014/05/cara-pengangkutan-ikan-hidup.html

Suhono, Lego.,dkk. 2019. Mengangkut Ikan Hidup.  Didownload dari laman http://www.pusdik.kkp.go.id/elearning/index.php/modul/read/190116-120404uraian-c-materi


























































Saturday, November 13, 2021

Pembenihan Ikan Koi



I. PENDAHULUAN


Ikan Koi merupakan salah satu jenis ikan hias yang secara genetik masih satu famili dengan ikan Mas yang sama-sama tergolong dalam family Cyprinidae. Karena ikan koi merupakan ikan hias tentunya mempunyai keindahan warna pada kulitnya dan berbeda dengan ikan mas yang tidak banyak corak warna pada kulit.

Gambar 1. Ikan Koi

Di Indonesia ikan jenis ini tergolong banyak penggemarnya terbukti disetiap toko yang kita jumpai terdapat ikan ini, tidak hanya sampai disitu ikan ini juga dapat dijadikan sebagai ikan konsumsi dan ikan kontes bahkan sebagian kolam pancing menggunakan ikan ini menjadi ikan jekpot.

Nenek moyang ikan Koi adalah ikan Mas yang berasal dari Asia Timur, ikan Koi di temukan pada zaman Dinasti China pada tahun 265 SM di China. Sejalan dengan pertumbuhan zaman, ikan Koi sudah menyebar keseluruhan dunia termasuk Indonesia.

Pada zaman sekarang ini ikan Koi menjadi primadona, karna keindahan kulit badannya. Warnanya yang bermacam-macam menjadi daya tarik tersendiri bagi penggemarnya.

Klasifikasi Ikan Koi (Cyprinus carpio) yaitu sebagai berikut:
Ordo            : Ostariophysi
Sub             : Cyprinoidae
Famili          : Cyprinidae
Sub Famili   : Cyprinidae
Genus          : Cyprinus
Spesies        :   Cyprinus carpio



II. PEMBENIHAN IKAN KOI

1. PERSIAPAN

A.1 Air dan Tempat

Layaknya kita tahu air dan tempat adalah media mutlak untuk budidaya ikan apapun karenanya perlu disiapkan air yang bersih serta steril di dalam bak pemijahan yang telah kita siapkan yakni: bak semen ukuran 2,5 x 3 m dengan ketinggian bak minimal 50 cm, dan di isi air minimal 25 cm yang sudah di endapkan 1 malam, dan bila memungkinkan diaerasi.

Sebenarnya, ikan koi mudah beradaptasi dan bisa tinggal di manapun, semisal kolam dari tanah, kolam beton, dan akuarium.

Namun, kamu harus menghindari menempatkan ikan koi dalam kolam yang terbuat dari terpal. Idealnya, ikan koi tinggal dalam kolam plesteran seukuran 3×6 meter dengan kedalaman 60 cm dan ketinggian air 40 cm.

Kolam juga harus terkena sorot sinar matahari agar ikan koi sehat. Selain itu, kamu tidak bisa memasukkan induk ikan koi begitu kolam selesai dibuat. Kamu harus menunggu semen kolam kering, barulah masukkan air ke dalam kolam tersebut.

Setelah mengendapkan air selama 24 jam, baru kamu bisa memasukkan ikan koi ke dalam kolam tersebut. Untuk menghilangkan bau semen saat kolam baru dibuat, taruhlah pelepah pisang di kolam tersebut.


Gambar 2. Media Pemijahan

A.2 Tempat penempel telur(Subtrat)
            
Tempat/Media penempel telur ikan Koi yang paling peraktis adalah Enceng Gondok (Eichornia Crassipes). Sebelum di pakai sebagai Subtrat, terlebih dahulu akar enceng gondok di sucihamakan, untuk membersihkan enceng gondok dari bakteri ataupun hama.


Gambar 3. Enceng Gondok


2. SELEKSI INDUK
            
Induk sangat menentukan kualitas larva karna induk yang akan dipijahkan haruslah sehat,cukup umur dan sudah matang Gonad. Seleksi indukan baiknya dilakukan pada pagi hari.

Ciri-ciri umum indukan ikan koi berkualitas adalah sebagai berikut :
  1.  Umur indukan jantan dan betina yang dikawinkan matang, setidaknya menginjak 2 tahun;
  2.  Jenis ikan koi yang dikawinkan harus sama;
  3.  Bentuk tubuh ideal, yaitu memiliki lekukan dan jika dilihat dari atas seperti torpedo;
  4.  Ikan koi berenang secara tenang, tidak terlalu cepat dan tidak terlalu lambat;
  5.  Ikan berwarna cerah dan kontras;
  6.  Di dalam kolam, gerak ikan gesit dan tidak banyak diam.
Ciri yang lebih spesifik berdasarkan jenis kelamin indukan adalah sebagai berikut :

A. Induk Jantan

Dilihat dari bentuk fisik biasanya bentuk badan induk jantan lebih ramping dan lebih panjang. Ciri jantan yang matang Gonad bila bagian perut bawah diurut ke arah lubang genital akan keluar cairan berwarna putih susu.

B. Induk Betina

Induk Betina biasanya badan lebih pendek dilihat nampak lebih tegap dan besar di bagian perut, dan yang sudah masak Gonad biasanya bila bagian perut bawah di urut akan keluar cairan berwarna kuning bening, namun jika hanya kita raba bagian perut lembek serta lubang genital nampak kemerah – merahan.



Gambar 4. Induk Ikan Koi

3. PROSES PEMIJAHAN 

Cara memijahkan atau cara mengawinkan ikan koi sebenarnya tidak sulit, tetapi kamu harus memperhatikan detail langkahnya. 
  1. Pertama, siapkan induk jantan sekira 3-5 ekor. Tujuannya adalah berjaga-jaga jika ada induk jantan yang tidak sehat. 
  2. Kemudian masukkanlah induk betina terlebih dulu ke dalam kolam, sekira pukul 16.00. 
  3. Sekira 3-5 jam setelah memasukan induk betina, masukkanlah induk jantan. 
  4. Biasanya, proses perkawinan terjadi pada tengah malam. 
Gambar 5. Proses Pemijahan Ikan Koi
 
Telur nantinya akan menempel pada kakaban pada pagi hari. Setelah proses perkawinan, pisahkan induk dari kolam tersebut agar telur selamat dan tidak dimangsa induk sendiri.


4. PEMELIHARAAN  TELUR IKAN

Ikan Koi tergolong ikan air tawar yang tidak memelihara telur-telurnya, karenanya sesudah sistem pemijahan selesai dan telur-telur telah terlihat menempel pada substrat, induk ikan Koi diangkat atau dikeluarkan supaya induk ikan tidak memakan telurnya sendiri.


Gambar 6. Telur Ikan Koi

Telur-telur ikan Koi akan menetas setelah lebih dari 48 jam. Berikut hal yang harus kamu perhatikan saat penetasan telur ikan koi :
  1. Pastikan suhu air tetap terjaga antara 27-30 derajat Celcius.
  2. Jika suhu terlalu dingin, larva akan lama menetas. Sebaliknya, jika suhu terlalu panas, larva malah akan membusuk.
  3. Kakaban harus terendam air agar telur menetas secara baik.
  4. Telur akan menetas dalam waktu sekira 48 jam.
  5. Jangan langsung memberi makan karena larva masih memiliki cadangan makanan untuk    bertahan 3-5 hari.
  6. Setelah 5 hari, berilah pakan hidup, semisal kutu air yang telah disaring.
  7. Jika ikan koi sudah sepanjang 1,5 cm, berikanlah pakan cacing sutra.

5. PEMELIHARAAN  LARVA

Anak ikan yang baru menetas disebut larva, larva harus dipelihara dengan baik dan benar sesuai kebutuhannya. Kita semua tahu banyak sekali pembudidaya pemula yang gagal dalam menangani larva, semua terjadi karna kurang memahami apa kebutuhannya. Untuk memenuhi kebutuhan Larva agar tetap hidup sehat kita harus perhatikan :

  • AIR (Suhu dan PH nya) = (Suhu air 25 – 30º - PH air ± 7)
  • MAKANAN  (makanan harus diberikan tepat waktu). 
  • HAMA (Hama harus dibasmi tepat sasaran).

URAIAN

1. Air 
        Kualitas air sangat menentukan dalam pertumbuhan larva
  • Suhu air yang baik adalah = 25 – 30º 
  • PH air yang baik adalah = ± 7
2. Makanan larva

Larva yang baru menetas tidak harus di beri makan, pada hari berikutnya baru di beri makan berupa kuning telur yang sudah di rebus atau kutu air yang di saring sampai beberapa hari. Jika ikan koi sudah cukup besar, kamu bisa memberikan pakan kutu air yang tidak disaring, cacing sutra, dan artemia.
Selanjutnya anak ikan (Larva) di lepas di kolam  pendederan.

3. Penanggulangan hama pada larva

Di tempat pemijahan larva yang baru menetas masih sangat rentang dengan hama, untuk menanggulanginya cukup dengan menyiramkan minyak tanah ke kolam hingga rata permukaan air kolam.


6. PEMISAHAN IKAN KOI

Setelah ikan mulai membesar, pindahkanlah ke kolam yang terpisah dari larva dan anak ikan koi. Kamu bisa memindahkan seekor ikan koi ke kolam ikan koi dewasa ketika umurnya sudah tiga bulan. Salah satu cara ternak ikan koi agar berhasil adalah membatasi jumlah ikan koi dalam satu kolam. Jangan karena ingin mendapat untung yang banyak, kamu memaksakan banyak ikan berkumpul di satu kolam.
        
Dalam kolam seukuran 3 x 4 meter dengan kedalaman 60 cm, hanya boleh diisi maksimal oleh 250 ekor ikan koi. Jika jumlah ikan koi terlalu banyak, bukannya untung, pertumbuhannya malah akan terhambat.

7. MENJAGA KUALITAS AIR KOLAM

Untuk menjaga kualitas ikan koi, kamu juga harus menjaga kualitas air kolam. Selain memastikan sirkulasi air berjalan baik, kamu harus memperhatikan agar kolam tidak keruh.

Kolam bisa keruh karena kotoran yang dikeluarkan ikan koi di dalam kolam. Kamu juga harus mengganti 10% air kolam seminggu sekali. Hal yang perlu kamu ingat adalah jangan sampai mengganti seluruh air dalam kolam, karena ikan akan memerlukan waktu adaptasi. Pergantian air secara keseluruhan dapat membuat ikan koi stres.
        
Selain itu, kamu juga perlu ingat bahwa kondisi air dapat memengaruhi warna ikan koi sebanyak 20 %. Warna ikan nantinya akan memengaruhi kualitas dan harga pasaran ikan.

Langkah budidaya ikan koi yang terakhir adalah menjaga kadar keasaman kolam. Tingkat keasaman kolam yang baik untuk ikan koi adalah pada level 6,5 sampai 8,5. Selain itu, jika menggunakan kolam dari semen, gunakanlah pelepah pisang untuk melapisi permukaan semen. Hal ini diperlukan untuk menghilangkan bau semen yang dapat membuat ikan koi mabuk.

Biasanya, agar seekor ikan koi bisa dipanen atau dibeli, kita harus menunggu hingga ikan berumur tiga sampai lima bulan.



III. PENUTUP


Ikan koi sebenarnya bukan jenis ikan baru di Indonesia. hanya saja waktu itu koi kalah populer bila dibandingkan dengan mas koki. Keduanya masih merupakan kerabat karena termasuk dalam famili Cyprinidae. Koi (Cyprinus carpio) berkumis sedangkan mas koki asli bentuknya mirip koi hanya saja tanpa kumis, yaitu Carassius auratus.

Namun dengan perkembangan zaman sekarang ini ikan Koi berkembang dengan pesat, karena sebagian besar petani ikan dan juga para hobiis yang ada di Indonesia sudah benyak yang membudidayakan. Hal ini dikarenakan budidaya ikan Koi mudah dilakukan dan mempunyai harga jual yang tinggi.
        
Meski sekarang koi sudah populer, tapi tidak semua hobiis paham akan ikan cantik ini sebab tidak jarang mereka terkecoh dengan ikan mas lauk yang berwarna. Memang repot, karena antara ikan mas lauk dengan ikan Koi kedua-duanya dari spesies Cyprinus carpio. Dan mungkin tidak bisa terlalu disalahkan benar apabila para hobiis (terutama pemula) menganggap bahwa koi adalah ikan mas lauk yang berwarna.

Saturday, August 28, 2021

Budidaya Ikan Sistem Akuponik

 



I. PENDAHULUAN


Pandemi Covid 19 telah berdampak pada sejumlah lini kehidupan manusia. Sebut saja  sektor  pangan  misalnya, jika tidak dilakukan langkah mitigasi secara dini, tidak menutup kemungkinan akan berdampak serius diwaktu yang akan datang.

Menghadapi efek pandemi yang tidak bisa dipandang sebelah mata, masyarakat perlu mempersiapkan diri apabila suatu saat dituntut untuk bisa memproduksi pangan secara mandiri.

Sistem akuaponik merupakan salah satu sistem budidaya yang mengkombinasikan dua jenis budidaya yaitu budidaya ikan (akuakultur) dan budidaya tanaman (agrikultur) dalam satu sistem. Dengan sistem ini masyarakat dapat memenuhi kebutuhan gizi dari ikan dan tanaman sayuran dengan hanya memanfaatkan lahan pekarangan.

Akuaponik merupakan salah satu sistem pertanian  yang memadukan budidaya perikanaan dan budidaya  tanaman khususnya sayuran tanpa  media tanah (hidroponik).  Sistem ini banyak  digunakan masyarakat perkotaan  untuk menghemat lahan dengan mendapatkan dua manfaat sekaligus. Dengan memilih berakuaponik, maka kita akan dapat memanen 2 hasil sekaligus dalam satu waktu  yaitu ikan dan sayuran segar.

Penelitian akuaponik telah dimulai sejak tahun 1971, namun mulai berkembang pada tahun 1980-an. Akuaponik berasal dari suku kata aquakultur dan hidroponik. Aquakultur merupakan budidaya ikan, sedangkan hidroponik adalah budidaya tanaman tanpa tanah, jadi akuaponik adalah sistem pertanian yang memanfaatkan kotoran ikan sebagai sebagai nutrisi bagi tanaman dan memanfaatkan tanaman sebagai pengendali kualitas air bagi ikan.

Uniknya, sistem ini memungkinkan untuk dilakukannya budidaya tanaman serta ikan secara bersamaan, dalam satu tempat dan satu waktu. Mengapa ikan diperbolehkan digabung bersama tanaman dalam satu media? Karena nantinya ikan akan mengeluarkan kotoran berupa nutrisi yang akan diserap oleh tanaman secara langsung. Sementara itu, ikan mendapatkan air yang telah dimurnikan oleh tanaman.


Dalam sistem akuaponik, suplay nutrisi  berasal dari kotoran ikan  yang dipelihara dalam kolam. Teknik ini memungkinkan  siklus Nitrogen terjadi, dimana kolam ikan akan  menghasilkan kandungan  amoniak  yang tinggi, pompa  pada sistem  akan mengalirkan amoniak pada tanaman dan bakteri akan mengubah amoniak  menjadi Nitrogen yang baik untuk tanaman.  Sayuran  akan mengekstrak nitrogen  dari air, membuat  air tersebut aman untuk  dikembalikan kembali ke dalam kolam. Siklus ini  terjadi berulang, dimana ikan yang  menyediakan nutrisi dasar untuk bakteri, bakteri  yang akan menyediakan nutrisi untuk tanaman, dan tanaman bertindak  sebagai biofilter agar air kembali ke kolam ikan dengan bersih. Bertani dengan sistem akuaponik ini perlu disiapkan pakan ikan dan benih sayuran.

Sistem perkebunan akuaponik memiliki banyak manfaat bila dibandingkan dengan sistem pertanian tradisional. Beberapa manfaat budidaya sistem akuponik adalah berikut ini:

  1. Hemat air karena menggunakan 90% lebih sedikit air daripada budidaya tanaman berbasis tanah.
  2. Mampu menghasilkan sayuran, buah, atau ikan sekaligus untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga maupun untuk tujuan komersial yang menghasilkan keuntungan.
  3. Sayuran dan ikan yang dihasilkan memiliki kualitas yang lebih baik dan bebas dari bahan kimia atau residu pupuk anorganik, maupun pestisida kimia. Jadi, media tanam ataupun budidaya akuaponik dapat disebut sebagai media tanam organik. Ikan pun tidak memerlukan antibiotik.
  4. Akuaponik menghemat lahan secara efisien dan tidak memerlukan banyak tempat karena sayuran dan ikan yang dibudidayakan dapat disatukan pada satu tempat atau lokasi.
  5. Akuaponik juga dapat ditempatkan dalam ruangan. Dengan penggunaan pencahayaan dalam ruangan, tanaman Anda dapat tumbuh sepanjang tahun.
  6. Meminimalkan limbah air.
  7. Selain untuk aplikasi komersial, akuaponik telah menjadi tempat pembelajaran yang populer bagi masyarakat maupun siswa-siswa kejuruan perikanan tentang biosistem terpadu.
  8. Populasi tanaman organik yang dapat ditanam 10 kali lipat lebih banyak. Dengan akuaponik tanaman dapat ditanam dengan kerapatan tinggi dengan sistem terapung di atas air.
  9. Pemeliharaan yang mudah, tidak memerlukan penyiangan, terbebas dari hama tanah dan tidak memerlukan penyiraman.

II.  KOMPONEN AKUAPONIK




Setiap sistem akuaponik mencakup komponen dasar agar  bekerja secara optimal. Ada 7 komponen dasar akuaponik yang perlu Anda ketahui.


1. Ikan
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan hanya mengambil 40% – 50% gizi dari makanan yang dimakan. Kotoran ikan mengandung sisa-sisa makanan yang masih mengandung nutrisi dan dipercaya mampu menjadi pupuk alami yang dapat menyuburkan tanaman.
Dalam akuaponik, sirkulasi dilakukan pada air kolam ikan untuk mengalirkan air yang mengandung kotoran ikan ke arah filter. Kemudian filter menyaring dan mengubah kotoran ikan dan aliran air akan menuju tanaman.

2. Tanaman
Akuaponik tidak memanfaatkan air tanah untuk mendapatkan nutrisi. Zat gizi yang diperlukan oleh tanaman didapatkan di air, yang dialirkan dari kolam menuju akar tanaman.

3. Bakteri atau siklus nitrogen
Siklus nitrogen pada sistem akuaponik adalah perubahan zat amonia dari kotoran ikan, menjadi zat nitrit yang kemudian dimanfaatkan tanaman sebagai nutrisi tumbuh. Perubahan ini dibantu oleh adanya filter pada instalasi akuaponik.
Terdapat dua jenis filter yang paling umum digunakan, yaitu biofilter dan filter mekanis. Teknik biofilter dilakukan dengan menggunakan bakteri. Agar bakteri dapat berkembang biak dengan baik, dibutuhkan media tumbuh kembang bakteri dan perkembangan bakteri membutuhkan waktu sekitar 1 – 3 minggu. Lalu contoh biofilter adalah bioball.
Sementara itu, filter mekanis dilakukan untuk menyaring kotoran ikan yang bersifat padat agar air menjadi bersih. Salah satu filter mekanis adalah japanese mat.

4. Tangki
Sebagian orang menggunakan tangki akuaponik secara vertikal, namun ada juga yang mengaturnya horizontal. Hal ini tergantung pada ruang atau lahan
yang tersedia. Salah satu hal yang juga penting dipertimbangkan adalah tersedia cukup air untuk ikan, karena semakin banyak air akan semakin baik, sehingga ikan memiliki ruang untuk berenang dengan nyaman.

5. Pompa
Sistem akuaponik membutuhkan aerator untuk menyediakan oksigen bagi ikan dan pompa untuk mengirimkan air dari tangki ikan ke sistem filtrasi. Pilih pompa yang tahan lama, karena biasanya pompa akuaponik menyala dalam 24 jam.

6. Media tanam
Media tanam yang digunakan untuk akuaponik adalah batu kerikil atau batu sungai, rockwool, sekam, dan hidrogel. Di antara beberapa media tanam ini, hidrogel termasuk media tanam yang ramah lingkungan karena dapat terurai dan membusuk serta memiliki Ph betral yang baik untuk perkembangan tanaman.

7. Cahaya
Faktor pencahayaan juga penting. Posisikan akuaponik Anda di area yang sering mendapatkan sinar matahari alami.



III.  JENIS TANAMAN DAN IKAN AKUAPONIK


Tanaman yang dapat tumbuh secara akuaponik adalah tanaman sayuran sebagai berikut :

1. Kangkung
Tanaman sayuran ini tumbuh secara alami di rawa-rawa dan juga sawah bertanah basah.



Oleh sebab itu, kangkung sangat cocok untuk ditanam di akuaponik. Anda bisa panen hanya dalam waktu satu bulan saja.

2. Selada
Selada punya sifat yang mirip dengan kangkung, yaitu mudah tumbuh di media air.


 
Tak heran jika banyak orang yang memilih sayuran satu ini untuk ditanam dengan metode akuaponik. Anda bisa panen selada dalam kurun waktu satu bulan setelah masa tanam.

3. Cabai. 
Harga cabai bisa menyentuh angka Rp 100.000 per kilogram pada waktu-waktu tertentu. Untuk mencegah pengeluaran yang membengkak sebaiknya Anda punya tanaman cabai sendiri di rumah. Dengan metode akuaponik, Anda bisa mulai memanen cabai sejak umurnya mencapai 80 hari.
Untuk jenis ikan yang cocok dengan sistem akuaponik  ini  adalah  jenis  ikan  lele, patin dan 
nila. Ketiga jenis ikan ini terbukti memiliki tingkat survival rate yang cukup tinggi, bagus pertumbuhannya dan masa pemeliharaan yang tidak terlalu lama.



Lele (Clarias Scopoli) merupakan jenis ikan yang bersifat karnivora, hidup pada air kolam dengan suhu 20-30C, pH 6.5-8, waktu panen 2-3 bulan. 
Patin (Pangasius) merupakan jenis ikan yang bersifat karnivora Omnivora, hidup pada air kolam dengan suhu 25-30C, pH 7-8, waktu panen 4-5 bulan.
Nila/Nile Tilapia (Oreochromis Niloticus) Hidup pada air kolam dengan suhu 25-30C, pH 7-8, waktu panen 4-6 bulan.

IV.  ALAT DAN BAHAN MEMBUAT AKUPONIK


Untuk melakukan budidaya akuaponik tidak memerlukan alat yang mahal, tetapi kita dapat menggunakan barang-barang yang ada di sekitar kita. Adapun alat yang digunakan dalam budidaya akuaponik yaitu :
1. Pompa aquarium   

                                   
2. Gabus filter bekas akuarium


3. Paralon  


4. Sumbu kompor


5. Botol/gelas bekas air mineral             


6. Sekam/batu



V.  LANGKAH-LANGKAH MEMBUAT AKUPONIK


Langkah-langkah yang ditempuh untuk bisa membuat sistem budidaya akuaponik adalah sebagai berikut :
1. Menyiapkan kolam yang telah disi dengan ikan

2. Pembuatan wadah untuk tanaman
Untuk menaruh tanaman, digunakan pipa paralon yang di diberi lobang diatasnya sesuai dengan ukuran wadah tanaman. Pada ujung paralon dibuat lubang kecil sebagai tempat untuk mengalir kan air ke kolam ikan. Lubang tempat mengalirnya air tersebut dibuat agak ke tengah paralon sehingga walaupun listrik pada air masih tetap ada di dalam paralon sehingga tanaman tidak layu.




3.Penyemaian Benih
Benih disemai pada tray atau wadah semai. Gunakan benih yang tingkat germinasinya diatas 80%. Media semai yang baik dan umum digunakan adalah rockwool. Rockwool sangat praktis karena memiliki daya serap air yang tinggi dan steril, tetapi karena rockwool masih sulit didapatkan bisa diganti dengan gabus filter aquarium atau spon. Jika bibit telah cukup umur dan tumbuh baik,  pindahkan  bibit ke media tanam.

4. Menyiapkan pot tanaman
Wadah tanaman dapat menggunakan pot/gelas khusus untuk tanaman hidroponik, atau  membuat pot dari botol plastik bekas dengan memberi sumbu kompor atau kain resapan di bawah pot sebagai alat untuk resapan airnya.




5. Jika benih tanaman sudah mulai tumbuh, atau sudah mempunyai dua daun maka tanaman sudah bisa dipindahkan ke paralon yang dibuat  Untuk media tanamnya bisa digunakan gabus filter bekas aquarium ataupun sekam.
 

6. Setelah tanaman dimasukkan  ke dalam  paralon, kemudian pada kolam dipasangkan pompa aquarium, dimana selang dari pompa aquarium tersebut dimasukkan ke dalam paralon sehingga air dari kolam ikan mengalir ke dalam paralon dan kembali ke kolam ikan lagi.  



7. Bila pertumbuhannya baik, tanaman dapat dipanen dalam satu bulan, sedangkan ikan nila dapat dipanen dalam waktu 5-6 bulan.




VI.  PENUTUP


Perawatan budidaya ikan dan tanaman akuaponik memerlukan kejelian. Berikut ini sejumlah tips budidaya ikan dan tanaman dengan akuaponik.

a. Tips budidaya tanaman akuaponik

Dalam sistem akuaponik, pemupukan diperlukan untuk pertumbuhan tanaman secara terus menerus melalui air yang dialirkan dari kolam yang mengandung bahan-bahan organik dari sisa-sisa pakan ataupun metabolisme ikan. Hal ini perlu dikontrol setiap hari agar pasokan lancar dan pengeluaran air di bak pemeliharaan tanaman tidak kurang. Selain itu, Anda juga perlu menjaga tanaman agar tetap tegak.

b. Tips budidaya ikan akuaponik

Pertimbangkan kerapatan ikan. Terlalu sedikit ikan berarti sedikit makanan untuk tanaman, sedangkan terlalu banyak ikan akan membuat ikan saling berebutan oksigen, menjadi kelaparan, dan tingkat stres ikan menjadi tinggi.
Saat memberi makan ikan, ikan harus bisa makan semua makanannya dalam waktu sekitar 5 menit. Beri pakan ikan dengan makanan yang berkualitas untuk mendapatkan hasil maksimal. Periksa kualitas air. Jika tingkat amonia atau nitrit menjadi terlalu tinggi untuk periode tertentu, maka dapat membuat ikan sakit bahkan mati.



DAFTAR PUSTAKA


Erawati, Baiq  Tri  Ratna. 2021. Mengenal Budidaya  Sayuran Dengan Sistem Aquaponik. Didownload dari laman https://ntb.litbang.pertanian.go. id/index.php/info-teknologi/1960-mengenal-budidaya-sayuran-dengan-sistem-aquaponik

Fatmawati. 2018. Sistem Budidaya Aquaponik. Didownload dari laman https://pertanian. pontianakkota.go.id/artikel/49-sistem-budidaya-aquaponik.html

Nugroho E. dan Sutrisno. 2008. Budidaya Ikan dan Sayuran Dengan Sistem Akuaponik. Penebar Swadaya. Jakarta

Raharjo, Rasbi Musabah. 2019. Sistem Budidaya Aquaponik. Didownload dari laman http://cybex.pertanian.go.id/mobile/artikel/88138/Sistem-Budidaya-Aquaponik/

Rumah.com. 2020. Aquaponik: Cara Mudah Budidaya Tanaman dan Ikan di Halaman Rumah. Didownload dari laman https://www.rumah.com/panduan-properti/aquaponik-30303

Urban Hidroponik. 2016. Jenis Ikan Terbaik untuk Kolam Akuaponik, Haruskah Lele?. Didownload dari laman http://www.urbanhidroponik.com /2016/08/jenis-ikan-air-tawar-akuaponik-sederhana.html